Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Menjelajah Nada di Timor?

Menjelajah Nada di Timor?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 24 Jan 2023
  • visibility 159
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Ifana Tungga

Dua Pertanyaan. Ketika pertama kali mendengar nama proyek Jelajah Nada Timor yang dikerjakan oleh SHAGAH bersama tim produksi, ada dua pertanyaan yang muncul dalam kepala saya. Di tengah bisingnya kota, kerasnya dentuman musik dari pengeras suara, kemudahan akses ribuan genre musik lewat banyaknya platform, apa bisa menjelajah nada di Timor? Mengapa perlu menjelajah nada di Timor?

Pertanyaan apa bisa menjadi penting sebab pertanyaan ini membuat kita memikirkan kemungkinan-kemungkinan tempat di mana kita bisa mendengar nada Timor. Hari-hari ini, bahkan di Kupang sekalipun, mungkin satu-satunya alat musik tradisional yang dikenal oleh warga kota adalah Sasando. Bahkan meskipun mengenal Sasando, saya kira kita lebih sering mendengar Sasando digunakan untuk memainkan lagu-lagu pop. Berbagai lagu daerah diaransemen dengan genre musik pop untuk menarik perhatian agar publik mendengarkan alat musik tradisional ini. Tentu saja ini bukan sesuatu yang salah. Tapi ini bukan yang SHAGAH maksudkan ketika mengatakan bahwa mereka akan menjelajah nada Timor.

Pertanyaan apa bisa menjadi penting sebab pertanyaan ini membuat kita memikirkan mengenai perjalanan yang harus dilalui untuk mewujudkan kata “Jelajah” yang mengawali nama proyek yang SHAGAH kerjakan. Di mana penjelajahan harus dimulai? Apa ketika penjelajahan dilakukan, bisa menemukan nada Timor yang “asli,” dan “tradisional”? Apakah nada Timor itu masih ada dan mampu untuk didengarkan?

Pertanyaan mengapa menjadi penting sebab pertanyaan ini membuat kita memikirkan, mengapa usaha menjelajah nada di Timor ini menjadi sesuatu yang penting dan perlu untuk dilakukan? Mengapa SHAGAH merasa perlu untuk repot-repot mengawinkan musik tradisional dengan genre post-rock dan ambience?

Pertanyaan mengapa menjadi penting sebab pertanyaan ini membuat kita memikirkan, apa pentingnya proyek ini bagi perkembangan musik di Pulau Timor? Mengapa proyek ini – yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah mini album – perlu didengar oleh penikmat musik di Pulau Timor?

Apa Bisa? Tentu Saja Bisa!

Pertanyaan apa bisa sudah dijawab oleh SHAGAH bersama tim produksi. Apa bisa menjelajah nada di Timor? Tentu saja bisa! Jawaban ini datang dengan diumumkannya rilis Hit Hanak, mini album yang dihasilkan dari proses panjang penjelajahan nada Timor mulai dari pra-produksi sampai pasca-produksi. Hit Hanak akan diluncurkan pada 28 Januari 2023 di OCD Beach Cafe. Jawaban lantang ini datang dari sebuah proses panjang yang menguras energi, tenaga dan pikiran. Meskipun sulit, bukan berarti tidak mungkin.

Melalui proyek Jelajah Nada Timor ternyata kita melihat bahwa masih ada orang tua, orang muda, dan bahkan anak-anak di Pulau Timor yang mengetahui dan bisa melantunkan nada-nada Timor. Syair adat, alat musik khas daerah, maupun nyanyian yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari orang Timor berhasil diarsipkan oleh SHAGAH dan produk akhirnya akan kita nikmati kurang dari seminggu lagi.

Meskipun penjelajahan yang dilakukan oleh SHAGAH berhasil membuktikan bahwa kita masih bisa mendengar nada Timor di pulau ini, nyatanya penjelajahan ini juga memberikan satu catatan kritis bagi kita penikmat budaya. Untuk mendengar nada Timor, perlu dilakukan sebuah perjalanan panjang yang memakan tenaga, waktu, dan energi.

Proses panjang ini pada akhirnya membuat kita jadi sadar mengenai betapa sulitnya kita mengakses pengetahuan lokal dari pulau yang kita diami sendiri. Padahal, pengetahuan lokal yang terkandung dalam musik, syair adat, dan nada-nada itu menunjukkan jati diri kita sebagai orang yang hidup dan dibesarkan dari tanah Timor. Kesulitan akses ini harus membuat kita memikirkan pertanyaan lanjutan. Bagaimana agar proses jelajah nada Timor tidak berhenti sampai di sini tapi terus dilakukan secara lebih luas agar kekayaan budaya kita dapat diakses dengan mudah.

