Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Gegara Bully, Pelajar SMA Gantung Diri

Gegara Bully, Pelajar SMA Gantung Diri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
  • visibility 333
  • comment 0 komentar

Loading

Informasi yang dihimpun, sebelum meninggal dunia, Priya mengalami tekanan psikologis berat akibat perundungan (bully) yang diterimanya di lingkungan sekolah.

 

Garut | Kasus dugaan perundungan (bullying) yang menimpa siswa SMAN 6 Garut hingga berujung bunuh diri menghebohkan publik. Korban, Priya Nailuredha Thoriq (16), siswa kelas X, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya pada Senin, 14 Juli 2025. Peristiwa ini menuai perhatian luas, termasuk dari Dinas Pendidikan Jawa Barat hingga Pemkab Garut.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Garut, Aang Karyana, mengonfirmasi bahwa Kepala Sekolah SMAN 6 Garut telah dinonaktifkan.

“Penonaktifan kepsek, langkah selanjutnya dilakukan pendalaman oleh pemprov,” ujar Aang saat dihubungi awak media melalui telepon, Jumat 18 Juli 2025.

Aang menambahkan, penonaktifan dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan mendalam terkait penyebab bunuh diri yang dialami korban. Selama proses ini, pelaksana tugas (Plt) akan menggantikan posisi kepala sekolah maupun guru agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar.

“Tidak (terganggu), nanti ada pelaksana tugas (Plt) yang ditunjuk,” katanya.

Aang menekankan, peristiwa ini menjadi perhatian khusus dan pengawas pendidikan akan mengintensifkan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah.

“Barusan sudah rapat dengan para pengawas untuk intensif melakukan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan tim TPPK di sekolah,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, sebelum meninggal dunia, Priya mengalami tekanan psikologis berat akibat perundungan yang diterimanya di lingkungan sekolah. Sang ibu, Fuji Lestari, menyampaikan kesaksiannya di media sosial.

“Awalnya anak saya dituduh melaporkan teman-temannya yang nge-vape di kelas, padahal dia sama sekali tidak melakukan itu,” jelas Fuji.

Akibat tuduhan tersebut, Priya sempat hendak dikeroyok oleh sejumlah teman sekelasnya. “Suatu hari anak saya mau dipukul ramai-ramai oleh teman sekelas, tangannya dipegangin dan sudah mau dipukuli. Alhamdulillah, anak saya berhasil kabur ke ruang BK,” lanjutnya.

Setelah insiden itu, Priya memilih tidak kembali ke SMAN 6 Garut. Nilainya merosot hingga dinyatakan tidak naik kelas. Pihak sekolah menyarankan agar Priya dipindahkan ke sekolah lain agar bisa melanjutkan pendidikan. Fuji menyetujui keputusan tersebut. Namun pada hari pertama ia kembali masuk sekolah baru, Senin 14 Juli 2025, Priya ditemukan tewas gantung diri di rumah oleh orang tuanya.

Kepolisian Resor Garut yang melakukan olah TKP tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dan menyimpulkan kasus ini mengarah pada bunuh diri.

“Kami memang menerima laporan dari Kanit Polsek bahwa telah terjadi peristiwa gantung diri. Kemudian kita kerahkan Tim Inafis ke lokasi. Hasil pemeriksaan, cenderung ke bunuh diri. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Garut, Yayan Waryana, mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari orang tua korban sejak 30 Juni 2025. Korban sempat menerima pendampingan psikologis dan konsultasi hukum.

“UPT PPA menerima laporan kasus dugaan bullying dari orang tua siswa pada hari Senin, 30 Juni 2025,” ujar Yayan.

Tim psikolog bahkan telah menyarankan agar korban diperiksa ke psikiater, dan telah mengeluarkan surat rujukan untuk pemeriksaan ke RSUD dr. Slamet. Sayangnya, nyawa Priya tidak terselamatkan.

