Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Politeknik PU Siap Dibuka Tahun 2019 dengan 150 Mahasiswa

Politeknik PU Siap Dibuka Tahun 2019 dengan 150 Mahasiswa

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 134
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, gardaindonesia.id | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mendapatkan izin prinsip pendirian Politeknik Pekerjaan Umum (PU) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Dalam penyelenggaraannya, Kementerian PUPR bekerjasama dengan Universitas Diponegoro.

Pendirian Politeknik PU di Semarang, Jawa Tengah, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga konstruksi terampil dalam pembangunan infrastruktur bidang PUPR. Hal ini sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo agar pendidikan vokasional lebih ditingkatkan untuk mensuplai tenaga kerja terampil dan bersertifikat.

Menristekdikti Mohamad Nasir menyambut baik dan mendukung inisiatif dari Kementerian PUPR untuk mendirikan Politeknik PU yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang pekerjaan umum dan konstruksi di Indonesia yang saat ini jumlahnya sangat terbatas.

“Pengajuan pendirian Politeknik PU ini merupakan langkah yang bagus untuk mensuplai tenaga kerja yang berkompeten khususnya bidang konstruksi. Lulusannya diharapkan tidak cukup memiliki ijazah, namun harus mendapat sertifikat kompetensi” ujar Menristekdikti M. Nasir pada acara Penyerahkan izin Prinsip Pendirian Politeknik PU kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Ruang Serba Guna Gedung Kementerian PUPR, Jakarta 27/12/18.

Menteri Basuki mengatakan untuk tahap awal, Politeknik PU akan memiliki 3 Program Studi yakni Teknologi Konstruksi Bangunan Air, Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung, dan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan. Mahasiswa Politeknik PU berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR, tenaga kerja konstruksi dan dari jalur umum. Tahun 2019 akan dimulai penerimaan mahasiswa sebanyak 50 orang setiap jurusan sehingga total 150 orang.

“Kami bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Selain itu kami juga bekerja sama dengan IHE Delft Belanda untuk penyusunan kurikulum dan tengah menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Jepang dalam penyediaan laboratorium,” kata Menteri Basuki. Lokasi kampus Politeknik Semarang akan menggunakan Balai Ujicoba Sistem Diklat Perumahan dan Permukiman di Tembalang, Semarang.

Sementara Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR Lolly Martina Martief dalam laporannya menyampaikan saat ini industri konstruksi membutuhkan banyak tenaga kerja konstruksi. Namun demikian dari total tenaga kerja konstruksi di Indonesia sekitar 8,1 juta orang, 74% merupakan’ unskilled labour ‘dengan pendidikan di bawah jenjang SMA.

Dari jumlah tersebut baru 485.534 orang (5,97%) yang memiliki sertifikasi kompetensi. Dengan kondisi tersebut, mendesak untuk dilakukan peningkatan kapasitas tenaga kerja konstruksi dari unskilled labour menjadi tenaga kerja konstruksi yang terampil.

“Politeknik PU memiliki keunggulan dibandingkan dengan Politeknik lainnya diantaranya adalah lulusan akan mendapatkan sertifikasi profesi level terampil, kompetensi lulusan sesuai kebutuhkan di lapangan, terdapat Kurikulum Mata kuliah khusus seperti Green Contruction, Preservasi Jalan dan Jembatan, Pengenalan Teknologi Maju, Mitigasi Keadaan Darurat (bencana), Drainasi dan Pengendalian Banjir, Peraturan Perundangan), dan keterlibatan industri konstruksi,” jelas Lolly.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro M. Agung Wibowo menyatakan bahwa Undip siap bekerjasama dalam pengembangan Politeknik PU sebagai institusi pendidikan yang sesuai dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0.

Turut Hadir dalam acara ini antara lain Inspektur Jenderal Widiarto, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid, Kepala BPSDM Lolly Martina Martief, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB Rini Widyantini, Sekretaris BPSDM KM. Arsyad, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi dan Pemantauan Kinerja Siti Bellafolijani dan Kepala Biro Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana Asep Arofah.

