Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Padang Sabana Mausui, Lanskap Memesona di Pelosok NTT

Padang Sabana Mausui, Lanskap Memesona di Pelosok NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
  • visibility 195
  • comment 0 komentar

Loading

Meskipun Padang Mausui ini tergolong terpencil dan membutuhkan waktu yang cukup lama kurang lebih 2—3 jam dari Kota Borong untuk bisa tiba di sana. Namun, hal tersebut tidak mengalahkan semangat wisatawan yang mengunjunginya.

 

Manggarai | Pesona hamparan rerumputan yang berada di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini menjadi sorotan para wisatawan. Hamparan rerumputan luasnya kurang lebih empat hektar itu yang akrab disebut ‘Padang Sabana Mausai’ atau ‘Padang Musai’. Tak heran wisatawan yang melakukan kunjungan akan menggeleng-gelengkan kepala saat mengunjunginya. Sebab setibanya di sana, kawan akan disuguhkan dengan keindahan yang luar biasa serta menakjubkan.

Padang Sabana Mausui terletak di dekat perkampungan Mausui, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores, NTT.

Meskipun Padang Mausui ini tergolong terpencil dan membutuhkan waktu yang cukup lama kurang lebih 2—3 jam dari Kota Borong untuk bisa tiba di sana. Namun, hal tersebut tidak mengalahkan semangat wisatawan yang mengunjunginya. Perjalanan menuju Padang Mausai dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan beroda dua maupun empat.

Hal ini menunjukkan daya tarik Padang Mausai untuk memikat hati para wisatawan sangat kaut sehingga tidak heran meskipun jauh para wisatawan yang datang mengunjung terus meningkat dari tahun-ke tahun.

Di sini kita akan disuguhkan dengan hamparan rerumputan luas yang begitu memanjakan mata. Rerumputan ini akan berubah warna sesuai musim, yakni hijau saat musim hujan dan kuning-kecokelatan saat kemarau.

Bahkan, pepohonan rindang yang tersebar secara alami di seluruh wilayah Mausui turut memperindah cakrawala. Bukan hanya itu, kawan juga dapat berjumpa dengan kawanan sapi, kerbau, dan kuda yang berkeliaran dengan bebas. Hewan-hewan ini bukanlah binatang liar, melainkan milik para peternak lokal yang berada di sekitar wilayah itu.

Menawarkan tiga lanskap sekaligus dalam satu pandangan

Tempat ini juga dikelilingi oleh Gunung Poco Ndeki, Gunung Komba, dan beberapa bukit di sekitarnya sehingga latar pegunungan dapat terlihat dengan jelas saat Kawan berada di sini. Pegunungan menjadi faktor yang membuat Mausui sering diselimuti kabut di pagi hari.

Pemandangan lainnya yang ditawarkan adalah bentangan Pantai Tanjung Bendera yang berbatasan secara langsung dengan sabana. Pantai ini menawarkan pasir putih yang jauh dari sentuhan manusia, cocok bagi para wisatawan yang ingin menikmati natural. Kombinasi antara rerumputan hijau dengan laut biru menjadi perpaduan alam lukisan alam yang sempurna dan sulit ditemukan di mana pun.

Saat cuaca cerah, Kawan dapat melihat siluet Gunung Inerie yang memiliki bentuk kerucut sempurna. Gunung ini menambah kompleksitas bentang alam yang ada, sungguh tampak seperti lukisan yang menjadi nyata.

Kawanan kuda, sapi, kerbau menikmati hamparan rumput Padang Sabana Mausui

Semua lanskap tersebut bisa Kawan nikmati saat mengunjungi Padang Sabana Mausui. Hamparan rerumputan, pegunungan, dan laut dapat tertangkap dalam satu pandangan mata.

Lanskap alam yang memikat

Garis cakrawala di Mausui dibentang oleh padang rumput seluas belasan hektar.

Saat musim hujan, rumput berwarna hijau segar, kemudian berubah menjadi kuning keemasan di musim kemarau, menyerupai padang khas Afrika, lengkap dengan latar gunung seperti Inerie dan Komba.

Udara segar dan sejuk

Udara sejuk dan angin semilir menciptakan suasana alami yang tenteram.

Letaknya yang jauh dari peradaban manusia membuat Padang Sabana Mausui tempat yang terbebas dari polusi udara. Udara sejuk dan angin semilir menciptakan suasana alami yang tenteram.

Selain itu, Sabana Mausai juga hampir setiap harinya, langit cerah dan bersih selalu menyambut wisatawan yang berkunjung ke sini. Bukan saja memanjakan mata, melainkan juga menyegarkan pikiran bagi Kawan-kawan yang rutinitas hariannya di perkotaan.

