Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » PLTP Ulumbu, Langkah Nyata PLN Kurangi Emisi Karbon

PLTP Ulumbu, Langkah Nyata PLN Kurangi Emisi Karbon

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

Loading

Manggarai, Garda Indonesia | Pengembangan pembangunan energi baru terbarukan (EBT) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu berkapasitas 2 x 20 MW berlokasi di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT); memasuki tahap pengurusan izin penetapan lokasi.

Pengembangan pembangkit listrik yang ramah lingkungan di PLTP Ulumbu merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang termuat dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021 – 2030 yang memprioritaskan penggunaan pembangkit listrik berbasis EBT sebesar 51 persen.

Komitmen PLN terhadap pengembangan EBT merupakan wujud transformasi PLN sesuai pilar “Green” yakni menghadirkan energi yang ramah lingkungan dengan memperhatikan sustainable developement untuk masyarakat dan lingkungan yang berada pada ring-1 pembangunan.

Wahidin, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, mengatakan saat ini dunia global sedang menghadapi krisis perubahan iklim dan pemanasan global, pengembangan PLTP Ulumbu adalah langkah nyata PLN untuk menyediakan tenaga listrik yang renewable, dan ramah lingkungan, sehingga ketergantungan penyediaan energi listrik dari bahan bakar fosil dapat direduksi secara bertahap.

“Pulau Flores memiliki potensi panas bumi mencapai 902 MW yang belum dimanfaatkan secara optimal, tersebar di 16 titik dan di antaranya ada di Ulumbu, Mataloko, dan Sokoria, sehingga potensi ini mampu menjadi sumber listrik utama di sistem Flores,” ujar Wahidin.

Tidak hanya itu, pemanfaatan energi panas bumi menjadi energi listrik merupakan cerminan langkah strategis pemerintah Indonesia melalui PLN untuk menjalankan langkah konkret konsensus negara – negara G20 “Bali Compact” tentang percepatan target Net Zero Emission (NZE).

Saat ini, beroperasinya PLTP Ulumbu exsisting mampu memenuhi hanya sebagian kebutuhan energi listrik di kabupaten Manggarai, dan melalui program penambahan kapasitas 2 x 20 MW maka ke depan Ulumbu tidak hanya mencukupi kebutuhan listrik kabupaten Manggarai saja, tetapi mampu menyuplai kebutuhan energi untuk sistem pulau Flores.

Untuk menyediakan tenaga listrik bagi pelanggan yang ada di pulau Flores, PLN mengeluarkan total biaya produksi listrik sebesar Rp 2.000,- per kwh dan harga tarif dasar listrik yang dibebankan kepada pelanggan golongan (R-1/TR) dengan batas daya 900 Va sebesar Rp1.352  – per kwh, untuk pelanggan golongan (R-1/TR) dengan batas daya 1300 VA sebesar Rp 1.444,70 – per kwh.

“Ada beban subsidi yang ditanggung oleh pemerintah, krisis energi yang terjadi akan semakin membebani pemerintah dan masyarakat, karena biaya energi listrik akan meningkat jika tidak ada langkah dan upaya yang signifikan, oleh karena itu pengembangan Ulumbu adalah sebuah keharusan,” lanjut Wahidin.

Guna menyukseskan pengembangan Ulumbu, tentunya PLN  harus bekerja sama dan berkolaborasi dengan para stakeholder agar program ini dapat berjalan lancar. Lebih dari itu, segala proses dan tahapan pembangunan yang berlangsung akan dikoordinasikan dan diharmonisasikan dengan peraturan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun di daerah, serta yang terpenting adalah harus berjalan beriringan dengan kelompok masyarakat adat, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh industri dan masyarakat secara luas.

Wahidin menambahkan, jika pihaknya ke depan akan melaksanakan program perluasan pembangunan PLTP Ulumbu dengan mengedepankan asas kemanfaatan yang nyata bagi masyarakat terutama masyarakat yang berada pada ring-1 pembangunan, baik itu pada proses awal seperti proses pra konstruksi, konstruksi, dan tentunya pada proses pengoperasian nantinya.

“Pengembangan Ulumbu mampu menambah produksi energi listrik yang ramah lingkungan, kemudian akan meningkatkan pajak pendapatan daerah, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk daerah, menumbuhkan dan meningkatkan industri lokal, menciptakan lapangan pekerjaan, dan yang paling penting timbulnya pelestarian lingkungan,” tandas Wahidin.

