Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Labuan Bajo Diduga Jadi Kawasan Prostitusi Anak di Bawah Umur

Labuan Bajo Diduga Jadi Kawasan Prostitusi Anak di Bawah Umur

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
  • visibility 56
  • comment 0 komentar

Loading

Keresahan dan kekhawatiran terhadap anak-anak perempuan usia sekolah dasar hingga menegah atas yang menjadi korban eksploitasi seksual di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Anak-anak korban praktik ini berasal dari Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

 

Labuan Bajo | Selain menyuguhkan sejuta pesona alam, Labuan Bajo, dikabarkan menyimpan sejuta rahasia bayangan gelap yang mengejutkan dan mengguncang hati nurani para orang tua yang memiliki anak usia sekolah dasar hingga menegah ke atas belakangan ini.

Pasalnya, baru-baru ini jagat maya dihebohkan dengan sebuah unggahan Akun Facebook miliki @Sony Willa Dida mengatakan di balik pesona alamnya sebagai lokasi wisata super prioritas yang memikat mata dunia, Labuan Bajo menyimpan sisi kelam yang mengejutkan.

Simak : https://www.facebook.com/share/p/1AbAUA1bsP/?mibextid=oFDknk

Pada unggahan tersebut, ia mengungkapkan keresahan dan kekhawatiran terhadap anak-anak perempuan usia sekolah dasar hingga menegah atas yang menjadi korban eksploitasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Anak-anak yang menjadi korban praktik prostitusi tersebut berasal dari Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Hal ini menunjukkan bahwa para wisatawan yang datang dari berbagai negara di belahan bumi ini, bukan hanya sekedar menikmati pesonanya alam Labuan Bajo seperti hamparan pantai berpasir putih, air laut sebening kristal, dan terumbu karang yang hidup, semuanya terukir dalam bingkai lukisan alam yang sempurna yang memanjakan mata saat memandangnya. Tetapi juga menikmati tubuh mungil si gadis cilik yang masih suci itu.

Menilik kondisi tersebut, hal ini mencerminkan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat atau dinas terkait yang mengelola pesona alam atau taman wisata ikon nasional dan internasional Labuan Bajo, harus membenahi secara baik dan memberikan pengawasan yang ketat terhadap para pengusaha-pengusaha penginapan atau hotel di Labuan Bajo guna mencegah terjadinya praktik-praktik yang dinilai melanggar nilai-nilai asusila sosial, dan norma-norma kehidupan serta budaya sopan satu sebagai identitas orang NTT pada umumnya khususnya budaya Manggarai.

Praktik eksploitasi anak-anak di bawah umur tersebut seperti dikutip dari unggahan Akun Facebook miliki @Sony Willa Dida, mengemuka pasca-laporan dari Kepala UPTD Kesejahteraan Sosial Tuna Netra dan Karya Wanita Kupang, Dinas Sosial Provinsi NTT, dr. Yusi T. Kusumawardhani.

Yusi mengungkapkan temuan tersebut saat melakukan perjalanan dinas dari Labuan Bajo ke Ruteng. Ia menyebut adanya aktivitas mencurigakan yang melibatkan anak-anak perempuan, mulai dari siswa kelas VI SD hingga SMA, yang diduga menjadi korban eksploitasi seksual.

“Dalam perjalanan kami dari Labuan Bajo ke Ruteng, kami mendapati satu hotel di Ruteng yang setiap hari Jumat sekitar pukul 11.00 Wita dijadikan tempat penampungan remaja putri, mulai dari siswa SMP hingga SMA, bahkan ada yang masih duduk di kelas VI SD,” ujar Yusi seperti dikutip dari unggahan Akun Facebook @Sony Willa Dida, pada Senin, 9 Juni 2025.

Menurut penuturannya, para remaja tersebut kemudian diantar menggunakan mobil travel menuju Labuan Bajo dan disebar ke sejumlah hotel. Beberapa sopir travel bahkan mengaku telah menjadi langganan untuk mengantar para remaja itu.

“Anak-anak itu kemudian diantar dengan mobil travel ke Labuan Bajo dan disebar ke sejumlah hotel,” kata Yusi pada 20 Mei 2025 seperti dikutip dari unggahan Akun Facebook @Sony Willa Dida.

Setiap hari Minggu jelas Yusi, mereka diantar kembali ke wilayah asal, yakni Manggarai dan Manggarai Timur. Di salah satu rumah makan di Borong, para remaja itu mengganti pakaian dan membersihkan riasan wajah mereka sebelum kembali menjalani kehidupan sebagai ‘gadis lugu’.

