Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Negara Tajikistan Larang Perempuan Pakai Hijab, Ini Dendanya

Negara Tajikistan Larang Perempuan Pakai Hijab, Ini Dendanya

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
  • visibility 695
  • comment 0 komentar

Loading

Tajikistan sebuah negara di Asia Tengah yang berbatasan dengan Afghanistan di selatan, Tiongkok di timur, Kirgistan di utara, dan Uzbekistan di barat.

Tajikistan memiliki luas wilayah sekitar 143.100 km² dengan jumlah penduduk ±10 juta jiwa (perkiraan 2025). Negara dengan bentuk pemerintahan: Republik Presidensial, memiliki mata uang Somoni (TJS), bahasa resmi Tajik (varian bahasa Persia), dan agama mayoritas Islam (terutama Islam Sunni) ini menempatkan Dushanbe sebagai ibu kota dengan bentang an alam didominasi pegunungan, terutama Pegunungan Pamir yang dijuluki “atap dunia” karena ketinggiannya.

Sementara, ekonomi Tajikistan bergantung pada pertanian (kapas, gandum, buah), tenaga kerja migran, dan pertambangan (emas, aluminium, uranium).

Tajikistan kini resmi memberlakukan larangan penggunaan hijab (cadar atau penutup kepala islami) sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menegakkan budaya sekuler dan membatasi ekspresi keagamaan publik.

Detail pelarangan penggunaan hijab 

Parlemen negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut mengadopsi rancangan UU tentang “tradisi dan perayaan”. Pada RUU itu, parlemen Tajikistan, Majlisi Milli, melarang penggunaan, mengimpor, menjual, dan memasarkan “pakaian asing bagi budaya Tajik”.

Dikutip kantor berita independen Tajikistan, Asia Plus, Presiden Emomali Rahmon memang menganggap pakaian keagamaan termasuk hijab sebagai “pakaian asing”. Dalam aturan baru ini, warga pun dianjurkan untuk semakin sering memakai pakaian nasional Tajikistan.

RUU itu juga mencakup sanksi administratif dan denda bagi para pelanggarnya. Padahal, negara di Asia Tengah itu memiliki penduduk mayoritas Muslim. Berdasarkan data sensus 2020, sekitar 96 persen dari total 10,3 juta penduduk Tajikistan merupakan umat Muslim.

Alasan Tajikistan menerapkan larangan penggunaan hijab

Sejak berkuasa pada 1994, “presiden seumur hidup” Tajikistan, Emomali Rahmon, memang ingin menjadikan negara tersebut sekuler.

Perempuan Tajikistan memakai baju tradisional orang Tajik. Foto : AFP/Nozim Kalandarov)

Sebelum ada RUU terbaru ini, Tajikistan memang sudah membatasi dan melarang penggunaan hijab dan atribut keagamaan di lingkungan sekolah dan tempat kerja. Berbekal aturan baru ini, pemerintahan Rahmon ingin memperluas aturan itu dengan melarang atribut keagamaan terutama hijab di tempat publik.

Dikutip Euro News, salah satu alasan pemerintah melarang penggunaan hijab dan atribut keagamaan lainnya adalah “demi melindungi nilai-nilai budaya nasional” dan “mencegah takhayul serta ekstremisme”.

Tahapan larangan hijab di Tajikistan

Pada 19 Juni 2024, Majlisi Milli (Dewan Perwakilan Tinggi Tajikistan) menyetujui UU yang melarang importasi, penjualan, promosi, dan pemakaian pakaian yang dianggap “asing” terhadap budaya nasional—termasuk hijab. UU ini sebelumnya sudah disetujui oleh Majlisi Namoyandagon (Dewan Rendah) pada 8 Mei 2024 .

UU ini merupakan bagian dari 35 tindakan terkait agama, dan bertujuan “melindungi nilai-nilai budaya nasional” dan “mencegah takhayul serta ekstremisme” .

Sanksi denda bagi pelanggar

Tajikistan pun menerapkan denda terhadap warga biasa yang tak mengindahkan pelarangan penggunaan hijab dengan denda sekitar 7.920 somoni (±€700 / ±Rp12 juta), pejabat pemerintah: hingga 54.000–57.600 somoni (±€4.700–5.000 / ±Rp80–88 juta) dan perusahaan atau entitas hukum: juga dikenai denda signifikan (sekitar 39.500 somoni) .

