Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Merajut Pesona Peradaban Prasejarah di Gua Monyet Kota Kupang

Merajut Pesona Peradaban Prasejarah di Gua Monyet Kota Kupang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 1 Jun 2021
  • visibility 252
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Ni Made Dewi Wahyuni, S.S.

Bentang alam berupa tebing dan gua karst adalah saujana mata yang tampak di pesisir pantai barat Kota Kupang yang berjarak kurang lebih 10 km ke arah barat dari kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur dan merupakan jalur menuju Pelabuhan Tenau.

Jejak peradaban dari zaman prasejarah tersebut tampak samar terlihat di dinding tebing karst yang terkamuflase oleh guratan warna tebing dan semak belukar yang mengelilinginya. Gambar cadas berupa lukisan cap tangan ini berada di kawasan Gua Monyet yang merupakan salah satu obyek wisata di Kota Kupang. Keberadaan gambar cadas di tebing karst Gua Monyet membuktikan bahwa adanya peradaban manusia prasejarah yang pernah berdiam di sini.

Dalam dunia Arkeologi, gambar cadas  umumnya dijumpai pada gua atau ceruk, tebing, dan batu. Gambar cadas menjadi salah satu data penting yang sampai sekarang dapat dijumpai di gua prasejarah di dunia baik di benua Afrika, Eropa, Australia, Asia. Objek dari gambar cadas di gua prasejarah umumnya berupa lukisan cap tangan, binatang, manusia, geometris, gambar abstrak, dan sebagainya.

Gambar cadas di Indonesia banyak ditemukan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat. Bray (1972) mengungkapkan bahwa meskipun arti dan maksud dari gambar cadas masih belum jelas, namun yang pasti gambar-gambar tersebut bukan sekadar corat coret semata.

Lukisan 6 (enam) cap tangan di dinding Gua Monyet berwarna merah kecoklatan. Keberadaan lukisan cap tangan ini hanya berjarak 50 meter dari tepi jalan raya di mana akses menuju lokasi harus menaiki tebing karst. Guna memastikan umur gambar cadas di dinding Gua Monyet ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terutama pengukuran uranium dan penghitungan keseluruhan unsur-unsur radioaktif yang terdapat pada lukisan tersebut. Metode ini biasanya digunakan untuk menentukan umur minimal dari gambar yang diteliti. Sehingga mungkin dapat merekonstruksi perkiraan periodesasi peradaban yang memanfaatkan gua tersebut.

Kacamata arkeolog mengarahkan pandangan atas adanya lukisan cap tangan di dinding gua prasejarah berkaitan dengan unsur kebudayaan di bidang religi dan kesenian. Sisi religiusnya, berdasarkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan pada lukisan cap tangan di dinding gua prasejarah yang tersebar di Indonesia menunjukkan bahwa kemungkinan gambar tersebut merupakan simbol-simbol yang berkaitan dengan pemujaan leluhur.

Van Heekeren seorang peneliti prasejarah di Indonesia yang berkebangsaan Belanda, berangkat dari studi ethnoarchaeology mengaitkan antara cap tangan dan religi. Ia menyatakan bahwa cap tangan menggambarkan suatu perjalanan arwah yang telah meninggal yang sedang meraba-raba menuju ke alam arwah. Selain itu, cap tangan juga merupakan suatu tanda belasungkawa dari orang-orang yang dekat dengan yang mati. Sedangkan sebagai bagian dari kajian kesenian, pada lukisan cap tangan di dinding gua prasejarah sering dianggap sebagai asal usul atau awal kehadiran seni rupa atau lukisan.

Mengingat letak lingkungannya di sekitar tebing karst memiliki kerentanan terhadap ancaman, di mana ada beberapa faktor keterancaman yang dapat menimbulkan kerusakan. Adapun ancamannya berupa adanya fluktuasi temperatur antara siang hari yang tinggi dan malam hari yang turun cukup drastis yang dapat menyebabkan tekanan dari lapisan luar batuan tempat lukisan itu berada, sehingga lambat laun lapisan luar akan terkikis dan mengelupas.

Selain itu, sorotan sinar matahari langsung terhadap lukisan dan terpaan angin juga dapat memudarkan warna sehingga menyebabkan tertutupnya lukisan oleh partikel-partikel debu yang terbawa oleh angin. Getaran yang diakibatkan oleh kendaraan dengan muatan berat dapat menjadi ancaman yang cukup serius terhadap eksistensi karena berada di jalur dari dan menuju Pelabuhan Tenau.

Ada faktor lain yang dapat menjadi ancaman yaitu masih minimnya pengelolaan sampah khususnya sampah plastik yang dilakukan di lingkungan sekitar, hal ini dapat menyebabkan berkurangnya nilai estetika dan menurunkan daya tarik pengunjung.

