Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Jelajah Musik Tradisional Timor dengan Inovasi Instrumen Gaya Baru

Jelajah Musik Tradisional Timor dengan Inovasi Instrumen Gaya Baru

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 26 Nov 2022
  • visibility 105
  • comment 0 komentar

Loading

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi kaya warisan budaya, adat istiadat, bahasa, dan musik tradisional. Salah satu jenis budaya yang mengakar kuat pada masyarakat NTT adalah budaya tutur atau lisan. Tradisi ini ada dalam kehidupan, mulai dari ritual adat, syair gembala saat menggembalakan ternak, nyanyian saat panen hasil kebun, membangun rumah adat, hingga nyanyian penghiburan di acara kedukaan.

Di berbagai daerah termasuk di daratan Pulau Timor, seseorang yang fasih berbahasa daerah, memiliki status sebagai penutur yang bisa melantunkan syair tradisional. Dalam perjalanannya, tidak adanya pengarsipan membuat sulitnya pewarisan syair-syair tersebut ke generasi selanjutnya. Hal ini menjadi keresahan karena di dalam syair terkandung makna/nilai kehidupan yang sangat tinggi.

Kehadiran musik cukup berpengaruh dalam dinamika sosial masyarakat. Musik juga mampu menetralkan kondisi perasaan manusia termasuk juga sebagai “agen” pemberitaan sosial budaya. Dalam hal ini, setiap lirik lagu mampu memberi pengetahuan baru kepada pendengar. Kini, penyajian musik beragam, hal ini mempermudah dalam menikmati, memahami dan memaknai musik.

Di generasi saat ini, musik bisa mudah diterima apabila relevan dan mengikuti zaman. Kenyataannya musik tradisional memiliki sedikit peminat karena dianggap jadul dan kedaerahan padahal sebenarnya semua jenis musik memiliki nilainya masing-masing. Hal ini kemudian menjadi konstruksi bahwa musik tradisional adalah milik orang daerah dan masyarakat tertentu saja, tentu hal ini berpengaruh pada generasi sekarang karena tidak mengenal musik tradisional atau daerahnya sendiri.

Maka dari itu, salah satu solusi agar bisa mengenal dan merasa dekat dengan musik tradisional adalah menyajikan musik baru dengan gaya sekarang dipadukan dengan instrumen musik modern sehingga menjadi warna baru dan lebih mencintai identitas budaya serta tidak luntur oleh zaman. Hal ini juga sebagai bentuk pelestarian terhadap nilai budaya dengan cara yang inovatif dan kreatif.

Beralaskan keresahan ini, maka lahirlah ide inovasi penyajian musik instrumen tradisional dan penciptaan karya gaya baru ciri khas budaya Pulau Timor sebagai upaya pelestarian musik tradisional bagi generasi, dengan tajuk kegiatan, Jelajah Nada Timor.

Jelajah Nada Timor adalah perjalanan merekam nada, syair, tutur dan musik tradisional di 5 (lima) kabupaten di Pulau Timor, diselaraskan dengan musik oleh Tarwis Lifani Haning atau juga dikenal dengan Shagah, musisi post-rock/ ambient dari Kota Kupang, menghasilkan 1 Extended Play (EP) atau mini album yang terdiri dari lima lagu.

Rangkaian panjang Jelajah Nada Timor dimulai dari riset dan pemantapan konsep, di mana Shagah dan tim produksi memilih dan meneliti syair, tutur dan musik tradisional ciri khas Pulau Timor. Konsep dimatangkan lagi agar terfokus pada bidang, nilai yang diambil. Proses ini dilakukan di Kota Kupang.

Kemudian, Ekspedisi Nada Timor atau perjalanan merekam syair. Shagah dan tim produksi melakukan perjalanan ke lima kabupaten di Pulau Timor juga mendokumentasikan cerita, foto, studio, serta video sebagai arsip dokumentasi.

Setelah selesai, tim akan kembali ke Kupang untuk produksi musik atau studio session (aransemen, perekaman, editing, mixing dan mastering), dilakukan di studio musik di Kota Kupang.  Dan terakhir ialah Perilisan EP atau mini album bersamaan dengan dokumentasi selama ekspedisi. Akan ada pre-release lagu dahulu yang diputarkan di beberapa radio lokal. Lagu bisa diakses di berbagai platform musik juga diproduksi/dicetak dalam bentuk CD album fisik orisinal. Rangkaian Jelajah Nada Timor berlangsung selama 3 (tiga) bulan dari Oktober 2022 hingga Januari 2023.

