Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Menjelajah Nada di Timor?

Menjelajah Nada di Timor?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 24 Jan 2023
  • visibility 105
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Ifana Tungga

Dua Pertanyaan. Ketika pertama kali mendengar nama proyek Jelajah Nada Timor yang dikerjakan oleh SHAGAH bersama tim produksi, ada dua pertanyaan yang muncul dalam kepala saya. Di tengah bisingnya kota, kerasnya dentuman musik dari pengeras suara, kemudahan akses ribuan genre musik lewat banyaknya platform, apa bisa menjelajah nada di Timor? Mengapa perlu menjelajah nada di Timor?

Pertanyaan apa bisa menjadi penting sebab pertanyaan ini membuat kita memikirkan kemungkinan-kemungkinan tempat di mana kita bisa mendengar nada Timor. Hari-hari ini, bahkan di Kupang sekalipun, mungkin satu-satunya alat musik tradisional yang dikenal oleh warga kota adalah Sasando. Bahkan meskipun mengenal Sasando, saya kira kita lebih sering mendengar Sasando digunakan untuk memainkan lagu-lagu pop. Berbagai lagu daerah diaransemen dengan genre musik pop untuk menarik perhatian agar publik mendengarkan alat musik tradisional ini. Tentu saja ini bukan sesuatu yang salah. Tapi ini bukan yang SHAGAH maksudkan ketika mengatakan bahwa mereka akan menjelajah nada Timor.

Pertanyaan apa bisa menjadi penting sebab pertanyaan ini membuat kita memikirkan mengenai perjalanan yang harus dilalui untuk mewujudkan kata “Jelajah” yang mengawali nama proyek yang SHAGAH kerjakan. Di mana penjelajahan harus dimulai? Apa ketika penjelajahan dilakukan, bisa menemukan nada Timor yang “asli,” dan “tradisional”? Apakah nada Timor itu masih ada dan mampu untuk didengarkan?

Pertanyaan mengapa menjadi penting sebab pertanyaan ini membuat kita memikirkan, mengapa usaha menjelajah nada di Timor ini menjadi sesuatu yang penting dan perlu untuk dilakukan? Mengapa SHAGAH merasa perlu untuk repot-repot mengawinkan musik tradisional dengan genre post-rock dan ambience?

Pertanyaan mengapa menjadi penting sebab pertanyaan ini membuat kita memikirkan, apa pentingnya proyek ini bagi perkembangan musik di Pulau Timor? Mengapa proyek ini – yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah mini album – perlu didengar oleh penikmat musik di Pulau Timor?

Apa Bisa? Tentu Saja Bisa!

Pertanyaan apa bisa sudah dijawab oleh SHAGAH bersama tim produksi. Apa bisa menjelajah nada di Timor? Tentu saja bisa! Jawaban ini datang dengan diumumkannya rilis Hit Hanak, mini album yang dihasilkan dari proses panjang penjelajahan nada Timor mulai dari pra-produksi sampai pasca-produksi. Hit Hanak akan diluncurkan pada 28 Januari 2023 di OCD Beach Cafe. Jawaban lantang ini datang dari sebuah proses panjang yang menguras energi, tenaga dan pikiran. Meskipun sulit, bukan berarti tidak mungkin.

Melalui proyek Jelajah Nada Timor ternyata kita melihat bahwa masih ada orang tua, orang muda, dan bahkan anak-anak di Pulau Timor yang mengetahui dan bisa melantunkan nada-nada Timor. Syair adat, alat musik khas daerah, maupun nyanyian yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari orang Timor berhasil diarsipkan oleh SHAGAH dan produk akhirnya akan kita nikmati kurang dari seminggu lagi.

Meskipun penjelajahan yang dilakukan oleh SHAGAH berhasil membuktikan bahwa kita masih bisa mendengar nada Timor di pulau ini, nyatanya penjelajahan ini juga memberikan satu catatan kritis bagi kita penikmat budaya. Untuk mendengar nada Timor, perlu dilakukan sebuah perjalanan panjang yang memakan tenaga, waktu, dan energi.

Proses panjang ini pada akhirnya membuat kita jadi sadar mengenai betapa sulitnya kita mengakses pengetahuan lokal dari pulau yang kita diami sendiri. Padahal, pengetahuan lokal yang terkandung dalam musik, syair adat, dan nada-nada itu menunjukkan jati diri kita sebagai orang yang hidup dan dibesarkan dari tanah Timor. Kesulitan akses ini harus membuat kita memikirkan pertanyaan lanjutan. Bagaimana agar proses jelajah nada Timor tidak berhenti sampai di sini tapi terus dilakukan secara lebih luas agar kekayaan budaya kita dapat diakses dengan mudah.

