Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Hanya di Bali, Nyepi 2025 Pemprov Bali Stop Data Internet

Hanya di Bali, Nyepi 2025 Pemprov Bali Stop Data Internet

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
  • visibility 105
  • comment 0 komentar

Loading

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga sudah mengumumkan mengenai pembatasan jaringan internet serta siaran televisi dan radio di Bali tersebut.

 

Denpasar | Pemprov Bali memanfaatkan layanan short massage service (SMS) untuk menyampaikan informasi terkait pembatasan layanan data seluler dan internet protocol television (IPTV [layanan televisi yang menggunakan jaringan internet untuk mengirimkan konten video dan audio]) pada Sabtu, 29 Maret 2025 pukul 06:00 Wita hingga Minggu, 30 Maret 2025 pukul 06:00 Wita.

Langkah ini selaras dengan surat Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Bali Nomor: B.14.400.8.2.3/1380/IKP/D.KOMINFOS tanggal 19 Februari 2025 mengenai penghentian layanan data seluler dan tidak mendistribusikan siaran televisi pada Nyepi Tahun BaruÇaka 1947.

Dilansir dari tirto.id, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali mengungkapkan bahwa layanan internet dan penyiaran akan dibatasi selama 24 jam pada hari raya Nyepi.

Pembatasan data seluler dan IPTV pada saat Nyepi sudah diserukan dalam seruan bersama tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1947 yang ditandatangani oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Bali.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga sudah mengumumkan mengenai pembatasan jaringan internet serta siaran televisi dan radio di Bali tersebut. Komdigi bersedia memenuhi permintaan Pemprov Bali untuk menyetop layanan telekomunikasi dan penyiaran selama Nyepi berlangsung.

“Dibatasi di Bali. Hanya di Bali. Itu yang dimohonkan kepada Komdigi, mengenai penyedia jasa seluler untuk mematikan data seluler, serta layanan penyiaran radio dan televisi untuk tidak bersiaran selama Nyepi,” kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Anak Agung Ngurah Bagus Aryana, mewakili Kepala Diskominfos, Gede Pramana, kepada Tirto di kantornya pada Selasa, 25 Maret 2025.

Sumber (*/tirto.id+ragam)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sriwijaya Air Group Bantah Angkut Durian 3 Ton

    Sriwijaya Air Group Bantah Angkut Durian 3 Ton

    • calendar_month Rab, 7 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Tangerang, gardaindonesia.id |Menanggapi pemberitaan perihal Maskapai Sriwijaya Air mengangkut durian dengan rute penerbangan Bengkulu ke Jakarta kemarin, Sriwijaya Air memastikan bahwa hal tersebut merupakan sebuah tindakan yang tidak menyalahi aturan dalam penerbangan. “Mengangkut durian dalam penerbangan itu merupakan hal yang biasa dilakukan oleh setiap maskapai sejauh dikemas dengan baik dan masuk ke dalam cargo sesuai […]

  • Tiga Desa di Rote Ndao, 1 Dusun di Sikka dan 17 Desa di NTT Nikmati Listrik

    Tiga Desa di Rote Ndao, 1 Dusun di Sikka dan 17 Desa di NTT Nikmati Listrik

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN terus berupaya melistriki kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) guna mewujudkan keadilan energi untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sepanjang bulan Agustus, PLN berhasil melistriki 20 Desa dan 1 Dusun di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran listrik membawa banyak dampak dalam kehidupan masyarakat, mulai dari menggerakkan roda perekonomian, meningkatkan kualitas pendidikan […]

  • Berpihak Pada Masyarakat Kecil, Unasdem Gratiskan SPP 2 Semester

    Berpihak Pada Masyarakat Kecil, Unasdem Gratiskan SPP 2 Semester

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pendidikan saat ini menjadi kebutuhan semua orang yang harus dipenuhi sebagai bekal dalam mengahadapi perkembangan zaman yang semakin modern. Pemerataan pendidikan perlu dilakukan sehingga setiap anak bangsa dapat mengenyam pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga Perguruan Tinggi. Hal tersebut yang dilakukan oleh Universitas Aryasatya Deo Muri (Unasdem) Kupang, Nusa Tenggara […]

  • SuperSUN Menerangi Asa Anak Sekolah Terpencil Pulau Sumba

    SuperSUN Menerangi Asa Anak Sekolah Terpencil Pulau Sumba

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Program inovatif ini menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung digitalisasi pendidikan, khususnya di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.   Tambolaka | Sebuah harapan baru telah menyinari SDK Kalembu Liga, sebuah sekolah terpencil di Desa Wee Baghe, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya. Setelah sekian lama bergantung pada sambungan listrik seadanya dari rumah […]

  • BPS NTT: Pada 2045 Provinsi NTT Tidak Mengalami Bonus Demografi

    BPS NTT: Pada 2045 Provinsi NTT Tidak Mengalami Bonus Demografi

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2045 di mana penduduk usia produktif (usia 15—64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia non produktif (berusia dibawah 15 tahun dan diatas 64 tahun). Hal berbeda di alami oleh Provinsi NTT, di mana diprediksi NTT tidak akan mengalami bonus demografi pada tahun 2045. […]

  • Musuh Pancasila adalah Manipulator Agama!

    Musuh Pancasila adalah Manipulator Agama!

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Bukan agama yang jadi musuh Pancasila. Tapi manipulasi terhadap agamalah yang jadi musuh Pancasila. Itu jelas. Tak perlu dipolemikkan, atau dipolitisir. Buang tenaga dan buang waktu saja. Realitas politik belakangan ini menunjukkan fakta bahwa isu agama adalah komoditi paling murah (gampangan) untuk menyulut emosi massa. Ada dua permasalahan di sini. Pertama, […]

expand_less