Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Dinas PPPA NTT Inisiasi Pelatihan Ayah ASI, Menuju Pola Asuh Cegah Stunting

Dinas PPPA NTT Inisiasi Pelatihan Ayah ASI, Menuju Pola Asuh Cegah Stunting

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 29 Mei 2021
  • visibility 147
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna meningkatkan peran Laki-laki Baru melalui pola asuh setara gender demi peningkatan ketahanan keluarga dalam upaya percepatan penanggulangan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), maka Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menginisiasi Pelatihan Ayah ASI yang diikuti oleh 56 orang secara tatap muka maupun daring dengan metode zoom.

Pelatihan Ayah ASI berangkat dari sebuah inisiatif yang percaya bahwa Air Susu Ibu (ASI) terlalu penting untuk hanya diurus oleh ibu-ibu dan bahwa laki-laki perlu terlibat dalam proses menyusui agar keberhasilannya bisa mencapai 100% dalam masa pemberian ASI Eksklusif bagi bayi sejak berumur 0 hingga 6 bulan. Ayah ASI menggunakan pendekatan teman sebaya untuk menyampaikan informasi agar lebih mudah diterima oleh sesama pria.

Dibuka oleh Kadis PPPA Provinsi NTT, drg. drg. Iien Adriany M.Kes. Pelatihan yang dihelat dihelat pada Kamis—Sabtu, 27—29 Mei 2021 di Hotel Neo Aston Kupang, menghadirkan Idzma Mahayattika, M.Pd. selaku Co Founder Ayah ASI Indonesia, Deputi Bidang Pemenuhan  Hak Anak dan Perlindungan Anak Provinsi NTT, Ir. Agustina Erni, M.Sc. Kabid Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga, dr. Theresia Sarlyn Ralo, MPH. Dosen Fakultas Kedokteran Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi. dan Direktur Perkumpulan Pendidikan Penguatan Perempuan dan Masyarakat/PEKA-PM, Delmysar Maka Ndolu, S.TH.

Para peserta Pelatihan Ayah ASI sedang berinteraksi satu sama lain

Peserta Pelatihan Ayah ASI disuguhkan materi tentang Ketahanan Keluarga untuk Pemenuhan Hak Anak dalam Upaya Percepatan Penanggulangan Stunting, Intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Peningkatan Kualitas ASI Eksklusif, Relasi Setara Gender dalam Pola Asuh Percepatan Penurunan Stunting, dan terpenting tentang Hambatan Ayah dan Keuntungan Menyusui, Permasalahan Umum Menyusui, dan Menyusui pada Situasi Bencana.

Selain itu, peserta Pelatihan Ayah ASI diajak oleh Idzma Mahayattika untuk berdiskusi, menelisik, dan memahami bersama siapa yang berperan penting dalam proses keberhasilan menyusui, dan kapan sebenarnya menyusui dapat dilakukan serta mengenali apa saja yang meningkatkan dan menghambat refleks oksitosin (refleks pengaliran atau pelepasan ASI (let down reflex) setelah diproduksi oleh sumber pembuat ASI, red).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi NTT melalui Kabid Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga, dr. Theresia Sarlyn Ralo, MPH. pada Jumat, 28 Mei 2021, mengatakan peserta pelatihan Ayah ASI dilakukan untuk meningkatkan peran laki-laki di dalam pengasuhan anak yang setara gender yang dapat memberikan dampak percepatan penurunan stunting, maka kegiatan pelatihan dinamakan Ayah ASI.

Kelompok Pelatihan Ayah ASI sedang memaparkan hasil diskusi

Mengapa Ayah ASI, imbuh dr Essy (sapaan akrabnya, red), karena penyebab stunting ada 2 (dua) faktor yakni asupan gizi kurang dan penyakit. “Nah, asupan yang sangat bagus yang disiapkan Tuhan adalah ASI. Kita ingin agar bapak-bapak berperan dalam peningkatan kualitas ASI Eksklusif. Kita menyadari pemerintah tak bisa bekerja sendiri, maka konsep pentahelix dipakai untuk melibatkan peran laki-laki yang setara gender,” urainya.

Kriteria peserta Ayah ASI, terang dr Essy, adalah laki-laki yang sedang menyiapkan  diri untuk menikah, telah menikah dan memiliki minimal 2 (dua) balita, ada ibu hamil di dalam keluarga. “Konsep kolaborasi terlihat dari para peserta yang berasal dari media, unsur lembaga agama, perguruan tinggi, karang taruna, organisasi perangkat daerah, dan Dinas PPPA Kota Kupang,” ungkapnya.

