Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Dana Desa Semestinya Kurangi Angka Kemiskinan

Dana Desa Semestinya Kurangi Angka Kemiskinan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 3 Nov 2018
  • visibility 115
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Josef Nae Soi, Gubernur 2 NTT menegaskan pengalokasian Dana Desa (DD) bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan harus dikelola secara optimal demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Garda terdepan dari republik ini adalah desa. Ada adagium lama yakni desa makmur,negara kaya. Sebaliknya desa melarat, negara bingung,” kata Josef Nae Soi saat membuka dan menjadi Keynote speakers pada Seminar Nasional Akuntansi Sektor Publik di Aula Politeknik Negeri Kupang, Jumat (2/10/18). Seminar yang digagas Jurusan Akuntansi itu mengangkat tema Optimalisasi Dana Desa Sebagai Pengungkit Ekonomi Daerah.

Sebagai salah satu perumus Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Josef menjelaskan dasar dari lahirnya UU ini adalah bonum commune atau kebaikan bersama. Kesejahteraan masyarakat adalah hukum tertinggi.

“Dengan UU ini, negara wajib hukumnya sediakan dana untuk pembangunan di desa. Ini sangat menguntungkan bagi masyarakat. Tetapi sekaligus rangsangan untuk mereka (kepala desa,red) yang tidak biasa mengelola keuangan dalam jumlah besar, ” ujar Gubernur 2 NTT.

Hal ini, menurut Josef Nae Soi, dapat menciptakan beban sekaligus masalah bagi para kepala desa. Untuk itu, butuh daya tumpu dan pengungkit agar para kepala desa dapat keluar dari masalah tersebut.

“Harus diingat, yang paling berkuasa dalam pemanfaatan Dana Desa bukanlah kepala desa melainkan Musyawarah Desa. Musyawarah ini melibatkan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan. Mereka semua harus diikutsertakan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan di desa, ” jelas Josef Nae Soi.

Lebih lanjut, Josef menguraikan jumlah Dana Desa untuk Provinsi NTT terus bertambah. Tahun 2015 berjumlah Rp 800 miliar lebih, 2016 sebanyak Rp. 1,8 triliun lebih. Tahun 2017 meningkat sekitar Rp 2,3 triliunan, serta Tahun 2018 bertambah menjadi 2,5 triliun lebih. Ditambah lagi intervensi dari APBD baik Provinsi dan Kabupaten, jumlah dana ke desa semakin banyak.

“Uang sebanyak itu tidak akan berdaya guna kalau pengelolaannya tidak bagus atau manajemennya tidak profesional. Saya mengajak para mahasiswa khususnya mahasiswa akuntasi untuk memberikan pendampingan bagi para kepala desa,” pinta Gubernur 2 NTT.

Josef Nae Soi juga mengapresiasi pelaksanaan seminar dan berharap dapat menghasilkan cara-cara baru dalam mengoptimalkan Dana Desa sebagai daya pengungkit perubahan di desa.

“Mesti hasilkan pemikiran yang cerdas dan operasional. Agar Dana Desa sungguh buat desa maju, ada nilai tambah bagi pengembangan ekonomi produktif di desa. Tentu dengan penggunaan dana yang efektif dan efisien, ” pungkas Josef Nae Soi.

Direktur Politeknik Negeri Kupang, Nonce Farida Tuati, SE, M. Si menanggapi secara positif ajakan Wagub. Menurutnya, Dana Desa telah menciptakan banyak perubahan di desa seperti sarana dan prasarana desa yang semakin baik serta tingkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun masih juga terdapat kesalahan dan kekurangan dalam pengelolaan Dana Desa.

“Kiranya seminar hari ini dapat memberikan masukan konstruktif bagi pemanfaatn Dana Desa. Kami siap bantu Pemerinntah Provinsi. Kami punya kurang lebih 1.000 mahasiswa siap turun ke lapangan, ke desa untuk berkolaborasi dengan pemerintah desa. Kami juga punya teknologi yang bisa digunakan untuk memberdayakan masyarakat, mengelola hasil olahan masyarakat,” pungkas Nonce.

Narasumber pada kegiatan seminar tersebut adalah Kasubdit Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa Direktorat Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemerintah Desa Dirjen Bina Pemerintahn Desa, Dra. Farida Kurnia Ningrum,MM serta Direktur Lembaga Pemberdayaan Masyarakt Mandiri, Ir. Eka Ristri Darmayanti, S. Si, MT. (*/humas)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelayanan Prima ke Masyarakat, Rudenim Kupang Gandeng BRI

    Pelayanan Prima ke Masyarakat, Rudenim Kupang Gandeng BRI

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang menjalin kerja sama dengan Bank Republik Indonesia (BRI) untuk memberikan pelatihan budaya pelayan prima, pada Senin, 23 Mei 2022. Pelatihan budaya pelayanan prima tersebut diikuti oleh pejabat struktural serta pegawai dan pegawai pemerintah non pegawai negeri (PPNPN) di lingkungan Rudenim Kupang dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WITA—selesai. […]

  • Prabowo Ingin Kereta Whoosh Melintas Hingga Banyuwangi

    Prabowo Ingin Kereta Whoosh Melintas Hingga Banyuwangi

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Loading

    Menanggapi hal tersebut, General Manager Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunnisa, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung sepenuhnya rencana tersebut.   Jakarta | Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya agar jaringan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Whoosh tidak berhenti di Surabaya, tetapi terus diperpanjang hingga ke Banyuwangi. Rencana ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperluas konektivitas transportasi […]

  • Mendagri Ajak Kepala Daerah untuk  Berinovasi dalam Pelayanan Publik

    Mendagri Ajak Kepala Daerah untuk Berinovasi dalam Pelayanan Publik

    • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengungkapkan kesiapannya dalam menjalankan perintah Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam membangun sinergi dan menciptakan inovasi dalam pelayanan publik di sela acara Opening Ceremony International Public Service Forum 2018 di Jakarta Convention Center Senayan, (Rabu,7/11/18). “Saya kira bagaimana tadi arahan bapak Wapres bahwa kunci suatu keberhasilan pemerintahan […]

  • Mahfud MD & Tito Karnavian Tinjau Kesiapan Pilkada Serentak di NTT

    Mahfud MD & Tito Karnavian Tinjau Kesiapan Pilkada Serentak di NTT

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Dalam kunjungan kerjanya ke kawasan perbatasan Motaain Timor Leste di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 18 Juni 2020, Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan kesiapan pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2020. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/06/18/menko-polhukam-mendagri-kunjungi-perbatasan-motaain-timor-leste/ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) […]

  • PLN & Bupati Sikka Serahkan BLT dan Token Listrik Gratis di Desa Wolonterang

    PLN & Bupati Sikka Serahkan BLT dan Token Listrik Gratis di Desa Wolonterang

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Maumere-NTT, Garda Indonesia | Sebagai bentuk kerja nyata, pada Kamis, 25 Juni 2020, PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Flores Bagian Timur bersama Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos berkunjung ke Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Token Listrik Gratis kepada masyarakat sekitar […]

  • Mutasi di Lingkup Pemkot Kupang, Wali Kota Lantik 413 Pejabat

    Mutasi di Lingkup Pemkot Kupang, Wali Kota Lantik 413 Pejabat

    • calendar_month Sel, 1 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore pada Senin sore, 31 Mei 2021, melantik dan mengambil sumpah jabatan 413 orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, terdiri dari 75 pejabat pengawas (eselon 3), 291 pejabat administrator (eselon 4), 7 orang kepala TK, 26 orang Kepala SD dan 14 orang Kepala […]

expand_less