Fauna dan kehidupan lokal

Pagi hari merupakan waktu yang tepat jika Kawan ingin melihat langit jingga kebiruan saat matahari baru saja terbangun. Terbit dari puncak Gunung Inerie, matahari seakan memberikan kehangatan saat dinginnya embun pagi masih menyelimuti Mausui. Bagi Kawan yang ingin menikmati momen ini, pukul 05.00–07.00 WITA merupakan waktu yang sempurna.

Pengunjung dapat menyaksikan gerombolan kuda, sapi, kerbau, bahkan burung endemik seperti perkutut dan elang, yang berkeliaran bebas di padang.

Selamat menikmati kepingan surga yang tersembunyi di Padang Sabana Mausui, Kawan.

Sumber (*/Ferdy Daud + ragam).

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Daerah 3T NTT Dapat Program Light Up The Dream PLN

    Sekolah Daerah 3T NTT Dapat Program Light Up The Dream PLN

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Ariston Kolot Ola, Camat Adonara Timur, menyampaikan rasa terima kasihnya dan mengapresiasi kerja nyata PLN melalui program LUTD berdampak bagi masyarakat tidak mampu dan bagi anak-anak yang bersekolah.   Flores Timur | Program Light Up The Dream (LUTD) yang diinisiasi secara sukarela oleh Insan PT PLN (Persero) terus menebarkan manfaat. Jika sebelumnya fokus pada penyediaan […]

  • Tren Pendapatan Meningkat, Dorong PLN Masuk Fortune Global 500

    Tren Pendapatan Meningkat, Dorong PLN Masuk Fortune Global 500

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Penjualan listrik didominasi oleh sektor rumah tangga sebesar 43%, disusul sektor industri 30%, sektor bisnis 19%, dan sektor lainnya 8%. Konsumsi listrik rumah tangga tercatat tumbuh 6,62% menjadi 130,43 TWh, sementara konsumsi sektor industri meningkat 4,17% menjadi 92,28 TWh.   Jakarta | PT PLN (Persero) berhasil menembus daftar Fortune Global 500 tahun 2025 dan menempati […]

  • Sepeda Motor Thunder Picu Kebakaran SPBU di Kefa Timor Tengah Utara

    Sepeda Motor Thunder Picu Kebakaran SPBU di Kefa Timor Tengah Utara

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Kepada media ini pada Kamis malam, 3 Juli 2025, Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyampaikan klarifikasi terkait insiden kebakaran SPBU tersebut.   Kefa | Video kebakaran sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berdurasi 26 detik beredar dan viral di media sosial, api tampak berkobar-kobar dari bagian […]

  • NTT Tuan Rumah Indonesia Pacific Cultural Synergy, Hadir 17 Negara

    NTT Tuan Rumah Indonesia Pacific Cultural Synergy, Hadir 17 Negara

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Loading

    Sebelum puncak acara, dihelat Residensi Budaya pada tanggal 3–10 November 2025. Program ini menghadirkan para pelaku budaya dari 17 negara dengan tiga fokus.   Kupang | Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPCS) 2025, sebuah ajang budaya berskala internasional yang mempertemukan Indonesia dengan 16 negara Pasifik serta Timor Leste bakal dihelat di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur […]

  • Dialog Flobamora Fapet Undana dalam rangka Dies Natalis ke-55 Batal Digelar

    Dialog Flobamora Fapet Undana dalam rangka Dies Natalis ke-55 Batal Digelar

    • calendar_month Sel, 9 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id –Dies Natalis ke-55 Fakultas Peternakan Undana yang diselenggarakan pada Senin/8 Oktober 2018 dengan Agenda Utama ‘Dialog Flobamora’, Sinergi Fapet dan Pemda Se-NTT dalam rangka mengembalikan NTT sebagai Gudang Ternak; Batal dilaksanakan. Gubernur 1 NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang direncanakan menjadi’ Tamu Kehormatan Fakultas Peternakan Undana’ batal hadir. Ketidakhadiran Gubernur Viktor disebabkan adanya agenda […]

  • Cinta dan Bintang

    Cinta dan Bintang

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Cinta dan Bintang Oleh Irjan Buu Iming harap tak pelak tindak Seia sekata dalam senada Kalau cinta ingin merekah.. Kedip bintang merias tepian Mula bercumbu di kaki langit Atas nama cinta Disaksikan bintang Bersit cahaya berpijar kembang Membias riang membawa cinta Gejolak merombak masa Tak hengkang meremas genggam Memacu tangguh bernaung bintang Cinta.. Bintang.. Sejoli […]

expand_less