Tragedi ini menyulut curahan hati dari warganet yang mengaku pernah menjadi korban perundungan di sekolah yang sama. Seorang pengguna media sosial dengan akun @saniamh_ menulis:

“Bu, aku juga pernah sekolah disitu, dan sama pernah dibully hampir sama kasusnya… Tapi yang jadi tokoh utamanya aman-aman aja sampe lulus HAHA… Akupun gak memaafkan 1 orang yang namanya aku inget terus sampe mati.”

Kini, masyarakat mendesak pihak sekolah, pemerintah daerah, dan kementerian untuk bertindak tegas mencegah perundungan agar tidak ada lagi siswa yang menjadi korban berikutnya.(*)

Sumber (*/melihatindonesia)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pjs. Bupati Belu Terima Rekomendasi KASN tentang Sanksi Bagi 9 Camat

    Pjs. Bupati Belu Terima Rekomendasi KASN tentang Sanksi Bagi 9 Camat

    • calendar_month Sel, 3 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Rekomendasi KASN-nya sudah ada, diberikan kepada pejabat pembina kepegawaian daerah untuk menjatuhkan sanksi kepada 9 camat yang bermasalah. Jenis sanksinya tentu sama karena terlibat dalam titik kegiatan yang sama,” ungkap Pjs. Bupati Belu, Zakarias Moruk saat ditemui awak media di ruang kerjanya, pada Selasa siang, 3 November 2020. Dalam rekomendasi KASN […]

  • Presiden Jokowi Jenguk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

    Presiden Jokowi Jenguk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

    • calendar_month Ming, 30 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya, Garda Indonesia | Usai menghadiri resepsi pernikahan putri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Grand City Convention Hall Surabaya pada Sabtu 29 Juni 2019, Presiden dan Ibu Iriana menjenguk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang tengah dirawat di RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Tiba pukul 21.05 WIB, Presiden dan Ibu Iriana langsung menuju ruang […]

  • Cabut Izin Siar TV Belu, KPID NTT Serahkan Surat Menkominfo RI ke Kominfo Belu

    Cabut Izin Siar TV Belu, KPID NTT Serahkan Surat Menkominfo RI ke Kominfo Belu

    • calendar_month Sab, 8 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Ketua KPID NTT, Frederikus Royanto Bau menyerahkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Nomor 303 Tahun 2020 tentang Pencabutan Keputusan Menkominfo Nomor 869 Tahun 2012 Tentang Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Televisi Belu (Belu TV). Penyerahan […]

  • Lantik Direksi PD Pasar, Wali Kota Kupang Minta Rancang Terobosan Kreatif

    Lantik Direksi PD Pasar, Wali Kota Kupang Minta Rancang Terobosan Kreatif

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, melantik jajaran direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kupang masa bakti tahun 2020—2025 pada Selasa sore, 4 Agustus 2020 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang. Direksi yang dilantik antara lain, Kardinad Leonard Kale Lena, S.H. sebagai Direktur Utama PD Pasar, Kretisana Jagi, S.E., […]

  • Kopilot Wings Air Tewas Diduga Bunuh Diri, Begini Penjelasan Maskapai

    Kopilot Wings Air Tewas Diduga Bunuh Diri, Begini Penjelasan Maskapai

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group menyampaikan keterangan sehubungan penanganan salah satu kopilot (first officer) laki-laki bernama Nicolaus Anjar Aji Suryo Putro (29 tahun). Dilansir dari laman kompas.com, Warga Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat terkejut dengan adanya dugaan kasus bunuh diri di salah satu rumah indekos di […]

  • Tapak Kerja & Optimisme Viktor Laiskodat & Josef Nae Soi di Pandemi Covid-19

    Tapak Kerja & Optimisme Viktor Laiskodat & Josef Nae Soi di Pandemi Covid-19

    • calendar_month Rab, 18 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Loading

    Roda pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi konsisten berfokus pada penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020. Berbagai upaya edukasi, pencegahan,  pengendalian kasus terpapar yang dilakukan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersama dengan TNI/POLRI, lembaga agama dan sosial secara bahu-membahu […]

expand_less