Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Tradisi Henge’do – Akhiri Perseteruan Refafi Gah dan Marthin Kale

Tradisi Henge’do – Akhiri Perseteruan Refafi Gah dan Marthin Kale

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 21 Okt 2018
  • visibility 76
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id|Seteru antara Ketua DPD Partai HANURA NTT, Drs. Refafi Gah,SH,.MPd., dan Martheen Kale (Pemilik Akun Facebook Martheen Kale) Berakhir damai, Sabtu/20 Oktober 2018 pukul 17.30 WITA di Rumah Ketua DPD Hanura NTT di Jalan Aquarius Liliba Kecamatan Oebobo Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya Refafi Gah mengadukan Martheen Kale ke Unit Tipiter (Tindak Pidana Tertentu) Kepolisian Resor Kota Kupang, Rabu/26 September 2018 pukul 10.30 WITA atas dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Martheen Kale atas komentar yang ditulis dalam akun Media Sosial Facebook Aba Regen Ritan (Sipri Ritan, Sekretaris DPD Hanura NTT), Selasa/25 September 2018.

Martheen Kale didampingi isteri dan keluarga menemui Refafi Gah di kediaman Ketua DPD Hanura NTT tersebut. Martheen Kale diterima oleh Keluarga Besar Gah dan Jajaran Partai Hanura NTT. Mewakili keluarga besar, Martheen Kale menyampaikan permohonan maaf atas nama keluarga, Istri dan anak-anak.
Martheen Kale menyampaikan mengucapkan terima kasih karena dapat diterima dan merasa masih bagian dalam Keluarga Besar Partai Hanura NTT, Martheen juga memberikan dukungan terhadap Partai Hanura NTT harus bangkit, jaya dan menang.

Refafi Gah berharap permohonan maaf dari Martheen Kale bersumber dari hati dan bukan sebuah paksaan karena persoalan tersebut merupakan sebuah persoalan politik, dan berharap kejadian serupa jangan terjadi terhadap orang lain. “Karena kalo terjadi sama orang lain, akan sangat merepotkan,“ ujar Refafi Gah.

“Kami keluarga, pengurus Partai Hanura NTT Provinsi NTT dan Kabupaten/Kota menerima permohonan maaf. Bukan persoalan maaf-memaafkan, namun saat persoalan masuk ke media sosial, tidak hanya 1 atau 2 orang yang bertanya atau yang menanggapi karena pada Jam yang sama dapat diketahui oleh publik. Biarlah persoalan ini berakhir sampai disini,“ tegas Refafi Gah.

Disaksikan Media Ini, Keluarga Gah, Keluarga Daeng, Keluarga Besar Sabu, dan Keluarga Besar Partai Hanura NTT; Perseteruan antara Refafi Gah dan Martheen Kale diakhiri dengan Tradisi Henge’do yakni Tradisi Cium Hidung yang biasa dilakukan oleh suku Sabu di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tradisi Henge’do sekilas mirip dengan tradisi suku Maori di Selandia Baru dan tradisi masyarakat Oman. Hanya saja yang membedakan jika suku Maori menggesekkan hidung satu sama lain, sedangkan suku Sabu melakukannya dengan menempelkan hidung mereka.

Selain sebagai tanda persaudaraan, cium hidung ini juga menandakan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Kontak mata langsung saat sedang melakukan cium hidung juga digambarkan sebagai kejujuran satu sama lain.

Dalam pengertian yang lain, cium hidung yang dilakukan masyarakat Sabu memiliki arti meminta maaf. Jika sedang mengalami konflik, mereka dapat bermaafan dengan melakukan henge’do.

Hingga saat ini, tradisi cium hidung terus dilestarikan oleh masyarakat Sabu serta suku–suku lain yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur seperti di Rote, Sumba, Timor, dan wilayah lainnya. Tradisi ini menjadi salam khas dari masyarakat NTT ketika bertemu dengan sesama orang NTT dimanapun dan kapanpun. (+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turunkan Stunting, Bank NTT Dukung Pemerintah di Seluruh NTT

    Turunkan Stunting, Bank NTT Dukung Pemerintah di Seluruh NTT

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebagai bukti partisipasi mendukung Pemerintah Provinsi NTT mengentaskan permasalahan stunting, Bank NTT berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT, memberi makanan tambahan bagi anak gizi kurang. Program ini merupakan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di NTT. Sasarannya adalah 6.000 anak baduta (bawah dua tahun) dengan usia 6 sampai 23 […]

  • Respons Cepat Masalah Kelistrikan, Wagub Nae Soi Apresiasi PLN UIW NTT

    Respons Cepat Masalah Kelistrikan, Wagub Nae Soi Apresiasi PLN UIW NTT

    • calendar_month Rab, 10 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur,  Josef Nae Soi (JNS) saat menerima audiensi Kepala PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), Agustinus Jatmiko di ruang kerjanya, pada Rabu, 10 Februari 2021; menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak PLN yang memberikan respons cepat atas berbagai permasalahan terkait listrik terutama yang dialami layanan-layanan […]

  • HPI ke-110, KPPI Provinsi NTT dan Dinas PPPA Gelar Baksos dan Zumba Bersama

    HPI ke-110, KPPI Provinsi NTT dan Dinas PPPA Gelar Baksos dan Zumba Bersama

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Hari Perempuan Internasional ke-110, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis, senam zumba bersama di areal Car Free Day (CFD) pada Sabtu, 7 Maret 2020 pukul 06.00 WITA—selesai. Pada kesempatan tersebut, turut […]

  • Densus 88 Tangkap 13 Pelaku Terorisme di Riau

    Densus 88 Tangkap 13 Pelaku Terorisme di Riau

    • calendar_month Ming, 18 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri menyampaikan bahwa jumlah pelaku tindak pidana terorisme yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Provinsi Riau bertambah. Total sebanyak 13 pelaku ditangkap Densus 88. “Densus 88 Antiteror Polri melakukan upaya penegakan hukum penangkapan terhadap 13 orang pelaku tindak pidana terorisme di provinsi Riau,” jelas Jubir Divhumas Polri Kombes. Pol. Ade […]

  • Dalil Nomenklatur, SAHABAT Jilid I Abaikan Kematian Ribuan Babi Milik Warga Belu

    Dalil Nomenklatur, SAHABAT Jilid I Abaikan Kematian Ribuan Babi Milik Warga Belu

    • calendar_month Sen, 23 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintahan Kabupaten Belu di bawah pimpinan SAHABAT Jilid I, Wilibrodus Lay – JT. Ose Luan menorehkan rasa kecewa bagi para peternak babi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/11/22/jika-paket-sehati-menang-pelayanan-di-pemda-belu-satu-garis-lurus/ Berdalil ketiadaan nomenklatur (penamaan yang dipakai dalam bidang tertentu), Bupati Belu Wili […]

  • Suling Bambu Asal Belu Tampil di Hadapan Presiden Saat HUT 80 RI

    Suling Bambu Asal Belu Tampil di Hadapan Presiden Saat HUT 80 RI

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kegembiraan pun terpancar dari raut wajah para peserta. Ryan Bas, salah satu perwakilan siswa SMP Negeri Sadi ini tak dapat menyembunyikan rasa bangganya.   Atambua | Sebanyak 20 siswa-siswi berprestasi dari SMP Negeri Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akan melantunkan suara merdu suling bambu di Istana Negara pada upacara […]

expand_less