Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » “Misa Metan” Tradisi Adat Orang TTU Memperingati Hari Arwah

“Misa Metan” Tradisi Adat Orang TTU Memperingati Hari Arwah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 3 Nov 2021
  • visibility 156
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Melkianus Nino

Setiap  pergantian tahun tepat di tanggal 2 November, di pekuburan umum maupun pekuburan keluarga menjadi agenda penting semua sanak famili, anak-cucu, cece-cicit berkunjung ke pemakaman penuh kenangan di masa-masa lalu. Bukan dengan tangan hampa namun, memberi makna besar sembari membawa lilin dan bunga rampai untuk ditaburkan pada makam keluarga.

Tidak sekadar itu, sanak keluarga turut membawa hewan seperti Ayam ataupun Babi untuk disembelih, sesajen berupa makanan dan minuman sebagai persembahan. Menyimbolkan ungkapan isi hati yang terdalam. Memberi arti dalam ucapan , sepatah kata dan limpah terima kasih kepada para leluhur dan sebagian keluarga  yang telah mendahului oleh panggilan dari-Nya.

Hari yang penuh pesan dan kesan, bagi kita untuk sekiranya bergumul dalam doa dan memohon kiranya mereka akan menjadi pendoa bagi  kita yang masih berziarah di bumi ini.

Ungkapan doa dibarengi dengan  membakar lilin (Tot Nini), menabur bunga (Tahoeba fula) serta melakukan ritual adat  (Sona Baki) di hari Arwah ( Misa Metan) menurut tradisi orang Timor Tengah Utara (TTU).

Setelah melalui tahapan perayaan misa perdana usai dilangsungkan dengan pemberkatan pemakaman secara keseluruhan menurut  tradisi gerejawi Katolik. Sebagai ungkapan hari arwah orang beriman menandakan bahwa gereja turut mempersatukan jiwa-jiwa orang beriman yang dipanggil oleh sang khalik .

Peringatan Hari Arwah (Misa Metan) ini, dihelat di Pekuburan Buki – Kunion, Desa Tun’noe Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Perhelatan tradisi Misa Metan dipadati Keluarga besar dari berbagai daerah di bilangan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bahkan dari daerah perantauan pun berbondong-bondong datang turut menghadiri upacara Misa Metan.

Upacara adat Misa Metan merupakan suatu tradisi yang sudah turun-temurun  diselenggarakan di momentum Hari Arwah. Sebagai maksud, di mana seseorang diberi nama arwah (kanaf Nitu). Mengartikan bahwa, seseorang hadir dan hidup di dunia untuk mengenang sebutan (kanaf atau nama) tersebut.

Selain itu, ada filosofi “Nek Mese  nek alekot”  ini, mengartikan sebagai satu hati satu kebaikan.  Sehingga terjadi penyatuan  antara Nenek, Moyang, Leluhur dan Keluarga yang ditinggalkan.

Filosofi  demikian, akan memberi sebuah gambaran cerita tentang kenangan silam yang tak bisa ditinggalkan begitu saja.

Tradisi “Misa Metan” dihelat orang TTU, dengan maksud agar dapat mempersatukan, mempertemukan antara gelap dan terang dari para leluhur (nenek moyang, red) dengan seseorang yang hidup dan hadir di dunia akan diberikan berkat, rezeki dan jalan kebaikan nantinya.

Tradisi hari Arwah ( Misa Metan) selalu menjadi hal lumrah bagi setiap insan hidup yang masih berkelana. Karena satu tradisi  yang saling mengikat, menyatukan dan tidak bisa terpisah begitu saja serta telah mendarah daging hingga  generasi sekarang.(*)

Penulis merupakan Pegiat Literasi dan menetap di Atambua

Foto utama (*/roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warisan waktu

    Warisan waktu

    • calendar_month Rab, 26 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Yelinri Juana Martha Taosu Kupang-NTT, Garda Indonesia | Penggalan puisi oleh Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Semester 4 Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Perihal menunggu Mati Ia telah menyisipkan beberapa pucuk doa Di saku langit Sebelum meninggalkan tatapnya pada malam yang tengah lahap mengunyah remah-remah senja Setibanya di […]

  • Kapal Cantika Terbakar, 14 Korban Meninggal dan 226 Orang Selamat

    Kapal Cantika Terbakar, 14 Korban Meninggal dan 226 Orang Selamat

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kapal motor (KM) Express Cantika 77 tujuan Kupang – Alor berangkat meninggalkan Pelabuhan Tenau Kupang menuju Alor pada Senin, 24 Oktober 2022 Pukul 11.00 WITA; membawa penumpang sebanyak 167 orang dan kru kapal sebanyak 10 orang. Laporan intelijen menyebutkan bahwa sekitar pukul 13.40 WITA, KM Express Cantika 77 tujuan Kupang – […]

  • Hai Perempuanku

    Hai Perempuanku

    • calendar_month Sen, 11 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Waibalun-Flotim, Garda Indonesia | Seuntai refleksi perjalanan hidup sosok perempuan tangguh dengan konsistensi mempertahankan budaya tenun di Waibulan Kabupaten Flores Timur (Flotim) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Refleksi ini ditulis oleh Helmy Tukan,S.Pd., yang berprofesi sebagai guru di SDI Waibalun, selain sebagai pendidik, Helmy aktif sebagai pegiat literasi, dan pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Flotim. Hai […]

  • Kapolda Sumut Imbau Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Gereja GBKP

    Kapolda Sumut Imbau Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Gereja GBKP

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Medan, Garda Indonesia | Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si. bersilaturahmi kamtibmas dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat bertempat di Gereja Batak Kristen Protestan (GBKP) Runggun Griya Klasis Medan Namorambe Pancur Batu, pada Sabtu, 25 April 2020. Didampingi PJU Polda Sumut, Irjen Martuani tiba di GBKP Runggun Griya sekira pukul 09.40 WIB dan […]

  • ‘Netralitas TNI & Polri’, Tentukan Kualitas Demokrasi Indonesia

    ‘Netralitas TNI & Polri’, Tentukan Kualitas Demokrasi Indonesia

    • calendar_month Sel, 22 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | “Salah satu faktor yang ikut menetukan kualitas demokrasi adalah netralitas TNI dan Polri dalam Pemilu”, tegas Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Hal ini merupakan amanah reformasi yang diatur dalam TAP MPR RI Nomor VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri dan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. “Dalam […]

  • Idul Adha, Makna dan Sejarahnya

    Idul Adha, Makna dan Sejarahnya

    • calendar_month Kam, 29 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Hari Idul Adha biasanya ditetapkan beberapa bulan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Idul Adha yang dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban, identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, hingga domba. Penyembelihan hewan kurban ini tentu memiliki tata cara tersendiri sehingga tidak sembarang orang dapat melakukannya. Hari Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban? […]

expand_less