Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » ‘Hela Keta’ Tradisi Orang Timor Tengah Utara

‘Hela Keta’ Tradisi Orang Timor Tengah Utara

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
  • visibility 224
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Melkianus Nino

Hela Keta adalah sebutan bahasa Dawan Timor yang bermakna “buka jalan”. Hela Keta merupakan tradisi adat  istiadat orang Timor di wilayah administratif Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

‘Hela Keta’ sering diartikan oleh tua-tua adat sebagai simbol yang memiliki makna yang besar. Makna yang penting itu, sebagai lambang perkenalan dari hati ke hati. Tradisi adat yang turun – temurun dihelat dengan maksud untuk menyatukan dua insan (laki dan perempuan, red) untuk melangkah ke jenjang selanjutnya.

Penyatuan ini, bermula dari satu kerja sama yang matang yakni kesepakatan di antara orang tua kedua belah pihak. Penentuan kesepakatan sudah diselenggarakan sebelum hari dan tempat perhelatan tradisi adat ‘Hela Keta’ dilangsungkan dengan satu tujuan yang sama, demi jalannya upacara adat ini.

Tradisi adat istiadat Orang Dawan yang satu ini tidak bisa ‘terlewatkan’ begitu saja karena memiliki makna adat yang sangat mendasar dan mendarah daging. Tempat berlangsung prosesi Hela Keta berada di sungai atau kali, di mana tradisi adat dilangsungkan.

Tradisi ini, sudah diawali dengan tahap perencanaan konsep pembicaraan berawal dari adat, gereja dan pemerintah. Ketiga tungku ini, diharuskan sejalan, searah sehingga penuh kesan bermakna.

Tradisi ‘Hela Keta’ akan menjadi cerita baru ketika mengingatkan pada pertemuan para tetuah adat. Konsep yang kompleks, menurut bahasa ibu masing- masing. Entah suku Dawan, Bunak, Tetun, Kemak dan daratan Flores lainnya. Tujuannya agar yang terdahulu (leluhur, red) dapat menyaksikan dari ‘Kegelapan’ serta menyetujui maksud dan tujuan.

Persetujuan yang tidak dengan kasat mata saat binatang (Babi, Ayam dan lainya, red) disembelih sebagai persembahan terlihat pada urat nadi atau ‘Lilo’ dengan sendirinya dapat diketahui oleh tua adat yang dipercaya. Pembiasaan ini, sudah menjadi satu garis  yang tidak terpisah-pisahkan.

Tradisi adat ‘Hela Keta’, sering dilangsungkan di sungai yang memiliki air mengalir, sebagai arti untuk melepas semua masa lalu sehingga jalan menjadi terbuka. Saat darah binatang yang disembelih ‘berderai’ yang pertama dan utama yakni dibuang pada air sungai yang mengalir, dengan maksud membuang semua keluh-kesah, kebimbangan, kebencian serta masa yang lalu. Biarkan terbawa arus air .

Tulisan ini, berangkat dari kehadiran pantauan jurnalis Garda Indonesia, saat menyaksikan perhelatan tradisi ‘Hela Keta’, bertempat di Sungai Ekafalo – Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Perhelatan upacara ada ‘Hela Keta’ dihadiri oleh kedua keluarga besar serta undangan lain. Beragam pertanyaan akan ‘membenak’ bakal turut keheranan mengikuti irama di tradisi adat ini.

Tradisi ‘Hela Keta’, akan menjadi satu-kesatuan yang tak dapat terpisahkan karena telah menganut satu pepatah ‘ Tak kenal maka tak sayang’. Pepatah yang  sudah menjadi populer dan tampak di situasi adat ‘Hela Keta’.

