Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Turnamen Pencak Silat IV Belu, Bupati Minta Terapkan Protokol Kesehatan

Turnamen Pencak Silat IV Belu, Bupati Minta Terapkan Protokol Kesehatan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 1 Jul 2021
  • visibility 134
  • comment 0 komentar

Loading

Belu–NTT, Garda Indonesia | “Semua atlet, saya minta supaya di–rapid antigen, pelatih diperiksa antigen, terapkan protokol kesehatan, duduk jaga jarak dan dibatasi kapasitas, tidak boleh lebih dari 50 persen. Masing–masing mengawasi atletnya, wasit–wasit juga diperiksa. Yang belum diperiksa, nanti besok kita datangkan lagi tim ke sini untuk melakukan pemeriksaan. Demikian pun sesudah pertandingan,” kata Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM dalam sambutan membuka secara resmi turnamen Pencak Silat IV antar–perguruan se–Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di Gelanggang Olahraga L. A. Bone Atambua, pada Rabu, 30 Juni 2021.

Bupati Belu menuturkan, selama masa pandemi Covid–19, yang mana kasus positif terus meningkat di Kabupaten Belu maka kegiatan–kegiatan mengumpulkan banyak orang yang tidak terlalu bermanfaat, dihentikan sementara disertai pembinaan terukur.

“Jadi, ada 5 M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan menghindari bepergian. Sesudah pulang rumah hati–hati. Kita jaga diri kita sendiri, keluarga kita dan masyarakat kita,” ujar dr. Agus Taolin.

Terkait pelaksanaan Kejuaraan Pencak Silat, dr. Agus Taolin berharap lahirnya generasi baru yang akan membawa nama Belu ke tingkat yang lebih tinggi. Pemerintah akan support terhadap seluruh atlet, dan bahkan akan dilakukan prestasi berjenjang.

“Para atlet maupun wasit harus menjunjung tinggi sportivitas dalam pertandingan. Tadi sudah diucapkan ikrar wasit, pegang teguh janji itu. Kalah adalah kalah, latih lagi, menang adalah menang, hormati lawan. Kalau menang, tidak usah mengejek lawan, harus sportif,” pesan Bupati Belu.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Belu, Benediktus Manek

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Belu, Benediktus Manek menjelaskan, pencak silat merupakan budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan oleh anak–anak bangsa, karena pencak silat bukan hanya seni bela diri, tetapi juga mengandung nilai budi pekerti dan sosiologi.

“Kejuaraan Pencak Silat ini diadakan setiap tahun. Ini merupakan yang keempat kalinya, dan sekurang–kurangnya ada dua kegiatan yang dilakukan. Dengan pembinaan secara berjenjang IPSI Belu telah mengutus perwakilannya di tingkat nasional, dan IPSI Belu merupakan juara bertahan untuk keempat kalinya,” tambah Beni Manek.

Diketahui, Kejuaraan Pencak Silat antar – perguruan ini dilaksanakan sampai 5 Juli 2021 dengan mengusung tema “Melalui Kejuaraan Pencak Silat Kita Rajut Semangat Persaudaraan dan Sportivitas dalam Mengembangkan serta Melestarikan Pencak Silat Sebagai Budaya Asli Bangsa Indonesia” dan diikuti 6 (enam) perguruan, yaitu Sera Panca Jaya, Silat Tapak Sakti, Cendana Wangi, Padjajaran, Persaudaraan Setia Hati Teratai dan Perisai Diri. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Foto oleh kominfo belu

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘In Memoriam’ Arief Harsono

    ‘In Memoriam’ Arief Harsono

    • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Dahlan Iskan Ini tentang tokoh lagi. Yang meninggal lagi. Covid-19 lagi. Teman saya lagi: Arief Harsono. Di usia 66 tahun. Anda sudah tahu siapa dia. Tiga kali saya tulis di Disway. Satu kali di tamu podcast–salah satu yang terbanyak dilihat. Toh saya tetap menitikkan air mata kemarin. Dua kali. Saya tidak tahan melihat […]

  • OJK, Bank NTT dan ILO Luncurkan Ekosistem Keuangan Inklusi di Sumba Timur

    OJK, Bank NTT dan ILO Luncurkan Ekosistem Keuangan Inklusi di Sumba Timur

    • calendar_month Rab, 5 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Timur | Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (OJK NTT) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) meluncurkan dan menjadikan Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, sebagai desa percontohan pelaksanaan program ekosistem keuangan inklusi (EKI). Acara peluncuran dilakukan pada Rabu, 28 Mei 2024 di balai desa Kaliuda dan diresmikan oleh Umbu Ngadu Ndamu, […]

  • Bupati TTU David Juandi : Desa Sejahtera, Masyarakat Desa Harus Ada Uang

    Bupati TTU David Juandi : Desa Sejahtera, Masyarakat Desa Harus Ada Uang

    • calendar_month Sab, 27 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menandaskan jika masyarakat di desa mempunyai uang, maka di kota bisa berkembang. Desa Sejahtera itu harus ada air, terdapat Pertanian, Perkebunan, Perumahan, Peternakan, Pendidikan, dan terdapat Pemerintahan Desa yang bagus. “Kita harus jeli melihat mana Pertanian lahan kering dan mana yang lahan basah yang dapat […]

  • “BBM Murni Tanpa Air” Hasil Inspeksi Pertamina & Tim di SPBU Kupang

    “BBM Murni Tanpa Air” Hasil Inspeksi Pertamina & Tim di SPBU Kupang

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Loading

    Pengawasan dilakukan menyeluruh. Tim memeriksa kandungan air di tangki pendam SPBU, pengujian takaran pada nozzle dispenser, pengujian densitas BBM serta penyampaian hasil uji sampel BBM di SPBU Kota Kupang yang memenuhi standar Ditjen Migas.   Kupang | Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bersama Ketua Hiswana Migas DPC NTT, FX. Alain Niti Susanto, Panit 1 Tipidter […]

  • Dana Desa Semestinya Kurangi Angka Kemiskinan

    Dana Desa Semestinya Kurangi Angka Kemiskinan

    • calendar_month Sab, 3 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Josef Nae Soi, Gubernur 2 NTT menegaskan pengalokasian Dana Desa (DD) bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan harus dikelola secara optimal demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa. “Garda terdepan dari republik ini adalah desa. Ada adagium lama yakni desa makmur,negara kaya. Sebaliknya desa melarat, negara bingung,” kata Josef Nae Soi saat membuka dan […]

  • Pasca Konflik Berdarah Oebelo; Forkompinda Berempati & Bersikap

    Pasca Konflik Berdarah Oebelo; Forkompinda Berempati & Bersikap

    • calendar_month Ming, 26 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Menyikapi Konflik (bentrok berdarah antara warga Eks Timtim dan warga lokal); Penjabat Gubernur NTT; Drs. Robert Simbolon,MPH., menggelar Rapat (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Forkompimda Prov NTT, Minggu, 26 Agustus 2018, pukul 12.00-14.00 Wita di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, terkait dengan situasi di Oebelo, Kupang Tengah, Kab. Kupang, dengan hasil rapat: 1. […]

expand_less