Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Antara Kritis dan Nyinyir : ‘Lip Service’ BEM-UI Menyikapi Kerja Jokowi

Antara Kritis dan Nyinyir : ‘Lip Service’ BEM-UI Menyikapi Kerja Jokowi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 1 Jul 2021
  • visibility 93
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

BEM-UI sibuk mengritisi atau nyinyir (?) Jokowi dengan memproduksi meme, ‘The King of Lip Service’. Mungkin itu dilakukannya sambil update status di atas MRT. Atau di atas kendaraan yang sedang melaju di jalan tol, hasil kerja.. kerja.. kerja.. nya Jokowi.

Sementara itu, Mahasiswa UGM sibuk berkontribusi dengan GeNose, alat pendeteksi Covid-19. Ini demi menolong orang banyak di masa pandemi ini.

Tapi, janganlah juga menggebyah-uyah, atau menggeneralisir, itu kan cuma oknum kok. Tidak semua mahasiswa UI konyol seperti itu, dan mungkin ada juga Mahasiswa UGM yang balelonya sama dengan kekonyolannya BEM-UI.

Intinya, kita pun mesti kritis juga, tak boleh juga loh serampangan menuduh bahwa genus-nya mahasiswa UI atau UGM atau universitas mana pun adalah begitu adanya. Itu namanya generalisasi yang ngawur juga.

Jadi, berpikir kritis itu pun ada aturannya. Bukan sekadar asal cuap-cuap, asal-menyimpulkan, asal-omong, asal-nyentrik, asal-nyinyir, asal-beda, asal-nekat, dan akhirnya malah asal-asalan.

Nekat yang tidak asal-asalan (alias berani) itu seperti misalnya nekat (beraninya) Jokowi membubarkan Petral dan lalu nekat pula mengirim Ahok untuk jadi Komisaris Utama di Pertamina.

Ahok bukannya enak-enakan dapat fasilitas plafon kartu kredit Rp 30 miliar, eh malah dilepeh begitu saja! Hehe… apakah ada yang kesetrum dengan lepehan Ahok ini? Siapa saja sih mereka yang kesetrum? Pembubaran Petral oleh Jokowi dan lepehan maut ala Ahok ini jelas bukan lip-service kan?

Di lain sisi, belum lama berselang, kader PKS di Depok ada bikin survei. Survei apa? Survei tentang status keperawanan para siswi di Kawasan Depok! Kerja model begini rupanya maha penting bagi PKS. Investasi waktu, tenaga dan uang pun digelontorkan. Alhasil, surveinya menunjukkan bahwa70 persen siswi di Kawasan Depok sudah tidak perawan! Sebuah penemuan yang spektakuler ala PKS.

Entah bagaimana metode penelitiannya, apakah sekadar wawancara atau dilakukan semacam tes di klinik, kita tidak tahu. Hanya mereka sendirilah yang tahu!

Ini aktivitas untuk tujuan apa? Tidak jelas. Padahal sudah beberapa periode kepemimpinan eksekutif (dan legislatif) di daerah Depok sana dikuasai oleh kader-kader PKS sendiri!

Apakah ini prestasi PKS? Wallahualam. Apakah penemuan survei sosial dari PKS ini berfaedah? Jawab sendirilah.  Namun yang jelas PKS mendapat doa dari BEM-UI untuk terus tegar dalam menjalankan perannya sebagai partai oposisi. Hmm… apa relevansinya ya?

Adik-adik BEM-UI mungkin bisa mewawancarai mantan Presiden PKS yang sekarang ada di Penjara Sukamiskin lantaran kasus korupsi impor daging sapi. Dan… nah ini dia, yang waktu OTT -nya itu juga sempat heboh soal istilah Fulus ‘duit pelicin’ dan Fustun ‘cewek molek’. Di situlah kemungkinan besar makna “lip-service” ‘layanan bibir’ dalam arti harafiahnya bisa diperoleh.

Kalau kita mengacu pada makna kata “kritis” itu sendiri, menurut KBBI artinya bersifat tidak lekas percaya, bersifat selalu menemukan kesalahan atau kekeliruan dan tajam dalam penganalisisan.

Berasal dari kata Yunani ‘Kritikos’ (kemampuan membuat ‘judgement’, penilaian/keputusan tertentu) yang berawal dari ‘Krinein’ (artinya ‘to separate, decide, memilah dan memutuskan), ‘Krei’ (yang maknanya ‘to sieve’, menyaring, yang juga berarti ‘discriminate’, ‘distinguish’).

Maka, kritik itu memang bukan sembarangan. Yang sembarangan itu nyinyir dan asal omong. Dan kenyinyiran itu kerap berujung pada penghinaan atau tuduhan tanpa dasar, tanpa argumentasi yang sahih. Ketimbang memberi perbandingan atau analisa yang tajam, yang korektif atau bahkan konstruktif, kenyinyiran berawal dari sekadar rasa benci yang buta dan berujung pada kepahitan dalam hidup.

