Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » ‘Myopic’ Syarief Hasan tentang Warisan Utang Negara Rp.7 Ribu Triliun

‘Myopic’ Syarief Hasan tentang Warisan Utang Negara Rp.7 Ribu Triliun

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 1 Mar 2022
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Mengapa disebut rabun (myopic)? Kondisi tersebut, ketika seseorang mengalami kesulitan untuk melihat objek dengan jelas. Berat sebelah pula, jadinya buram.

Pak Syarief Hasan (Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat), seperti diliput TribunNews.com (Sabtu, 26 Februari 2022), di bawah judul berita “Demokrat Ungkap Jokowi Bakal Wariskan Utang Rp 7 Ribu Triliun Kepada Generasi Milenial”, mengatakan:

“Utang kita itu baik pemerintah swasta maupun pemerintah dan swasta sudah 41 persen lebih. Hampir kurang lebih Rp 7.000 triliun. Artinya kewajiban kita membayar utang itu sangat luar biasa. Artinya secara terus terang itu APBN kita tidak sehat.”

Dengan segala hormat, sebentar saja kita ingin mengomentari pernyataan publik politisi senior Partai Demokrat yang juga mantan Menteri Negara Koperasi & UKM di era SBY ini. Sekarang beliau juga sebagai Wakil Ketua MPR-RI.

Konteksnya adalah beliau mewakili Partai Demokrat menyoroti hasil survei yang menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih memiliki tingkat kepuasan yang tinggi di masyarakat.Dan hal itu olehnya dinilai kontradiktif dengan kenyataan yang ada di masyarakat. Di mana salah satu kontradiksinya adalah posisi utang Indonesia yang mencapai hampir kurang lebih Rp.7 ribu triliun.

Karena ini adalah pernyataan di ruang publik, tentu boleh juga kita tanggapi di ruang yang sama.

Seperti sudah berkali-kali coba diterangkan oleh Menkeu Sri Mulyani (juga di ruang publik), bahwa membaca (neraca) keuangan negara itu mesti menyeluruh.

Kita paham, bahwa menyeluruh itu artinya mesti melihat sisi neraca yang lengkap. Yaitu, aspek Utang (kewajiban) dan aspek Modal (ekuitas) di satu sisi, yang diimbangi dengan aspek Aset (harta) di sisi sebelahnya.

Cepat saja, kita mengacu ke Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2020 (yang terbit tahun 2021) dan sudah diaudit oleh BPK-RI. Beginilah posisi neraca keuangan negara kita:

Total Aset per tahun 2020 adalah Rp.11.098,67 triliun. Terdiri dari Aset Lancar Rp.665,16 triliun, Investasi Jangka Panjang Rp.3.173,07 triliun, Aset Tetap Rp.5.976,01 triliun, Piutang Jangka Panjang (neto) Rp.59,32 triliun, dan Aset Lainnya (neto) sebesar Rp.1.225,10 triliun.

Nah, aset ini dibiayai dari sisi kewajibannya (Utang) dan Modal (ekuitas), yang tergambar sebagai berikut:

Kewajiban di tahun 2020 adalah sebesar Rp.6.625,47 triliun. Terdiri dari Kewajiban Jangka Rp.701,60 triliun dan Kewajiban Jangka Panjang Rp.5.923,87 triliun.

Dengan demikian, jumlah Ekuitas per tahun 2020 adalah sebesar Rp.4.473,20 triliun.

Apakah Utang yang Rp.6.625,47 triliun di tahun 2020 itu ada kenaikan dibanding tahun sebelumnya (2019)? Ya, ada kenaikan, Utang di tahun 2019 adalah sebesar Rp.5.340,22 triliun. Tetapi…

Tetapi jumlah kekayaan (total aset) negara kita pun juga naik. Dari Rp.10.467,63 triliun di tahun 2019, naik di tahun 2020 menjadi Rp.11.098,67 triliun!

Jadi, jika diukur dalam indikator rasio solvabilitas (debt to asset ratio), yaitu metrik utama yang digunakan untuk mengukur kemampuan negara (maupun perusahaan) dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka panjangnya: masih sangat aman!