Selain Tarwis Lifani Haning sebagai Project Leader dan Composer, proses kreatif penggarapan EP juga melibatkan etnomusikolog Rayhan Sudrajat sebagai Produser, juga rapper Malysk sebagai Mixing Engineer.

Kegiatan Jelajah Nada Timor didukung oleh Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejahtera Secara Psikologis Modal Utama Lawan Corona Virus

    Sejahtera Secara Psikologis Modal Utama Lawan Corona Virus

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh merebaknya virus SARS-CoV-2 atau corona jenis baru sudah menjadi gejala multi-dimensi. Tak hanya persolan kesehatan (medis), akan tetapi juga masalah sosial, ekonomi, budaya dan tentu saja juga aspek psikologis. Ahli Psikologi Politik, Prof Hamdi Muluk mengatakan bahwa dalam kondisi tersebut, penataan aspek psikologi menjadi sangat penting […]

  • Ribuan Warga Sumba Timur Rasakan ‘Electrifying Lifestyle’ PLN

    Ribuan Warga Sumba Timur Rasakan ‘Electrifying Lifestyle’ PLN

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Tim PLN UIW NTT
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Loading

    Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menyampaikan apresiasi tinggi atas kegiatan sangat positif yang tak hanya mengajak masyarakat hidup sehat, namun juga membuka wawasan tentang pentingnya energi bersih.   Waingapu | Semangat hidup sehat berpadu dengan edukasi energi bersih membanjiri Lapangan Pahlawan Waingapu. PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) Sumba […]

  • Gubernur VBL Dijuluki Bapak Infrastruktur oleh Masyarakat Desa Kaeneno

    Gubernur VBL Dijuluki Bapak Infrastruktur oleh Masyarakat Desa Kaeneno

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menerima kunjungan Kepala Desa Kaeneno, Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Gusti Fallo, S.Pt., Sekretaris Desa dan perwakilan masyarakat bertempat di ruang kerjanya, pada Kamis 8 Juli 2021. Kunjungan ini berkaitan dengan telah dipasangnya jaringan listrik di wilayah tersebut. Kepada perwakilan masyarakat dan […]

  • JNE Kupang Vaksinasi Karyawan & Masyarakat, Lurah Merdeka Apresiasi

    JNE Kupang Vaksinasi Karyawan & Masyarakat, Lurah Merdeka Apresiasi

    • calendar_month Sel, 31 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Salah satu warga Sumba Barat Daya, Merlis Ratu Edo berkesempatan mengikuti vaksinasi Covid-19 yang dihelat oleh JNE Kupang pada Jumat, 27 Agustus 2021. Perempuan muda berprofesi sebagai PNS di Dinas PUPR Sumba Barat Daya ini memperoleh informasi dari temannya yang bekerja JNE. “Kebetulan saya sementara mengambil cuti dan berada di Kota […]

  • FTBM Kab Ende Terbentuk, Ayo Gapai Generasi Literasi di Bumi Pancasila

    FTBM Kab Ende Terbentuk, Ayo Gapai Generasi Literasi di Bumi Pancasila

    • calendar_month Kam, 17 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Ende-NTT, gardaindonesia.id | Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai wadah yang dibuat dan dikelola oleh masyarakat, perorangan, lembaga dan pemerintah untuk menumbuhkan minat baca kepada masyarakat dan sebagai sumber belajar yang dapat memfasilitasi pembelajaran seumur hidup. TBM mempunyai fungsi sebagai tempat belajar dan mencari informasi yang dibutuhkan masyarakat, baik mengenai masalah yang langsung berhubungan dengan masalah […]

  • Peletakan Batu Kapela Borhalbas, Bupati Belu Ajak Gereja & Tokoh Adat Bersinergi

    Peletakan Batu Kapela Borhalbas, Bupati Belu Ajak Gereja & Tokoh Adat Bersinergi

    • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM bersama Anggota DPRD Belu, Agustinho Pinto, S.IP melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Katolik Stasi St. Bernadus Borhalbas Paroki Wedomu, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, pada Sabtu, 3 Juli 2021. Peletakan batu pertama diawali dengan ibadat yang dipimpin oleh Romo Eman Hane, Pr dan […]

expand_less