Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » GPKK & IWAPI Jadikan Perempuan Kota Kupang ‘Cantik dan Subur’

GPKK & IWAPI Jadikan Perempuan Kota Kupang ‘Cantik dan Subur’

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 12 Des 2018
  • visibility 219
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, gardaindonesia.id | Gerak Perempuan Kota Kupang (GPKK) dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) berkolaborasi dengan dr Herawati Lianto dan dr Andree Hartanto Sp.OG., memberikan edukasi tentang kecantikan dan fertilitas (kesuburan) kepada perempuan yang berada di seputar Kecamatan Oebobo, Rabu/12/12/18 pukul 11.00 WITA—selesai.

Kegiatan serupa telah dilakukan di Kantor Camat Maulafa (10/12/18) dan Kantor Camat Kelapa Lima (11/12/18) dan akan dilaksanakan di 3 (tiga) kecamatan lagi di seputar Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

dr Herawati Lianto memberikan edukasi tentang perawatan kulit wajah dengan bahan kosmetik yang cocok dengan wajah dan tidak mahal. Wajah bisa berubah dari kering ke berminyak dan arahkan perempuan untuk tidak gegabah menggunakan krim wajah.

“Saya mau perempuan di Kota Kupang cantik,” ujar dr Herawati Lianto

dr Andree Hartanto Sp.OG., menyampaikan bahwa infertilitas sebagai kondisi kemampuan pasangan suami isteri tidak dapat memiliki anak karena kondisi sel telur yang tidak subur.

“Kasus infertilitas di Kota Kupang makin banyak sebagai akibat pola hidup zaman kini dan miom/kista,” ungkap dr Andree Hartanto suami dari dr Herawati Lianto.

Lanjut dr Andree, Penyebab infertilitas dari perempuan sebesar 40%, laki-laki 40% dan 20% dari perempuan dan laki-laki. dr Andree Hartanto menganjurkan untuk melakukan proses memilih sperma dengan kualitas bagus dan membuka sel telur perempuan untuk selanjutnya dilakukan inseminasi (proses pembuahan).

dr Andree Hartanto mengucapkan terima kasih untuk kesempatannya dapat melakukan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi khususnya fertilitas dan kesehatan wanita secara keseluruhan terutama kecantikan estetika.
“Dengan dibantu oleh Iwapi dan GPKK Kota Kupang secara kontinyu memberikan kontribusi bagi kesehatan masyarakat terutama wanita dan pasangan pasangan yang belum hamil dan belum mempunyai keturunan untuk mempunyai keturunan; kita manusia berusaha tapi Tuhan yang menentukan,” ujarnya.

Ketua Iwapi Kota Kupang, Riesta Megasari mengatakan Kami dari iwapi kota Kupang merasa bahwa perempuan di kota Kupang harus menjadi perempuan yang berdaya upaya.
“Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi kesehatan alat reproduksi fertilitas dan kecantikan kulit; Kami sangat senang karena dibantu oleh dokter Hera dan dokter Andre. Iwapi Kota Kupang akan terus melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk perempuan dan menjadikan ekonomi kreatif sebagai ekonomi perempuan NTT khususnya kota Kupang,” jelas Megasari.

Tutup Mega, Kita akan turun ke kelurahan-kelurahan melalui Iwapi dan GPKK bersama-sama memberdayakan perempuan-perempuan yang ada di kelurahan-kelurahan yang ada di kota Kupang; sehingga perempuan-perempuan yang ada di Kota Kupang mempunyai keterampilan, agar dapat menjadi perempuan yang cerdas dan tangguh serta kreatif untuk rumah tangganya terutama untuk anak dan suami.

Penulis dan editor (+ rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Kupang Hijau Berdayakan 62 Mitra Usaha Tanpa Gunakan APBD Kota Kupang

    Gerakan Kupang Hijau Berdayakan 62 Mitra Usaha Tanpa Gunakan APBD Kota Kupang

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Gerakan Kupang Hijau yang diinisiasi oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan didukung oleh Tim Gerakan Kupang Hijau (GKH) yang diketuai oleh Harry Alexander Riwu Kaho membuat terobosan baru dengan memberdayakan dan bekerja sama dengan para pelaku usaha atau mitra usaha Bank NTT. Penerapan kerja sama tersebut dilakukan oleh […]

  • Percepat Eliminasi Malaria, Dinkes Belu & ‘Stakeholders’ Helat Rakor

    Percepat Eliminasi Malaria, Dinkes Belu & ‘Stakeholders’ Helat Rakor

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna mempercepat eliminasi malaria, Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat rapat koordinasi (rakor) pencegahan dan pengendalian malaria bersama stakeholders di Atambua pada  Rabu, 7 Oktober 2021. Sesuai data yang dilaporkan panitia penyelenggara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, bahwa hingga September 2021, kasus malaria secara nasional berjumlah 94.610 […]

  • 26 Ton Limbah B3 di Kota Kupang, DLHK :  Itu Milik PT Sabena Eraka Lauda

    26 Ton Limbah B3 di Kota Kupang, DLHK : Itu Milik PT Sabena Eraka Lauda

    • calendar_month Sen, 16 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Orson Genes Nawa pada Senin, 16 Mei 2022 menegaskan bahwa usai ditemukan penimbunan limbah B3 tak berizin, maka secara tegas bakal mengambil langkah sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. “Karena sesuai pengamatan kami di lapangan dengan bukti-bukti yang ada, itu tidak sesuai […]

  • Kota Kupang Jadi Kota Contoh Proyek ‘Climate Resilient and Inclusive Cities’

    Kota Kupang Jadi Kota Contoh Proyek ‘Climate Resilient and Inclusive Cities’

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kota Kupang terpilih menjadi 1 dari 10 kota contoh di Indonesia, penerima manfaat proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC). Informasi tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man pada Jumat, 12 Juni 2020 saat membuka rapat tindak lanjut webinar dengan UCLG ASPAC tentang Proyek CRIC di ruang kerjanya […]

  • Dinkes Provinsi NTT Segera Distribusi “Catridge TCM” ke Empat Rumah Sakit

    Dinkes Provinsi NTT Segera Distribusi “Catridge TCM” ke Empat Rumah Sakit

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hasil pemeriksaan dari Tes Cepat Molekuler (TCM) hanya memakan waktu 45 menit dalam pemeriksaan sampel swab, untuk itu kami akan segera mendistribusikan catridge ke 4 (empat) rumah sakit,” jelas Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg Domi Minggu Mere, M.Kes. saat jumpa media pada Minggu sore, 7 […]

  • Anggota Densus 88 Kuntit JAM Pidsus Febrie Adriansyah, Kejagung: Itu Benar

    Anggota Densus 88 Kuntit JAM Pidsus Febrie Adriansyah, Kejagung: Itu Benar

    • calendar_month Rab, 29 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Sehubungan isu penguntitan oleh anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia (Densus 88) terhadap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Dr. Febrie Adriansyah, maka Kapuspenkum, Dr. Ketut Sumedana mengonfirmasi bahwa kejadian itu merupakan fakta dan benar adanya. Melalui penemuan fakta di lapangan dan pemeriksaan yang telah dilakukan, Ketut mengatakan […]

expand_less