Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Bila Hanya Membawa Keresahan, Buat Apa Berkuasa?

Bila Hanya Membawa Keresahan, Buat Apa Berkuasa?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Okt 2021
  • visibility 157
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Eddy Ngganggus

Tujuan berkuasa adalah untuk kesejahteraan orang yang dikuasainya. Menguasai orang lain dengan typical intimidatif adalah ciri penguasa yang kekuasaannya akan dicabik oleh orang yang dipimpinya. Karena tidak mungkin ada loyalis sejati di sekitarnya. Yang pasti ada hanyalah loyalis semu. Karena pada ihkwalnya tidak ada manusia yang suka dengan penguasa yang membawa keresahan ke dalam komunitas kekuasaannya.

Masih tidak percaya dan mau membuktikannya ? Jawabannya adalah silakan lanjutkan dan maksimalkan gaya berkuasamu, kelak akan terjawab kebenaran premis humanis di atas.

Penguasa jenis ini tidak sadar membenturkan nilai keutamaan dengan nilai keburukan ke dalam  lingkungan kerjanya . Nilai keutamaan tidak mungkin bisa dikuasi oleh keburukan. Jika tampaknya gaya berkuasa ini cocok dengan pendasaran bahwa perubahan di wilayah ini hanya bisa diubah dengan pendekatan kekuasaan model ini, saya ajak kita berkolaborasi  ide  berikut :  Kesejahteraan rakyat adalah hukum tertinggi, Salus Populli Suprema Lex Esto

Kesejahteraan rakyat adalah hukum tertinggi, asal muasalnya dari diksi latin,“Salus Populli Suprema Lex Esto”. Ini adalah konstitusi tertinggi, baik perspektif yudisial maupun perspektif etik. Tidak ada kebenaran etik di dalam gaya berkuasa yang menghadirkan keresahan bagi orang yang dipimpinnya .

Tidaklah mungkin kita mengharapkan garis lurus dengan menggunakan mistar bengkok. Seberapa pun mulia penguasa ingin membetulkan kesalahan yang ada bila sumpah jabatan yang pernah diikrarkan dilanggarnya pula? Di dalam sumpah jabatan itu berisi seluruh janji luhur untuk mempimpin secara baik dan benar. Ibarat induk bebek mengajarkan anak bebek berjalan. Dalam gaya bahasa Kupang bilang ; “mai bebek minta kepada anaknya agar kalau jalan panta jangan ba edok , padahal dia pung mai jalan panta ada ba edok bukan main“ (Induk Bebek minta anaknya agar saat berjalan jangan menggoyangkan pantat, padahal induknya melakukan hal serupa) heheh….bukankah itu ambigu ?

Belajar dari pengalaman mereka yang terjerat masuk ke dalam jeruji besi akibat melanggar sumpah jabatan. Mengira akan lolos dari jeratan hukum karena menganggap apa yang dilakukan itu benar dan masih in line atau on the track dengan sumpah jabatan sambil mengabaikan fakta keresahan yang sedang terjadi pada orang-orang yang dipimpinya adalah sebuah entry gate atau gerbang masuk menuju gerbang bui.

Menakar sisi yuridis normative dengan yuridis empiris ini menjadi awasan agar segera ambil haluan untuk “rendah hati” berbalik pada kebenaran sejati , bukan kebenaran semu. Sebab jika tidak, pemimpin seperti ini akan terus disandera oleh nafsu berkuasa tanpa fondasi nilai keutamaan. Jika tampak bersikap rohani , itu hanya kesan postingan di media sosial saja, ia tidak bisa mengubah realita buah yang di hasilkan yakni “keresahan” yang sedang mendera orang-orang yang dipimpin. Kecuali ia berbuah dengan nilai-nilai keutamaan.

Mengapa Hukum Tidak Menjerakan ?

Perilaku menyimpang dari para penguasa seakan tidak surut, terus berduplikasi. Ragam kategori perilaku menyimpang terutama dua tabiat ini yakni mencuri uang (baca korupsi), penjahat seksual, yakni asmara tidak wajar antara pria dan wanita tanpa ikatan perkawinan. Ini fenomena dominan penguasa yang sulit dijerakan, berikut ada 2 (dua) penyebab (menurut saya), jika pembaca punya yang lain, silakan ditambahkan :

  1. Karena alam sudah menetapkan kandidat terhukum untuk memenuhi jumlah orang-orang yang harus dipenjarakan. Pertanyaan reflekifnya, mengapa anda, dia, mereka, bukan yang lain?
  2. Hilangnya nurani dan jiwa negarawan pada diri penguasa. Nurani disekat oleh tumpukan materi . Selaput minim empati pada seorang penguasa berakar pada rendahnya integritas.