Cenderung akan menjadikan satu suasana yang hikmah, juga indah. Keindahan tampak dari selembar Selendang Tunbaba dijadikan pengalungan cinta. Niscaya kerinduan dari kedua keluarga besar akan menjadi cerita yang tak terlupakan di momen ‘Hela Keta (*)

Penulis merupakan Pegiat Literasi dan Jurnalis

Foto utama (*/istimewa koleksi pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PB Perbakin Helat ‘Sintong Panjaitan Shooting’ Sambut SEA Games & PON 2019

    PB Perbakin Helat ‘Sintong Panjaitan Shooting’ Sambut SEA Games & PON 2019

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pergelaran Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2019 sebentar lagi dimulai. Masing-masing negara peserta kini tengah mempersiapkan para atletnya untuk meraup medali sebanyak mungkin pada even bergengsi tersebut. Menyambut agenda 2 tahunan itu Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) kini sedang menghelat sejumlah kegiatan (pertandingan) untuk memaksimalkan […]

  • Gubernur Viktor : Pemimpin & ASN Harus Mengabdi dengan Semangat Militan

    Gubernur Viktor : Pemimpin & ASN Harus Mengabdi dengan Semangat Militan

    • calendar_month Rab, 18 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Seorang manusia itu hebat kalau dia berkarya dan punya jiwa yang militan. Orang militan itu, dia tidak peduli terhadap hambatan yang ada. Dia tahan terhadap berbagai tekanan dan tantangan. Tidak mudah menyerah. Kalau dengan semangat militan pasti kita bisa capai tujuan. Baca : http://gardaindonesia.id/2019/12/16/anugerah-satya-lencana-karya-satya-bagi-asn-gubernur-viktor-asn-harus-fokus-kerja/ Demikian dikatakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat […]

  • Pesan Presiden Jokowi Kepada Kepala Daerah Terkait Kebijakan Anggaran

    Pesan Presiden Jokowi Kepada Kepala Daerah Terkait Kebijakan Anggaran

    • calendar_month Kam, 15 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah arahan kepada para kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021 yang digelar secara virtual pada Rabu, 14 April 2021. Dalam pembuka arahannya, Presiden mengingatkan bahwa jabatan yang diemban para kepala daerah adalah kehormatan sekaligus sebuah tanggung jawab yang besar sehingga para kepala daerah harus […]

  • ODP Covid-19 di Kota Kupang 14 Orang, ASN Kerja di Rumah Hingga 4 April

    ODP Covid-19 di Kota Kupang 14 Orang, ASN Kerja di Rumah Hingga 4 April

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Sejak tanggal 3—18 Maret 2020 kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Nusa Tenggara Timur NTT ada 24 orang yang sebelumnya hanya 15 orang,” terang Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere dalam sesi update informasi tentang penyebaran Covid-19 pada Kamis, 19 Maret 2020 di Media Center Kantor Gubernur NTT. […]

  • Terkait Virus Corona, BNPB Serahkan 10 Ribu Masker untuk 243 WNI di Tiongkok

    Terkait Virus Corona, BNPB Serahkan 10 Ribu Masker untuk 243 WNI di Tiongkok

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Bidang Logistik dan Peralatan mengirimkan bantuan 10 ribu lembar masker N95 untuk Warga Negara Indonesia (WNI) khususnya mahasiswa Indonesia yang berada di Wilayah Wuhan, Provinsi Hubei dan sekitarnya. Pengiriman tersebut dilakukan sebagai respon cepat BNPB atas permohonan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing terkait […]

  • PSSI NTT Tetapkan Jadwal Soeratin Cup U-13 dan U-15

    PSSI NTT Tetapkan Jadwal Soeratin Cup U-13 dan U-15

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Dibeberkan Muis, per 20 Juni 2025, sudah ada 9 tim sepak bola yang mendaftar untuk terlibat dalam Soeratin Cup U-13 dan ada 12 tim yang akan ikut dalam Soeratin Cup U-15.   Kupang | PSSI Provinsi NTT resmi menetapkan jadwal pelaksanaan Soeratin Cup U-13 dan U-15 yang dihelat mulai Sabtu, 28 Juni 2025. Event sepak […]

expand_less