Ke depan, tandas dr. Essy, diharapkan para peserta Pelatihan Ayah ASI dapat menjadi Duta ASI. “Mereka dapat mendukung istri guna meningkatkan pemenuhan kecukupan gizi bayi dan mereka dapat menjadi penggerak untuk meningkatkan peran laki-laki yang dapat dimulai dari para Ayah ASI ini dan kami dari DP3A akan berupaya mengadvokasi Opa ASI pada level pimpinan daerah sehingga mereka dapat menjadi penggerak,” pungkasnya.

Penulis, editor dan foto pendukung  (+roni banase)

Foto utama (*/istimewa/DPPPA NTT)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lantamal VII Kupang Helat Bakti Sosial di KRI Escolar—871

    Lantamal VII Kupang Helat Bakti Sosial di KRI Escolar—871

    • calendar_month Sel, 6 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Menyambut HUT ke – 77 TNI AL, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang menggelar Bakti Sosial Kesehatan di atas KRI Escolar – 871, bertempat di Dermaga Lantamal VII, Jalan Supul Raya, Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 6 September 2022. Bakti sosial kesehatan Lantamal VII Kupang tersebut […]

  • SIAGA AIR, Solusi Terbaik Masalah Kebutuhan Dasar di NTT

    SIAGA AIR, Solusi Terbaik Masalah Kebutuhan Dasar di NTT

    • calendar_month Sen, 14 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Maumere | Calon gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi (SPK) memiliki segudang ilmu dan keahlian dalam bidang pertanian dan teknologi. Sosok yang kerap disapa SPK ini memiliki ide dan gagasan serta program yang menyentuh rakyat. Program SIAGA Air yang digagas SPK bersama wakilnya Adrianus Garu bertujuan mengatasi persoalan air yang sampai saat ini […]

  • Teriakan SIAGA Menang di Pasar Oeba

    Teriakan SIAGA Menang di Pasar Oeba

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Simpon Petrus Kamlasi (SPK) blusukan ke tempat pelelangan ikan (TPI) Oeba dan pasar Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang pada Jumat pagi, 27 September 2024. SPK bersama rombongan didampingi George Hadjoh dan Ewalde Taek, yang juga calon wali kota dan wakil wali kota Kupang tiba di […]

  • Seleksi Cerdas Cermat Kimia IX Tahun 2019, Jaring 32 Tim Terbaik Se-NTT

    Seleksi Cerdas Cermat Kimia IX Tahun 2019, Jaring 32 Tim Terbaik Se-NTT

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia, FKIP Undana Kupang mengadakan seleksi serentak Lomba Cerdas Cermat Kimia (CCK) ke- IX se-NTT di 15 Kabupaten dan Kota Kupang yang diselenggarakan pada Kamis, 25 Juli 2019. Seleksi tersebut diadakan di masing-masing Kabupaten dan Kota Kupang. Untuk Kota Kupang sendiri seleksi dilangsungkan di SMA Negeri […]

  • Bonet & Tarian Perang Meriahkan HUT RI di Kecamatan Amanuban Timur

    Bonet & Tarian Perang Meriahkan HUT RI di Kecamatan Amanuban Timur

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Amanuban Timur-TTS, Garda Indonesia | Menyongsong HUT ke-74 Republik Indonesia, Kecamatan Amanuban Timur, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melakukan berbagai kegiatan dalam mengisi kemerdekaan, salah satunya dengan mengadakan bonet dan tarian ma’ekat (tari perang). Kegiatan tersebut masuk dalam kategori Kesenian yang dirangkum dalam acara Pentas Seni dan Budaya yang berlangsung pada Selasa, […]

  • Saudi Arabia Tangguhkan Akses Masuk Wisatawan, Menag Pahami & Hormati

    Saudi Arabia Tangguhkan Akses Masuk Wisatawan, Menag Pahami & Hormati

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan untuk sementara menangguhkan masuknya wisatawan ke negaranya, baik untuk tujuan umrah atau kunjungan wisata. Kebijakan ini dikeluarkan hari ini oleh Menteri Haji dan Umrah. Salah satu alasannya adalah untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Menteri Agama Fachrul Razi memahami dan menghormati kebijakan yang dikeluarkan […]

expand_less