Catatan tambahan saja, sebelum tahun 2019, yaitu di tahun 2018, Kementerian Keuangan juga pernah mencatat bahwa total aset negara mencapai Rp.5.728,49 triliun.

Aset tersebut terdiri dari Barang Milik Negara (BMN) yang tersebar di Kementerian/Lembaga (K/L). Artinya, jumlah ini melesat tiga kali lipat dari Rp.1.538,18 triliun selama kurun waktu 2007—2018.

Semoga generasi milenial yang cerdas-cerdas itu bisa memahami artinya.

Selasa, 1 Maret 2022

Penulis merupakan Pendiri & Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (LKS) PERSPEKTIF

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permabudhi Apresiasi Pemkot Kupang Perhatikan Ruang Toleransi

    Permabudhi Apresiasi Pemkot Kupang Perhatikan Ruang Toleransi

    • calendar_month Kam, 20 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang | Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) wilayah NTT menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memperhatikan ruang toleransi. Perhatian yang diberikan berupa memfasilitasi kegiatan keagamaan umat Buddha, seperti Dharma Shanti Waisak tingkat Kota Kupang tahun 2024 (pertama kali dihelat). Sebelumnya, pada tahun 2023, Pemkot Kupang juga memfasilitasi perwakilan umat Buddha mengikuti Swayamvara Tripitaka Gatha tingkat […]

  • Selisik Makna Relief Monumen dan Kiprah Sobe Sonbai III

    Selisik Makna Relief Monumen dan Kiprah Sobe Sonbai III

    • calendar_month Rab, 26 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Loading

    Natun Lulut Ma Lekat Uis Nenoabiten Fatu Bian Ma Haube Bian..Sin Lekat Ma Sin Lulut.. Talantia Anbi Neno Le,i Hit Ta Ekum Ta Tef Natuin Sa Le An Fani Nu,u Mese Neu Le Sufa Ka,Uf An Bi Pahbi Timo… Takaf Natonon An Bi Pah Ma Nifu Bi Timo An Fani Takaf Maknanya.. “Seperti telah ditetapkan […]

  • Kemen PPPA Pastikan Perempuan dan Anak di Palu & Donggala Terlindungi

    Kemen PPPA Pastikan Perempuan dan Anak di Palu & Donggala Terlindungi

    • calendar_month Kam, 11 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Palu,gardaindonesia.id  | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, melakukan kunjungan dan berdialog langsung dengan masyarakat penyintas gempa. Kedukaan yang mendalam melihat kondisi masyarakat palu, terutama kondisi perempuan dan anak pasca gempa ini. “Saya sangat bersedih atas bencana yang melanda kita saat ini, tapi kita tidak boleh patah semangat, kita tetap harus berjuang untuk mempertahankan […]

  • PLN & Perusahaan China Teken Kerja Sama Pengembangan EBT

    PLN & Perusahaan China Teken Kerja Sama Pengembangan EBT

    • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Beijing, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) kembali melakukan kesepakatan bisnis untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Dalam kunjungan bisnis ke China, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo melakukan site visit ke perusahaan konstruksi Engineering, Procurement, Construction (EPC) China Communications Construction Dredging Co., Ltd (CCCC) di Beijing, sekaligus untuk menyepakati kerja sama pengembangan transisi […]

  • Merger Pelindo I—IV Disorot Ketua Umum BPNEI Khairul Mahalli

    Merger Pelindo I—IV Disorot Ketua Umum BPNEI Khairul Mahalli

    • calendar_month Sen, 13 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua umum Badan Nasional Peningkatan Ekspor Indonesia (BNPEI) Khairul Mahalli angkat suara perihal merger Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III, dan IV, dalam pernyataannya yang diterima redaksi pada Senin siang, 13 September 2021. Khairul Mahalli menyampaikan merger Pelindo I—IV tersebut bisa menimbulkan dampak positif dan negatif bila dilihat dari sisi tupoksi […]

  • Kepala BNN RI Beri Kuliah Umum & Tanda Tangan MoU dengan Undana

    Kepala BNN RI Beri Kuliah Umum & Tanda Tangan MoU dengan Undana

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H., berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam lawatannya Kepala BNN RI berkesempatan memberikan kuliah umum di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) bersama dengan Rektor Undana Prof. Ir. […]

expand_less