Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Terima Komisi I DPRD Provinsi NTT, Bupati Belu Pastikan Lintas Batas Diperketat

Terima Komisi I DPRD Provinsi NTT, Bupati Belu Pastikan Lintas Batas Diperketat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

Loading

Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH., FINASIM., didampingi Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M., menerima kunjungan kerja (Kunker) Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPRD Prov. NTT) di ruang kerja Bupati Belu, pada Kamis, 1 Juli 2021.

Bupati Belu, menyampaikan, penularan Covid–19 menjadi tren isu di Belu saat ini. Tentang lintas batas, sudah dilakukan evaluasi gugus tugas satgas, bahwa sebenarnya ada isu penting terkait orang masuk keluar Belu. Regulasi nasional mengatur, apabila orang yang masuk ke Belu ketika dites antigen hasilnya negatif, wajib diisolasi lima hari. Dan, yang mendasarinya adalah dari segi medis, dalam waktu lima hari bisa terjadi dari negatif menjadi positif.

Dalam evaluasi, sebut dr. Agus Taolin, orang datang ke Belu dengan kepentingan bermacam–macam. Karena itu, petugas kadang kesulitan mengawasi orang yang bergerak. “Kita mengambil kebijakan terhadap kesulitan ini dengan memutuskan bahwa kita akan melakukan tes, mengawal mereka, dan memberikan surat pengantar untuk mereka melanjutkan perjalanan keluar dari Belu dengan dikawal dan membawa surat itu sampai ke tempat tujuan, dan melakukan karantina/isolasi mandiri di tempat tujuan. Jadi itu yang akan kita lakukan,” tuturnya.

Bupati dr. Taolin memastikan, Kabupaten Belu sama dengan kabupaten lain dalam hal mengeluarkan surat untuk pintu masuk pelabuhan darat, laut dan udara. Pemerintah akan memantau dan memberlakukan sistem masuk dengan tes antigen oleh petugas kesehatan setempat.

Bupati juga menyinggung soal Universitas Pertahanan yang sedang dibangun di Kecamatan Kakuluk Mesak bahwa sebenarnya awal mula, selain transmisi lokal dari Kupang, juga dari ratusan pekerja yang ada di sana yang kontak dengan warga lokal non suplai. “Saya beberapa kali ke sana, pertama kali kami ketemu, kami isolasi pekerja–pekerja di Unhan itu, tetapi ada yang berinteraksi. Selanjutnya mereka yang negatif jadi positif juga. Akhirnya kami masukkan di karantina. Kemarin saya lihat mereka baik–baik saja. Yang dirawat di rumah sakit ada 7 orang dan kondisinya baik. Kapasitas ICU kami masih memungkinkan dan seluruh fasilitas, kami siapkan untuk itu”, imbuh Bupati dr. Taolin.

Bupati Belu menandaskan, setiap suplai yang masuk keluar diawasi. Untuk warga lokal yang masuk dan bekerja di sana harus pakai identitas dan batasi interaksi, dan keluar masuk melaporkan ke camat atau lurah setempat. Jika ada masalah, diperiksa. “Jadi, itu tentang covid di sini, angkanya makin naik hingga ratusan. Ada beberapa daerah yang zona merah tetapi sebagian besar masih zona hijau. Transmisi lokal antar warga juga sudah terjadi. Kami sementara berjuang supaya jangan sampai makin meningkat. Seluruh pesta kita stop”, tekannya.

Bupati Belu saat berdialog dengan Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur di ruang kerjanya

Terkait lintas batas, lanjut Bupati,  masuk keluar truk volumenya besar. Ia melihat dan mendengar bahwa transaksi di sana, ratusan miliar. “Kami sempat bicara tentang bagaimana peran Kabupaten Belu terhadap lalulintas devisa yang demikian besar menggunakan fasilitas, dan dari sini bagaimana kita menyikapi itu. Tetapi, kita lihat dulu dari segi regulasi dan lain–lain, ada/tidak kita di sini. Kalau kita ada hanya mencari–cari celah untuk kita datangkan devisa untuk daerah ini tanpa kontribusi yang bernilai, tidak membebani orang. Dan untuk dagang, jangan menambah cost  yang nantinya menjadi beban. Tetapi, kalau kita menyiapkan pergudangan, kemudian repacking di daerah ini, yang menjadi nilai tambah, atau bahan–bahan setengah jadi dan lain–lain, termasuk suplai produk peternak, telur dan lain–lain”, pungkasnya.

Wakil Ketua Komisi l DPRD Provinsi NTT, Jonas Salean, S.H., M.Si. mengatakan, tujuan kedatangannya bersama rombongan ke Belu untuk melihat fasilitas–fasilitas yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat di perbatasan Motaain, supaya diberdayakan dengan baik. “Seperti pak bupati katakan, bahwa begitu banyak truk yang keluar masuk, dan yang untungnya di sebelah. Sebenarnya daerah batas mempunyai hak untuk memperoleh sesuatu sesuai dengan regulasi yang ada.  Bahwa sebenarnya di sana terdapat banyak sumber pendapatan tetapi dari Belu tidak mendapatkannya. Dan kita lihat regulasinya, sehingga kita bisa mengusulkan ke pemerintah pusat agar Pendapatan Asli Daerah (PAD ini makin baik, dan kesejahteraan masyarakat dari dana itu makin lebih baik,” ucapnya.

Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir. Emilia Julia Nomleni menyatakan rasa syukur karena bisa berada bersama-sama dengan masyarakat Belu. Tentu ada catatan– catatan yang ingin dilakukan di sini sebagaimana informasi yang didapatkan dari pemerintah Kabupaten Belu, dan juga mungkin dari masyarakat saat bertemu. “Tugas kami adalah kalau apa yang menjadi tanggung jawab provinsi kami akan lakukan. Apalagi soal perbatasan ini ‘kan  negara per negara, antar-negara. Tetapi yang paling penting adalah daerah ini bisa mendapatkan apa dari proses–proses ini. Sumber–sumber devisa yang disampaikan oleh bupati, tentu kita akan diskusikan untuk menjadi sumber pendapatan bagi kabupaten Belu,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Dr. Ince D. P Sayuna, S.H., M.Hum., M.Kn. mengutarakan, bahwa kunjungan kerja DPRD NTT ini adalah kegiatan rutin. Dan kali ini ada 2 agenda di Belu, yakni selain melihat perbatasan, juga ingin melihat problem apa yang dialami masyarakat Belu, mungkin soal tren Covid perbatasan. Karena itu, pihaknya membutuhkan informasi dari pemerintah setempat tentang apa yang sudah dan belum dilakukan; yang mesti diintervensi oleh pemerintah provinsi. “Jadi, masukan bagi kami akan kami diskusikan dengan pemerintah provinsi,” imbuhnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu, anggota DPRD Provinsi NTT dari Komisi l,  Wakil Ketua l DPRD Belu, Yohanes Jefri Nahak, S.Sos, Anggota Komisi l DPRD Belu, Eduard Mau Boy dan Manek Rofinus, S.IP.,M.Si, anggota Komisi lll DPRD Belu, Benediktus J. Hale, S.H., Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu, Cristoforus M. Loe Mau, S.E., Plt. Administrator PLBN Motaain – Engelbertus Klau, S.IP., M.Si. (*)

Penulis + foto: (*/ Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika VBL Bangkitkan Optimisme Rakyat Flores

    Ketika VBL Bangkitkan Optimisme Rakyat Flores

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Valeri Guru Satu pekan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama sejumlah pejabat penting bersafari keliling ke kabupaten-kabupaten di Pulau Flores bagian barat, mulai dari Labuan Bajo hingga berakhir di Kota Pancasila, Ende. Ada spirit besar yang digelorakan VBL di setiap titik pertemuan bersama rakyat. Ia mau membangkitkan rasa optimisme rakyatnya di Flores […]

  • Kemah Konservasi Selancar Pertama Dihelat di Sumba Barat NTT

    Kemah Konservasi Selancar Pertama Dihelat di Sumba Barat NTT

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Pertumbuhan wisata selancar dan pembangunan di daerah pesisir Sumba Barat diharapkan dapat diimbangi dengan upaya pelestarian ekosistem sekitar agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai leluhur. Waikabubak | Puluhan anak muda dari 4 (empat) desa pesisir di Kecamatan Laboya Barat, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul di Pantai Kerewei dan Pantai Watu Bela, Desa Patiala […]

  • Cegah dan Kenali Potensi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

    Cegah dan Kenali Potensi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

    • calendar_month Kam, 6 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Pariaman,gardaindonesia.id – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), memiliki modus dan karakteristik yang makin beragam dan menghawatirkan. Hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) tahun 2016, menunjukkan bahwa sebanyak 1 dari 5 perempuan yang sudah menikah pernah mengalami kekerasan psikis, 1 dari 4 perempuan mengalami kekerasan ekonomi, dan 1 dari 3 perempuan pernah mengalami kekerasan fisik […]

  • Gandeng OJK dan BRI, BI Edukasi Penerima Manfaat Bantuan Sosial Nontunai

    Gandeng OJK dan BRI, BI Edukasi Penerima Manfaat Bantuan Sosial Nontunai

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Pratyaksa Candraditya, menekankan penyaluran bantuan sosial secara nontunai akan terhubung dengan layanan perbankan.   Kupang | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersinergi dengan Dinas Sosial Kota Kupang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT dan PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Kupang menghelat edukasi dan sosialisasi program penyaluran bantuan […]

  • Kuliah Umum Psikologi Kristen IAKN Kupang Sorot Kesehatan Mental Anak

    Kuliah Umum Psikologi Kristen IAKN Kupang Sorot Kesehatan Mental Anak

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Wakil Rektor IAKN Kupang, Dr. Maryon Daniamaputra Pattinaja, Ph.D. menekankan peran psikologi dalam mendampingi tumbuh kembang anak belum banyak disorot secara luas.   Kupang | Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui Program Studi Psikologi Kristen, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen (FISKK), menghelat kuliah umum bertajuk “Kesehatan Mental Anak, Investasi Bangsa: Mencegah Stunting dengan Pola […]

  • Pesan Natal Ketua MPR RI : Kemajemukan Harus Jadi Kekuatan Utama Bangsa

    Pesan Natal Ketua MPR RI : Kemajemukan Harus Jadi Kekuatan Utama Bangsa

    • calendar_month Rab, 25 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perayaan Hari Raya Natal harus dijadikan momentum untuk memperkuat Semangat Kebinekaan. Kemajemukan agama yang ada di dalam masyarakat Indonesia, harus dijadikan sumber kekuatan utama Bangsa Indonesia. Sikap toleransi dan dukungan merupakan ruang kekeluargaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sehingga, kemajemukan yang ada di dalam masyarakat Indonesia bukan menjadi sumber pemecah belah. […]

expand_less