Proses transisi energi yang dijalankan oleh PLN saat ini dengan mengembangkan pemanfaatan potensi panas bumi Ulumbu yang ada di kabupaten Manggarai sejalan dengan road map percepatan bauran energi terbarukan sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional serta penurunan emisi gas rumah kaca, yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. (*)

Sumber (*/Tim Komunikasi UIP Nusra)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 118 Sampel Swab Diperiksa, 2 Positif Covid-19 dari Ende, Total 99 Kasus di NTT

    118 Sampel Swab Diperiksa, 2 Positif Covid-19 dari Ende, Total 99 Kasus di NTT

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hari ini sebanyak 118 swab diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, terkonfirmasi dua yang positif Covid-19, ” ujar Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam sesi jumpa pers bersama awak media pada Rabu siang, 3 […]

  • Upacara Tawur Kesanga Khusyuk, Pawai Ogoh-ogah Diguyur Hujan

    Upacara Tawur Kesanga Khusyuk, Pawai Ogoh-ogah Diguyur Hujan

    • calendar_month Kam, 7 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Upacara Tawur Kesanga Umat Hindu Kota Kupang dalam menyambut datangnya Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941, pada Rabu, 6 Maret 2019 pukul 15.00 WITA—selesai dilaksanakan di Bundaran Tirosa Kota Kupang NTT, berjalan lancar. Upacara Tawur Kesanga yang dipimpin oleh Pinandita Adi Diksita I Gusti Made Putra Kusuma, Adi Bhawati I […]

  • PLN Ubah Lahan Kritis Jadi Produktif, Kembangkan Ekosistem Biomassa

    PLN Ubah Lahan Kritis Jadi Produktif, Kembangkan Ekosistem Biomassa

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Tasikmalaya | Upaya pengembangan ekosistem biomassa berbasis pertanian terpadu yang diinisiasi oleh PT PLN (Persero) melalui sub holding PT PLN Energi Primer Indonesia bakal mengubah lahan yang sebelumnya kritis menjadi lebih hijau dan produktif. Upaya ini akan memanfaatkan 1,7 juta hektare dari 14 juta hektare lahan kritis yang tersebar di seluruh tanah air. Wakil Menteri […]

  • Telisik Cara Penyerahan Uang Komitmen Fee Agar Tak Terlacak KPK

    Telisik Cara Penyerahan Uang Komitmen Fee Agar Tak Terlacak KPK

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Loading

    Sudah deal fee 10%, lalu bagaimana cara menyerahkan uang dalam jumlah besar? Transfer jelas tak mungkin. Inilah yang mau saya bahas. Bagian ini, bisa dikatakan seni korupsi paling menakjubkan, hanya ada di negeri ini. Kalau kemarin kita bahas komitmen fee dari sisi “teori konspirasi warung kopi”, maka sekarang kita buka pintu ke ruang paling remang, […]

  • Folemako—Tradisi Makan Adat dari Kabupaten Timor Tengah Utara

    Folemako—Tradisi Makan Adat dari Kabupaten Timor Tengah Utara

    • calendar_month Ming, 21 Jun 2020
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Loading

    Naiola | Begitu banyak tradisi makan adat [budaya tradisional] yang menjadi budaya daerah di 22 kab./kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); salah satunya adalah tradisi makan bersama secara adat di Kabupaten Timor Tengah Utara (T.T.U). Folemako (dibaca Fole’ Mako’) merupakan tradisi turun temurun masyarakat adat dari semua suku yang berada di bawah tiga wilayah kerajaan/swapraja […]

  • Petani Sawah Tadah Hujan di Manggarai Timur Kekurangan Air

    Petani Sawah Tadah Hujan di Manggarai Timur Kekurangan Air

    • calendar_month Ming, 8 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Loading

    Borong, Garda Indonesia | Beberapa hektar tanaman padi di desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terancam gagal panen. Gradus Amput, petani asal Kampung Paka, Desa Gurung Liwut, Kabupaten Manggarai Timur pada Minggu, 8 Januari 2023, mengatakan hujan tidak turun sejak dua minggu kemarin sampai sekarang. Akibatnya, kondisi sawah […]

expand_less