Mengapa Perlu? Menjelajah dan Mengarsipkan

Bagi saya, apa yang dilakukan oleh SHAGAH adalah sebuah proses pengarsipan. Penjelajahan terhadap nada-nada di Timor dan proses mengarsipkannya menjadi sebuah sumber pengetahuan bagi banyak orang adalah sebuah pekerjaan yang bukan main-main pentingnya. Proses penjelajahan yang dilakukan dalam proyek Jelajah Nada Timor berhasil menemukan orang tua, orang muda, bahkan anak-anak yang mengetahui syair adat, alat musik dan nyanyian lokal. Tapi jumlah mereka yang sedikit tentu membuat kita jadi khawatir, sampai kapan pengetahuan ini bisa bertahan jika hanya diwariskan turun-temurun secara lisan?

Revitalisasi kembali produk-produk kebudayaan lokal adalah hal yang penting. Apa yang diharapkan adalah agar kita semua menyadari betapa pentingnya kebudayaan lokal dan bagaimana kita dapat mengenal diri sendiri dari pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Akhirnya, jika kita semua merasa hal ini adalah sesuatu yang penting dan perlu untuk dilakukan, bukan hanya SHAGAH yang akan menjelajah nada di Timor, tapi kita semua akan melakukannya.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga TTU Yakin SIAGA Menang Pilgub NTT 2024

    Warga TTU Yakin SIAGA Menang Pilgub NTT 2024

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kefamenanu | Ribuan massa menyambut kedatangan calon gubernur NTT nomor Urut 3, Simon Petrus Kamlasi (SPK) di Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Senin, 30 September 2024. Bagai menyambut seorang jenderal yang baru pulang dari medan perang, SPK yang datang bersama calon bupati TTU, Falentinus Kebo, diminta untuk menumpang di sebuah […]

  • Kerja Sama Sejak 2009, Bank NTT Kukuhkan Lagi ‘MoU’ dengan Sinode GMIT

    Kerja Sama Sejak 2009, Bank NTT Kukuhkan Lagi ‘MoU’ dengan Sinode GMIT

    • calendar_month Sel, 22 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menjelang Natal 2020, Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT), kembali mengukuhkan sinergisitas layanan bersama Sinode GMIT dalam penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) yang dilakukan pada Senin, 21 Desember 2020 di aula Kantor Pusat Bank NTT. MoU yang ditandatangani Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu […]

  • Abdullah Azwar Anas Dilantik Jadi Menteri PAN-RB, Ini Alasannya

    Abdullah Azwar Anas Dilantik Jadi Menteri PAN-RB, Ini Alasannya

    • calendar_month Rab, 7 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo resmi melantik Abdullah Azwar Anas sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) untuk sisa masa jabatan periode tahun 2019—2024. Acara pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 7 September 2022. Abdullah Azwar Anas dilantik berlandaskan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 91/P Tahun 2022 tentang […]

  • 24 Tim Berlaga di El Tari Memorial Cup XXXI Lembata

    24 Tim Berlaga di El Tari Memorial Cup XXXI Lembata

    • calendar_month Sab, 10 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Lembata, Garda Indonesia | Ajang kompetisi sepakbola El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXI dibuka secara resmi ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur NTT, Ketua Asprov PSSI NTT, dan Pejabat Bupati Lembata pada Jumat, 9 September 2022 di Stadion Gelora 99 Lembata. Dilanjutkan dengan penyerahan piala bergilir ETMC oleh Tim PS Malaka (Juara bertahan) dan […]

  • Sinergi Bupati Karangasem dengan Yayasan Konstruksi Indonesia

    Sinergi Bupati Karangasem dengan Yayasan Konstruksi Indonesia

    • calendar_month Ming, 6 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Yayasan Konstruksi Indonesia menjalin sinergitas dengan Kabupaten Karangasem-Bali dalam memperluas jaringan pengusaha dan pendampingan di bidang konstruksi dan Infrastrukstur. “Momentum tersebut diselenggarakan tepat di hari ulang tahun Bupati yang juga dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat karena bertepatan dengan pergantian tahun,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Konstruksi Indonesia Bachtiar Ravenala Ujung, BA.,SE.,MM, Kamis […]

  • TERPILIH AKLAMASI, Petrus Eryah Pimpin BEM FKIP Undana

    TERPILIH AKLAMASI, Petrus Eryah Pimpin BEM FKIP Undana

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Formatur badan legislatif mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (BLM FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan pemilihan ketua badan eksekutif mahasiswa (BEM) di lantai satu  kantor FKIP Undana Kupang pada Sabtu, 23 Maret 2024. Hasil dari pemilihan tersebut, Petrus Eryah mahasiswa semester lima (V) dari program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan […]

expand_less