Kritik itu sesungguhnya membutuhkan erudisi yang cukup, keluasan dan kedalaman pengetahuan agar bisa memilah-milah, menyaring dan membedakan, serta kahirnya melakukan penilaian tertentu. Bahkan kritik juga butuh bukan hanya kepandaian, tapi juga kebijaksanaan.

Sehingga dengan begitu, harapannya, mekanisme dialektika tesis dan anti-tesisnya jadi bermutu serta bisa naik kelas menjadi sintesis yang kreatif. Ini jelas kerja intelek dari seorang intelektual.

Belum lagi kita bicara konteks kultural di mana dialektika itu berlangsung. Pak Jokowi menyinggung soal tata-krama dan sopan santun dalam adat ketimuran kita. Kalau itu bisa dilakukan, tentu akan jadi lebih indah.

Itulah etika politik yang juga bisa memancarkan spektrum estetika (keindahan) adat istiadat. Nuansa yang kabarnya berakar dalam peradaban masyarakat Nusantara, sejak dahulu kala.

Rabu, 30 Juni 2021

Penulis merupakan pemerhati Ekonomi – Politik

Foto utama oleh pixabay.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presentasi Final dan Wisuda BI ‘Young Entrepreneur School Batch’ II 2021

    Presentasi Final dan Wisuda BI ‘Young Entrepreneur School Batch’ II 2021

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Indonesia secara kontinu senantiasa mendukung keberlangsungan pengembangan kapasitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak perekonomian nasional. Pada Kamis, 7 Oktober 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT mengadakan kegiatan pitching final ‘presentasi verbal akhir’ dan graduation ‘wisuda’ BI YES (Young Entrepreneur School) angkatan kedua tahun 2021. Acara […]

  • Menteri Keuangan Purbaya Kasih Opsi MBG Diganti 10Kg Beras

    Menteri Keuangan Purbaya Kasih Opsi MBG Diganti 10Kg Beras

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Negara ini sedang demam proyek makan bergizi gratis alias MBG. Anggaran disiapkan bak mahar perkawinan mewah, Rp71 triliun. Tapi apa daya, sampai jelang tutup buku, baru Rp13 triliun yang berhasil ditelan birokrasi. Sisanya? Menggantung di udara, bagai nasi basi di meja resepsi. Maka, muncullah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, sang juru selamat anggaran, dengan ide suci. […]

  • Penjualan Listrik PLN Semester I 2024 Tumbuh 7,54 Persen

    Penjualan Listrik PLN Semester I 2024 Tumbuh 7,54 Persen

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta |  PLN (Persero) berhasil mencatatkan penjualan listrik sebesar 149,11 terawatt hour (TWh) pada semester 1 tahun 2024, jumlah ini meningkat 7,54% atau sebesar 10,45 TWh dari periode yang sama di tahun 2023. Pertumbuhan penjualan ini ditopang peningkatan konsumsi listrik dari sektor bisnis sebesar 10,54% dan rumah tangga 8,75%. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan […]

  • Festival Ke-72 Don Bosko Kupang, SD Katolik Don Bosko 1 Raih Juara Umum

    Festival Ke-72 Don Bosko Kupang, SD Katolik Don Bosko 1 Raih Juara Umum

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekolah Dasar Katolik (SDK) Don Bosko Kupang merayakan Pesta Sekolah Yohanes Bosko ke-72 (31 Januari 1948—31 Januari 2020) dengan menghelat berbagai kegiatan yang diramu dalam rangkaian Festival Don Bosko Kupang yang diselenggarakan sejak tanggal 22—31 Januari 2020. Ketua Panitia HUT ke-72 Pesta Pelindung Sekolah Yohanes Bosko, Selfiana A.B.Kara dalam laporannya pada […]

  • 735 Warga Miskin Terima Bantuan Hukum Gratis dari Kemenkumham NTT

    735 Warga Miskin Terima Bantuan Hukum Gratis dari Kemenkumham NTT

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nusa Tenggara Timur (Kanwil Kemenkumham NTT) terus berupaya meningkatkan pelayanan pemberian bantuan hukum secara gratis melalui pendirian Pos Bantuan Hukum (Posbakum), agar lebih dirasakan oleh warga miskin dan yang sedang berhadapan dengan hukum di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) […]

  • Pertanian Modern Poco Leok Bergeliat Via PLN Electrifying Agriculture

    Pertanian Modern Poco Leok Bergeliat Via PLN Electrifying Agriculture

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Program ini menjadi bagian dari Desa Berdaya PLN, yang diproyeksikan meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta efisiensi biaya operasional petani.   Manggarai | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus menunjukkan komitmennya mendukung kemandirian masyarakat melalui program electrifying agriculture. Kali ini, PLN menyerahkan bantuan sarana pertanian kepada kelompok tani hortikultura di Poco […]

expand_less