Larangan penggunaan hijab dalam praktik pendidikan dan publik

Sejak 2005, Kementerian Pendidikan sudah melarang penggunaan hijab di sekolah dan universitas negeri. Hijab hanya boleh dipakai di luar lembaga pendidikan sekuler.

Banyak perempuan yang sempat ditolak masuk universitas karena memakai hijab. Di sejumlah tempat kerja, pekerja perempuan juga ditekan untuk melepas hijab atau menyesuaikannya seperti kerudung tradisional yang diikat di belakang kepala.

Selain hijab, pemerintah Tajikistan juga mengeluarkan fatwa yang melarang busana berwarna hitam, pakaian ketat, atau transparan. Semua bentuk busana “asing” dianggap tidak sesuai budaya Tajik dan dilarang dalam ruang publik.(*)

Sumber (*/ragam)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangani Covid-19, Dinas Kesehatan NTT Helat ‘On The Job Training’

    Tangani Covid-19, Dinas Kesehatan NTT Helat ‘On The Job Training’

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perhatian dan keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT khususnya Dinas Kesehatan sangat serius dalam penanganan penyebaran Corona Virus Disease (Covid)-19. Karena itu, untuk menyamakan persepsi dan gerak langkah, maka dihelat kegiatan pelatihan kerja lapangan (on the job training). “Akan dilakukan kegiatan on the job training yang dilaksanakan di Rumah Sakit Prof. W […]

  • Wakil Bupati Belu Sebut Desa Naitimu Sebagai ‘Good Governance’

    Wakil Bupati Belu Sebut Desa Naitimu Sebagai ‘Good Governance’

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Laporan tadi sudah memenuhi good governance, pemerintahan yang baik untuk kepentingan masyarakat, tidak untuk kepentingan kepala desa”, sebut Wakil Bupati Belu JT. Ose Luan di Aula Kantor Desa Naitimu usai mendengarkan Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa oleh Kepala Desa Norbertus Moa dalam acara kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Belu […]

  • KPU Helat Debat Pertama Calon Wali Kota Kupang Pilkada 2024

    KPU Helat Debat Pertama Calon Wali Kota Kupang Pilkada 2024

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang menghelat debat publik pertama untuk kelima pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Kupang periode 2024—2029. Perhelatan debat ini pada Sabtu malam, 19 Oktober 2024 di Hotel Aston Kupang. Debat terbuka untuk publik ini dihadiri Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, Kadis Kominfo Kota Kupang. […]

  • Lantamal VII Peringati Tahun Baru Islam 1440 H/2018 M

    Lantamal VII Peringati Tahun Baru Islam 1440 H/2018 M

    • calendar_month Sel, 18 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id – Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang menggelar tausiah (pesan & nasihat) dalam peringatan Tahun Baru Islam 1440 H/ 2018 M, di Masjid AL Mahdi Komplek TNI AL Osmok, Selasa (18/09/2018); dengan peringatan Tahun Baru Islam diharapkan dapat menjadikan prajurit TNI AL semakin militan dan profesional dalam menjalankan tugas. Komandan Lantamal VII Brigjen […]

  • HUT Ke-59, Jasa Raharja NTT Helat Donor Darah & Pengobatan Gratis

    HUT Ke-59, Jasa Raharja NTT Helat Donor Darah & Pengobatan Gratis

    • calendar_month Jum, 6 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 PT Jasa Raharja (Persero) Cabang NTT menggelar donor darah dan pengobatan gratis dengan menggandeng Biddokes Polda NTT dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun 2019, kegiatan donor darah dipusatkan di Kantor PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Nusa […]

  • Perjuangan Satpam UGM Antar Anak Raih Gelar Doktor di UGM

    Perjuangan Satpam UGM Antar Anak Raih Gelar Doktor di UGM

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Loading

    Teguh Suparman tergabung dalam satuan keamanan UGM yang kini bernama PK4L. Ia sudah mengabdi di kampus biru itu sejak 33 tahun terakhir. Angka yang sama saat putri sulungnya tersebut terlahir.   Yogyakarta | Kamis, 19 April 2025 merupakan hari yang membahagiakan bagi Teguh Suparman. Sembari menggandeng istri dan anak-anaknya, pria yang mengenakan seragam satpam lengkap […]

expand_less