Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » TANTANGAN! Kayak Flores Sea Expedition Menuju Laut Selatan Flores

TANTANGAN! Kayak Flores Sea Expedition Menuju Laut Selatan Flores

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
  • visibility 146
  • comment 0 komentar

Loading

Flores, Garda Indonesia | Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, adalah fakta yang diakui oleh dunia. Kekayaan bahari, keragaman budaya dan suku bangsa dari 17 ribu pulau menjadi entitas Indonesia. Memaknai kondisi tersebut dan mengembalikan semangat bahari anak bangsa, maka Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, WANADRI, berkolaborasi dengan Komunitas Budaya RUMAH NUSANTARA, merancang sebuah program Ekspedisi Berkelanjutan Dayung Jelajah Nusantara (DJN).

Pelaksanaan ekspedisi akan ditandai oleh pendayungan pertama bertajuk ‘Flores Sea Kayak Expedition’. Awak ekspedisi ini terdiri dari gabungan antara anggota WANADRI dan anggota Gema Putera Puteri Lembata (GEMPITA) dan dibagi menjadi enam orang pedayung (tim Segara) dan empat orang tim pendukung darat (tim Nusa).

Tim Segara akan melakukan dayung sirkumnavigasi atau mengitari pesisir pulau Flores dari Labuan Bajo hingga kembali ke Labuan Bajo, yang berjarak tempuh 1.050 km. Secara paralel tim Nusa akan mengitari pulau Flores menggunakan mobil dan motor sekaligus men-support perjalanan Kayak Laut tim Segara. Perkiraan durasi pelaksanaan hari di periode Agustus—Awal Oktober 2023.

Setelah tim mendayung dari Labuan Bajo sejak tanggal 7 Agustus 2023, tiba di Larantuka pada tanggal 1 September setelah menempuh 522,47 km, sekaligus bersiap menghadapi paruh kedua perjalanan ekspedisi yaitu menempuh pesisir Selatan Flores.

“Pesisir Selatan dengan ombak Laut Sawu serta medan tebingnya menjadi tantangan tersendiri bagi tim ekspedisi. Kami bersiap untuk segala antisipasi kemungkinan tantangannya, sambil kami berdoa dan memohon doa dari teman-teman di Larantuka dan Flores secara keseluruhan agar kami dapat menghadapi perjalanan kami dengan aman”, ujar Derry Juliansyah, komandan Operasi Flores Sea Kayak Expedition.

Tim Ekspedisi Jelajah Nusantara saat berada di laut Flores. Foto : tim

Tujuan Ekspedisi Dayung Jelajah Nusantara

Yoppi Saragih, Ketua Ekspedisi Dayung Jelajah Nusantara mengatakan, tujuan ekspedisi ini meliputi 3 (tiga) area utama yakni:

Pertama, untuk menegaskan pada masyarakat dunia bahwa Indonesia merupakan lokasi petualangan pesisir tropis terbaik. Dan ini akan dimulai dengan menyiarkan keindahan alam di Kawasan pesisir Pulau Flores. Selain keindahan alam, ekspedisi ini juga akan mengamati bagaimana masyarakat di kawasan pesisir menghadapi perubahan global (secara iklim, kebudayaan, kesejahteraan, dan lingkungan).

Kedua, ekspedisi ini ingin menegaskan dan mendalami kembali seni mendayung sebagai warisan budaya Nusantara. Ekspedisi ini juga sebagai bukti bagi pegiat aktivitas kayak dunia bahwa Indonesia mulai mendalami kegiatan Kayak Laut/Kayak Jelajah secara profesional.

Ketiga, ekspedisi ini adalah penanda dimulainya ekspedisi berseri Dayung Jelajah Nusantara yang akan mengelilingi pulau-pulau besar di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menginspirasi berbagai penggiat dan peminat petualangan di Indonesia dan Asia Tenggara untuk melakukan penjelajahan serupa di berbagai area pesisir Nusantara, sepanjang tahun.

“Selama proses ekspedisi berjalan, tujuan-tujuan di atas akan didukung lewat publikasi berupa berbagai konten di media sosial tentang persiapan dan perjalanan ekspedisi, termasuk pengetahuan terkait ilmu penjelajahan pesisir tropis dengan kayak laut/jelajah. Selain media sosial, publikasi juga dilakukan melalui rekanan media,” ujar Yoppi.