Ajakan

Menjadi orang kaya nilai akan menghindarkan penguasa dari predikat pembawa keresahan. Salah satu jalan menuju ke sana adalah dengan banyak bergaul, diskusi, berteman dengan ragam orang yang kaya nilai. Mereka itu bisa manusia, bisa buku. Santu Thomas Aquinas menyindir orang yang minim bergaul dengan buku sebagai “homo unius libri“ atau manusia satu buku.

Ayo mari berubah, bergaul dengan lebih banyak orang atau lebih dari satu buku. Semoga.

Foto utama (*/istimewa—koleksi pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Papua Tengah Tetapkan Pendidikan Gratis Pelajar SMA SMK

    Pemprov Papua Tengah Tetapkan Pendidikan Gratis Pelajar SMA SMK

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Berbekal adanya kebijakan ini, seluruh biaya sekolah ditanggung pemerintah, sehingga diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga sekaligus menekan angka putus sekolah di Papua Tengah.   Nabire | Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menerapkan program pendidikan gratis untuk 24.481 siswa SMA/SMK di delapan kabupaten pada 2025. Program ini mencakup 124 sekolah, baik negeri maupun swasta, dan […]

  • Dugaan Politik Uang Kader Golkar Resmi Dilaporkan ke Bawaslu

    Dugaan Politik Uang Kader Golkar Resmi Dilaporkan ke Bawaslu

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Tim Penasihat Hukum SIAGA resmi membuat laporan pengaduan kepada Bawaslu NTT terkait dugaan politik uang yang dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas di Desa Tunbaun Kabupaten Kupang. Dugaan kasus politik uang itu dinilai telah merusak demokrasi dan merugikan pasangan calon lain dalam Pilgub NTT. Oleh karena itu, Bawaslu sebagai lembaga yang […]

  • Wujud Prestasi BKD NTT – Luncurkan ‘Assessment Center’

    Wujud Prestasi BKD NTT – Luncurkan ‘Assessment Center’

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan apresiasi Kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTT dan seluruh jajaran yang membuat sebuah prestasi untuk menunjukkan sebuah kemajuan kualitas pelayanan seluruh ASN pada lingkup Pemprov NTT. Hal tersebut disampaikan Gubernur Viktor saat peresmian Assessment Center dan peluncuran Penilaian Kompetensi Berbasis CAT, pada Senin, […]

  • PLN Siap Pasok Listrik di Perbatasan Papua Nugini

    PLN Siap Pasok Listrik di Perbatasan Papua Nugini

    • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan listrik antar-negara di Desa Wutung, batas wilayah Indonesia dan Papua Nugini. Sebagai tindak lanjut kunjungan bilateral Presiden RI Joko Widodo pada Juni lalu, membahas kerja sama Indonesia dan Papua Nugini, PLN melakukan pertemuan dengan perwakilan pemerintah Papua Nugini, pada Jumat, 14 Juli 2023. Pada momen […]

  • Kantor Bahasa NTT Helat Festival Tunas Bahasa Ibu Bahasa Abui

    Kantor Bahasa NTT Helat Festival Tunas Bahasa Ibu Bahasa Abui

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Alor, Garda Indonesia | Upaya menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap bahasa dan sastra daerah NTT terus digalakkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Kantor Bahasa Provinsi NTT menghelat Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Destinasi Wisata Kota (Deswita) Kalabahi, Alor. FTBI Bahasa Abui ini dihelat […]

  • PLN UIW NTT Rajut Harmoni dengan Pelanggan Setia

    PLN UIW NTT Rajut Harmoni dengan Pelanggan Setia

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Loading

    Mengusung tema “Pelanggan Hebat, Energi Bersahabat”, jalinan harmoni ini menjadi momen penting bagi PLN untuk menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan loyalitas pelanggan.   Kupang | Memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) tahun 2025, manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) mengadakan kunjungan istimewa ke dua rumah sakit terbesar di Kota […]

expand_less