Sumber berita (*/Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bongkar Sindikat Uang Asing Palsu 4,5 Triliun, LaNyalla Dukung Polri Tumpas

    Bongkar Sindikat Uang Asing Palsu 4,5 Triliun, LaNyalla Dukung Polri Tumpas

    • calendar_month Jum, 5 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keberhasilan Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, membongkar sindikat pemalsu uang asing antarpulau, lengkap dengan barang bukti uang palsu senilai Rp 4,5 triliun, diapresiasi Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia pun berharap Polri bisa menumpas kejahatan ini karena telah merugikan keuangan negara. “Kita harus memberikan apresiasi kepada Polresta Banyuwangi atas keberhasilan […]

  • Lakukan Penilaian Mandiri Covid-19 Lewat Aplikasi inaRISK

    Lakukan Penilaian Mandiri Covid-19 Lewat Aplikasi inaRISK

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Selagi berada di rumah, masyarakat dapat melakukan penilaian mandiri terkait perlu atau tidaknya melakukan tes cepat (rapid test) Covid-19 melalui aplikasi inaRISK yang dibuat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengisi sejumlah pertanyaan sesuai […]

  • Momen Refleksi Kematian YBR dan Lawatan Belasungkawa Gubernur NTT

    Momen Refleksi Kematian YBR dan Lawatan Belasungkawa Gubernur NTT

    • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Loading

    Gubernur Laka Lena menekankan bahwa kepergian anak YBR bukan hanya duka bagi keluarga dan warga Ngada, namun menjadi duka nasional. Sebagai wakil pemerintah pusat, ia memohon maaf baru bisa hadir menyampaikan permohonan duka yang mendalam bagi keluarga.   Ngada | Sabtu, 7 Februari 2026, Gubernur NTT, Melki Laka Lena melawat keluarga YBR (10) siswa kelas […]

  • Cerpen “Jeritan Istri, Ratapan Anak Diplomat”

    Cerpen “Jeritan Istri, Ratapan Anak Diplomat”

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rosadi Jamani Malam itu harusnya sederhana. Di bawah temaram lampu jalan, seorang istri berdiri menunggu di pintu rumah. Priscillia menatap suaminya, Zetro Leonardo Purba, diplomat muda Indonesia, yang mengayuh sepeda dengan senyum lelah. Ia ingin segera menyambutnya, meraih tangan suami tercinta, lalu masuk bersama ke rumah, bercengkerama dengan tiga buah hati mereka. Namun […]

  • Bank NTT Luncurkan Layanan ‘Be Ju BISA’

    Bank NTT Luncurkan Layanan ‘Be Ju BISA’

    • calendar_month Rab, 20 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) hadir dan menyaksikan pembukaan selubung Desa Binaan Bank NTT, Wae Bobok dan peresmian Laku Pandai Be Ju BISA Wae Bobok di Desa Tanjung Boleng Kecamatan Boleng, Manggarai Barat pada Rabu pagi, 20 April 2022. Pengguntingan pita lapak agen Be Ju BISA Wae Bobok dilakukan […]

  • Menteri Yohana Yembise: Jangan Coba Main Main Dengan Anak Anak

    Menteri Yohana Yembise: Jangan Coba Main Main Dengan Anak Anak

    • calendar_month Kam, 5 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    NTT, gardaindonesia.id – Target PBB tidak ada kekerasan terhadap perempuan dan anak di Tahun 2030, mendapatkan perhatian dari Pemerintah Indonesia, saat 2 Tahun lalu, Presiden RI Jokowi cukup marah terkait kekerasan seksual terhadap anak anak sampai ada yang meninggal, sehingga Kementrian PPPA RI dan Kementrian terkait menerbitkan Undang Undang No 17 Tahun 2016 Undang Undang […]

expand_less