“Kondisi ini sangat menyedihkan. Ada yang keliru dalam pola asuh orang tua terhadap anak-anak ini,” ujar Yusi.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dibebankan hanya pada satu pihak. Keterlibatan berbagai elemen, mulai dari orang tua, sekolah, gereja, tokoh masyarakat hingga aparat penegak hukum, sangat diperlukan untuk menghentikan praktik keji ini.

Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi Nusa Tenggara Timur, khususnya Labuan Bajo yang selama ini dikenal sebagai surga dunia dengan pesona alam yang menakjubkan setiap wisatawan. Tak seharusnya menutupi fakta sosial yang merusak masa depan generasi muda.

Pemerintah daerah dan pihak berwenang diharapkan segera bertindak cepat untuk melakukan investigasi menyeluruh serta memberikan perlindungan dan pendampingan bagi anak-anak yang menjadi korban.(*)

Penulis (*/Ferdy Daud)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silaturahmi Danki Kavaleri KKA Lelowai, Pena Batas Naik Ranpur Anoa

    Silaturahmi Danki Kavaleri KKA Lelowai, Pena Batas Naik Ranpur Anoa

    • calendar_month Ming, 15 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Segenap wartawan yang bergabung dalam Organisasi Persatuan Jurnalis Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL bersilahturahmi dengan Danki Kavaleri , Kapten Kav. Bekti Aji Sayekti, S.T.Han di markas Kompi Kavaleri Komodo Ksatria Anuraga atau Kikav KKA di Lelowai, Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 14 […]

  • Bupati & Wabup SBD : Kami Akan Jadikan Sumba Barat Daya ‘Iconic Island’

    Bupati & Wabup SBD : Kami Akan Jadikan Sumba Barat Daya ‘Iconic Island’

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bupati Sumba Barat Daya, dr.Kornelis Kodi Mete dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Kristian Taka, S.IP. menyampaikan program 100 hari kerja sejak dilantik oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat hingga Desember 2019. “Kami punya cita-cita supaya masalah terkini yang rakyat rasakan kalau bisa dapat berkurang dimulai dari lingkup internal birokrasi hingga […]

  • DPR Pangkas Tunjangan Listrik, Telepon, Transportasi, THP Turun Jadi Rp65,6 Juta

    DPR Pangkas Tunjangan Listrik, Telepon, Transportasi, THP Turun Jadi Rp65,6 Juta

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Selain itu, DPR juga memberlakukan moratorium perjalanan dinas luar negeri terhitung awal September, kecuali jika ada undangan resmi kenegaraan.   Jakarta | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akhirnya memutuskan untuk memangkas sejumlah tunjangan dan fasilitas yang selama ini melekat pada anggota dewan. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks […]

  • Legenda Fatu Kopa

    Legenda Fatu Kopa

    • calendar_month Ming, 21 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Sonny Pellokila Fatu Kopa merupakan negeri di atas awan. Di sinilah, surga duniawi bagi kaum pencinta pesona alam. Lokasi Fatu Kopa terletak di sebelah tenggara Niki-Niki dan masuk dalam wilayah adat Amnuban. Secara administrasi, Fatu Kopa terletak dalam wilayah administrasi desa Fatukopa, kecamatan Fatukopa, kabupaten Timor Tengah Selatan, provinsi Nusa Tenggara Timur. Konon ceritanya […]

  • Mahasiswa Magang Faperta Undana Gapai Cara Bertani Terpadu di Lahan Kering

    Mahasiswa Magang Faperta Undana Gapai Cara Bertani Terpadu di Lahan Kering

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Apabila bidang pertanian dikembangkan dengan baik maka akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Nukilan ini menggambarkan semangat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mengolah lahan kering. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2019/08/09/wagub-ntt-josef-harus-ada-terobosan-baru-untuk-lahan-kering-di-ntt/ “Kalau kita mau mengorelasikan Ilmu Pendidikan dengan bidang pertanian maka kita bisa kembangkan lahan yang kita miliki. Kalau lahan pertanian kita hebat, […]

  • Perayaan HUT Ke-48 KORPRI Tahun 2019 ala BP PAUD Dikmas NTT

    Perayaan HUT Ke-48 KORPRI Tahun 2019 ala BP PAUD Dikmas NTT

    • calendar_month Jum, 29 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, BUMN, BUMD serta anak perusahaan. Sedangkan Pemerintah Desa telah tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI). Meski demikian, KORPRI sering kali dikaitkan dengan Pegawai Negeri Sipil. Kedudukan dan kegiatan KORPRI tak terlepas dari kedinasan. KORPRI […]

expand_less