Nantinya, penerbitan karya dokumentasi lain juga akan dilakukan meliputi penerbitan buku Flores Sea Kayak Expedition ; buku Berkayak di Lautan Tropis/Sea Kayaking on Tropical Waters ; pameran foto, dan beberapa kegiatan lain akan menjadi sasaran publikasi dari tim ekspedisi.

“Keberhasilan Dayung Jelajah Nusantara – Flores Sea Kayak Expedition ini tidak lepas dari dukungan dan kebersamaan semua pihak: komunitas penggiat alam NTT, komunitas kayak laut di Indonesia dan negara-negara sahabat, generasi muda Indonesia dan juga pihak-pihak sponsor,” ungkap Yoppi.(*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR RI Bilang Proyek PLTP Manggarai Sokong Pariwisata NTT

    DPR RI Bilang Proyek PLTP Manggarai Sokong Pariwisata NTT

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai, Garda Indonesia | Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mengatakan ketersediaan jaringan listrik menjadi faktor pendukung pengembangan sektor pariwisata dan potensi destinasi lainnya di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain akses jalan yang memadai dan ketersediaan air bersih, menurut politisi PDI-P itu, listrik juga mesti menjadi prioritas dalam pengembangan sektor pariwisata. […]

  • Tragedi Prada Lucky Namo dan Panggilan Reformasi Budaya Militer

    Tragedi Prada Lucky Namo dan Panggilan Reformasi Budaya Militer

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Kabar meninggalnya Prada Lucky Namo (23), seorang prajurit muda TNI AD yang diduga meninggal dunia akibat dianiaya seniornya saat bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, NTT, mengguncang hati publik. Dandim 1625 Ngada, Letkol Czi Deny Wahyu Setiyawan, membenarkan bahwa korban sempat dirawat intensif di ICU karena trauma berat sebelum akhirnya mengembuskan […]

  • HUT Ke-36, Pencak Silat THS-THM Paroki Kristus Raja Kupang Kukuhkan Pengurus & Ziarah Kebangsaan

    HUT Ke-36, Pencak Silat THS-THM Paroki Kristus Raja Kupang Kukuhkan Pengurus & Ziarah Kebangsaan

    • calendar_month Sab, 13 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS-THM) Ranting Paroki Kristus Raja Katedral Kupang menghelat pelantikan badan pengurus terpilih pada Rabu, 10 November 2021 di Kapela Stasi santa Maria Fatima Perumnas. Badan pengurus THS-THM Ranting Katedral Periode 2021—2023 di bawah kepemimpinan Daniel Atawolo terpilih secara aklamasi dalam […]

  • MoU PLN–Kejaksaan Tinggi, Akselerasi Transisi Energi di Nusa Tenggara

    MoU PLN–Kejaksaan Tinggi, Akselerasi Transisi Energi di Nusa Tenggara

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Kejaksaan hadir sebagai mitra strategis,  bagian dari pembangunan nasional termasuk pendampingan hukum kegiatan usaha BUMN.   Mataram | PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung agenda nasional transisi energi. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PLN dan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat […]

  • KPK Siap Pulihkan Kerugian Keuangan Negara

    KPK Siap Pulihkan Kerugian Keuangan Negara

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) guna memulihkan kerugian keuangan negara. Hal itu disampaikan ketua KPK, H. Firli Bahuri dalam pelaporan kinerja bidang Penindakan dan Eksekusi Semester I tahun 2022. “Kami menyampaikan bahwa KPK terus berkomitmen dan berupaya dalam penegakkan hukum tindak pidana korupsi secara […]

  • Asal-usul, Pesona, dan Keseruan Trekking Gunung Meja di Ende

    Asal-usul, Pesona, dan Keseruan Trekking Gunung Meja di Ende

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Loading

    Gunung Meja Ende mencerminkan keunikan dan kekayaan alam Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memesona. Puncaknya yang datar menyerupai meja, gunung ini menjadi simbol alam yang ikonik sekaligus menyimpan nilai-nilai historis yang erat dengan kehidupan masyarakat Ende. Keberadaannya tidak hanya memberikan keindahan visual, tetapi juga menjadi saksi perjalanan waktu yang memadukan tradisi, mitos, […]

expand_less