Dengan sifatnya yang unik, langka, dan rapuh serta memiliki nilai penting menjadikan lukisan cap tangan di dinding Gua Monyet membutuhkan upaya pelestarian yang tepat guna mencegah kerusakan yang lebih parah. Lukisan cap tangan di dinding Gua Monyet merupakan objek yang diduga cagar budaya yang dilindungi dan diperlakukan sama seperti cagar budaya.

Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, pelestarian cagar budaya adalah upaya dinamis untuk mempertahankan keberadaan Cagar Budaya dan nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya. Upaya pelestarian telah dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Bali melalui kegiatan pendokumentasian pada tahun 2021 terhadap lukisan cap tangan di dinding Gua Monyet.

Berdasarkan hal tersebut, lukisan cap tangan di dinding Gua Monyet telah dimasukkan ke dalam Daftar Objek yang Diduga Cagar Budaya di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Proyeksi pengembangan yang dapat dilakukan pada lukisan cap tangan ini yaitu sebagai ciri khas yang mendukung objek wisata Gua Monyet. Sehingga ke depannya, pemanfaatannya tidak hanya dari sisi pariwisata, tetapi juga sebagai media pendidikan terutama di bidang sejarah dan ilmu lain yang membutuhkannya. (*)

Penulis merupakan Staf BPCB Provinsi Bali

Foto utama (*/koleksi pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sah! Paket SEHATI Ditetapkan KPU Belu Sebagai Calon Bupati/Wabup Terpilih

    Sah! Paket SEHATI Ditetapkan KPU Belu Sebagai Calon Bupati/Wabup Terpilih

    • calendar_month Sen, 22 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), secara sah menetapkan  pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu terpilih 2020, Agustinus Taolin – Aloysius Hale Serens melalui Rapat Pleno Terbuka Penetapan yang dihelat di Aula Hotel Matahari Atambua, pada Senin, 22 Maret 2021. “ …menetapkan Taolin Agustinus dan […]

  • 20 Anak Positif Covid-19 dari 82 Kasus di Provinsi Nusa Tenggara Timur

    20 Anak Positif Covid-19 dari 82 Kasus di Provinsi Nusa Tenggara Timur

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dari 82 orang yang positif Covid-19, kurang lebih ada 20 orang yang masuk dalam kategori anak yaitu usia 0 hingga 18 tahun. Ada beberapa klaster yang masuk kategori itu antara lain klaster Magetan dan klaster Sangkalala itu rata-rata masuk dalam kategori. Demikian pernyataan resmi dari Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan […]

  • Gubernur VBL Dijuluki Bapak Infrastruktur oleh Masyarakat Desa Kaeneno

    Gubernur VBL Dijuluki Bapak Infrastruktur oleh Masyarakat Desa Kaeneno

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menerima kunjungan Kepala Desa Kaeneno, Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Gusti Fallo, S.Pt., Sekretaris Desa dan perwakilan masyarakat bertempat di ruang kerjanya, pada Kamis 8 Juli 2021. Kunjungan ini berkaitan dengan telah dipasangnya jaringan listrik di wilayah tersebut. Kepada perwakilan masyarakat dan […]

  • Dinkes NTT & Unicef Inisiasi Tim Terpadu Kesehatan Layanan Ibu dan Anak

    Dinkes NTT & Unicef Inisiasi Tim Terpadu Kesehatan Layanan Ibu dan Anak

    • calendar_month Rab, 24 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tim Terpadu yang terdiri dari para expert (ahli) dari berbagai institusi kesehatan di masing-masing bidang berkumpul untuk merumuskan rekomendasi secara terpadu dalam rangka peningkatan mutu kesehatan ibu dan anak dan percepatan penanggulangan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pertemuan Tim Terpadu Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak serta percepatan Penanggulangan […]

  • Marak Rokok Ilegal di Manggarai NTT, Ancam Aktivitas Perdagangan

    Marak Rokok Ilegal di Manggarai NTT, Ancam Aktivitas Perdagangan

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Ferdy Daud
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Loading

    Rokok-rokok ilegal ini biasanya tidak dilengkapi pita cukai resmi, sehingga bebas dari pajak dan dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan rokok legal.   Ruteng | Aktivitas perdagangan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menghadapi tantangan serius akibat maraknya peredaran rokok ilegal yang semakin meluas. Fenomena ini tidak hanya terjadi di toko-toko ritel di pusat kota […]

  • Raih WBK Tahun 2021, Lapas Perempuan Kupang Diharapkan Gapai WBBM

    Raih WBK Tahun 2021, Lapas Perempuan Kupang Diharapkan Gapai WBBM

    • calendar_month Rab, 26 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone menekankan bahwa deklarasi janji kinerja yang telah ditandatangani oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Kupang, tak hanya sebatas seremonial saja. Penekanan Merci Jone, sapaan akrab dari Kakanwil perempuan pertama di jajaran Kemenkumham NTT tersebut, disampaikan usai menyaksikan penandatanganan […]

expand_less