Mengapa Perlu? Menjelajah dan Mengarsipkan

Bagi saya, apa yang dilakukan oleh SHAGAH adalah sebuah proses pengarsipan. Penjelajahan terhadap nada-nada di Timor dan proses mengarsipkannya menjadi sebuah sumber pengetahuan bagi banyak orang adalah sebuah pekerjaan yang bukan main-main pentingnya. Proses penjelajahan yang dilakukan dalam proyek Jelajah Nada Timor berhasil menemukan orang tua, orang muda, bahkan anak-anak yang mengetahui syair adat, alat musik dan nyanyian lokal. Tapi jumlah mereka yang sedikit tentu membuat kita jadi khawatir, sampai kapan pengetahuan ini bisa bertahan jika hanya diwariskan turun-temurun secara lisan?

Revitalisasi kembali produk-produk kebudayaan lokal adalah hal yang penting. Apa yang diharapkan adalah agar kita semua menyadari betapa pentingnya kebudayaan lokal dan bagaimana kita dapat mengenal diri sendiri dari pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Akhirnya, jika kita semua merasa hal ini adalah sesuatu yang penting dan perlu untuk dilakukan, bukan hanya SHAGAH yang akan menjelajah nada di Timor, tapi kita semua akan melakukannya.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perubahan Dosis Pupuk, Alasan Pupuk Subsidi Urea Langka di NTT

    Perubahan Dosis Pupuk, Alasan Pupuk Subsidi Urea Langka di NTT

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lecky Frederich Koli menyebut perubahan dosis penggunaan pupuk anorganik tahun 2021 menjadi penyebab kelangkaan penyaluran pupuk subsidi urea kepada petani. “Memang semua daerah di Indonesia mengeluh pupuk, terutama pupuk urea, ditekan sampai 1/3. Misalnya, kalau pesan 150 kg, maka hanya […]

  • Jagoan Sunat

    Jagoan Sunat

    • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Sunat atau khitan tak hanya berlaku dalam ajaran Islam, namun berlaku pula pada ajaran Kristen Katolik. Yesus pun disunat saat berusia delapan hari (Lukas 2:21). Saya pun disunat, meski pada usia 38 tahun (kata orang belum terlambat), begitu yang kami terapkan di dalam keluarga. Saya telah berencana melakukan sunat terhadap anak […]

  • Setelah 138 Tahun, Wajah Baru Kantor Lurah Oeba Bakal Ada di Desember 2019

    Setelah 138 Tahun, Wajah Baru Kantor Lurah Oeba Bakal Ada di Desember 2019

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kantor Lurah Oeba Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal mempunyai wajah baru berupa konstruksi bangunan 2 (dua) lantai dan dipastikan bakal ada dan tampak pada Desember 2019. Hal itu disampaikan oleh Lurah Oeba, kepada media pada Jumat, 6 September 2019 pukul 10.00 WITA di sela-sela pembersihan […]

  • ‘Crazy Rich Medan’ Indra Kenz Bakal Diperiksa Bareskrim Polri

    ‘Crazy Rich Medan’ Indra Kenz Bakal Diperiksa Bareskrim Polri

    • calendar_month Sab, 12 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri akan memeriksa Crazy Rich Medan, Indra Kesuma atau Indra Kenz pekan depan. Indra dilaporkan terkait kasus dugaan investasi bodong binary option melalui aplikasi Binomo. “Mungkin minggu depan (pemeriksaannya),” tutur Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan dalam keterangannya pada Jumat, 11 Februari 2022. Whisnu memastikan pihaknya akan memeriksa Indra. Namun, kata Whisnu, sejumlah saksi ahli […]

  • 4 Buku Publikasi PPPA, Gambarkan Kondisi Perempuan & Anak

    4 Buku Publikasi PPPA, Gambarkan Kondisi Perempuan & Anak

    • calendar_month Rab, 28 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Ancaman terhadap kaum perempuan begitu beragam. Selain dihadapkan pada kondisi lingkungan yang belum ramah, kaum perempuan Indonesia kini dihadapkan pula pada ancaman kesehatan. Hal ini mengemuka dalam Seminar Publikasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) 2018 di Jakarta (27/11/18). Data Profil Perempuan Indonesia tahun 2017 menunjukkan, 3 dari 10 perempuan Indonesia atau […]

  • PKM Psikologi Kristen IAKN Kupang di Panti Asuhan Rumah Anak Iman GKII

    PKM Psikologi Kristen IAKN Kupang di Panti Asuhan Rumah Anak Iman GKII

    • calendar_month Sab, 14 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, melalui program studi, Psikologi Kristen menghelat pengabdian kepada masyarakat (PKM), bertema, menemukan harapan di tengah luka: pelatihan psikospiritual dan trauma healing untuk meningkatkan ketahanan mental remaja awal pada Selasa—Rabu, 10—11 November 2024, bertempat di Panti Asuhan Rumah Anak Iman GKII Kupang. Hadir dalam kegiatan PKM tersebut Yuvine […]

expand_less