Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Empat Wisata Alam Indonesia Yang Pernah Jadi Lokasi Syuting Film

Empat Wisata Alam Indonesia Yang Pernah Jadi Lokasi Syuting Film

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
  • visibility 243
  • comment 0 komentar

Loading

Film laga Pendekar Tongkat Emas karya sutradara Ifa Isfansyah mengambil latar Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Pulau seluas 11.153 km² ini juga dikenal dengan panorama alamnya yang dramatis.

 

Ruteng | Pesona alam Indonesia tak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan. Beberapa di antaranya bahkan menjadi latar belakang dalam film-film terpopuler yang menghadirkan lanskap yang menakjubkan.

Hal ini tidak hanya sekadar memperkuat cerita, tetapi juga membuat penonton ingin datang langsung untuk melihat pesona destinasi wisata tersebut.

Jadi, mengunjungi spot-spot yang menjadi latar tempat sebuah film bukanlah menjadi hal baru bahkan membantu mempromosikan pariwisata setempat.

Jika, pernah terpesona dengan latar tempat dalam film favorit, inilah saatnya mengenal lebih dekat destinasi-destinasi alam yang menjadi lokasi syuting film terpopuler.

Seperti dilansir dari berbagai sumber pada Senin, 18 Agustus 2025, terkait 4 (empat) destinasi alam di Indonesia yang pernah menjadi lokasi syuting film terpopuler.

Nah, sobat Portal Berita Garda Indonesia, berikut empat destinasi wisata alam Indonesia yang pernah menjadi latar film populer dan bisa dikunjungi oleh wisatawan.

1. Gunung Rinjani – Romeo + Rinjani

Film Romeo + Rinjani menampilkan kisah cinta dan drama petualangan yang berpadu manis dengan latar megah Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Gunung berapi aktif setinggi 3.726 mdpl ini merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia dan terkenal dengan pemandangan alamnya yang spektakuler.

Meskipun memiliki jalur yang curam di beberapa titik, Rinjani tergolong aman untuk didaki oleh pendaki berpengalaman.

Puncak Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto : Canva/Goodnews

Keindahan Rinjani tergambar dalam berbagai adegan film, mulai dari sabana luas, jalur berbatuan yang menantang, hingga danau kawah Segara Anak. Danau biru di kawah gunung ini menjadi daya tarik utama, dilengkapi sumber air panas yang dipercaya bermanfaat bagi kesehatan.

Pengunjung juga dapat menikmati panorama Padang Savana Sembalun Lawang, salah satu puncak awal yang menawarkan pemandangan hamparan hijau yang tak kalah indah.

Tak hanya panorama memikat, Taman Nasional Gunung Rinjani juga menjadi habitat beragam flora dan fauna. Mamalia endemik seperti Musang Rinjani (Paradoxurus hermaphroditus rinjanicus) dan burung Celepuk Rinjani (Otus jolandae) hidup di kawasan ini, bersama kijang, lutung budeng, serta berbagai jenis reptil.

Akses menuju Rinjani dapat dimulai dari Desa Senaru atau Sembalun. Tiket masuk Taman Nasional Gunung Rinjani berkisar Rp20.000–Rp150.000 per orang, tergantung asal wisatawan dan hari kunjungan.

Waktu terbaik mendaki adalah Juni–September, saat cuaca cerah dan jalur pendakian aman. Fasilitas penginapan tersedia di desa-desa sekitar jalur masuk, sedangkan area pendakian menyediakan lokasi khusus untuk berkemah.

2. Pulau Sumba – Pendekar Tongkat Emas

Film laga Pendekar Tongkat Emas karya sutradara Ifa Isfansyah mengambil latar Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Pulau ini juga dikenal dengan panorama alamnya yang dramatis. Keindahan bentang alam Sumba yang eksotis menjadi latar sempurna untuk pertarungan epik dan kisah kepahlawanan dalam film ini.

Proses syuting dilakukan di sejumlah destinasi wisata populer di Sumba, mulai dari Teluk Tarimbang dengan pantainya yang tenang dan ombak besar yang cocok untuk berselancar, Padang Savana Puru Kambera yang membentang luas dengan rumput kekuningan khas musim kemarau, hingga Tebing Watuparunu yang memamerkan formasi tebing kapur unik berpadu pasir putih.

Indahnya sunset berlatar pohon bakau di Pantai Walakiri. (Foto: referensiwisata.com)

Pulau Sumba sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam dan budaya terbaik di Indonesia. Selain keindahan pantai dan tebingnya, wisatawan juga dapat menjumpai rumah adat beratap tinggi, kain tenun ikat khas Sumba, dan tradisi pasola yang legendaris.

Sebagian besar destinasi wisata di Sumba terbuka untuk umum, sementara waktu terbaik berkunjung adalah Mei–Oktober ketika cuaca cerah dan langit biru mendukung pengambilan foto.

Deretan destinasi alam di atas membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya kaya budaya, tetapi juga memiliki panorama alam yang layak menjadi bintang di layar lebar. Mengunjungi tempat-tempat ini berarti merasakan langsung pesona yang pernah terpampang di film favorit Anda.

3. Pantai Tanjung Tinggi – Laskar Pelangi

Film inspiratif Indonesia Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang tayang pada 2008 silam mendapat sambutan positif dengan perolehan penonton mencapai 4,6 juta di bioskop. Film ini mengisahkan perjuangan sekelompok anak di Belitung untuk meraih pendidikan di tengah keterbatasan.

Pantai Tanjung Tinggi, Bangka Belitung. Foto: lensabelitungtrip.com

Selain cerita yang mengharukan, film ini menampilkan panorama alam Belitung yang eksotis, salah satunya Pantai Tanjung Tinggi.

Pantai ini terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dengan hamparan pasir putih yang lembut dan air laut biru jernih terlukis sempurna bersama batu-batu granit raksasa yang tersebar di sepanjang garis pantai.

Spot ini menjadi ikon wisata Belitung karena pemandangannya yang unik dan Instagramable, terutama saat matahari terbenam.

Aktivitas favorit di Pantai Tanjung Tinggi antara lain adalah berenang, snorkeling, bermain kano atau perahu karet, hingga duduk santai di atas bebatuan sambil menikmati pemandangan laut. Wisatawan juga bisa berkeliling menggunakan perahu nelayan untuk menjelajahi sudut-sudut pantai.

Menariknya, pantai ini tidak memungut tiket masuk dan terbuka untuk umum selama 24 jam, hanya dikenakan biaya parkir sekitar Rp5.000–Rp10.000.

4. Ranu Kumbolo & Puncak Berpasir Gunung Semeru – 5 CM

Film 5 CM garapan Sutradara Rizal Mantovani merekam pesona Gunung Semeru dengan begitu indah. Diadaptasi dari novel berjudul sama, film ini bercerita tentang lima sahabat yang menantang diri untuk menaklukkan puncak Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Ranu Kumbolo, puncak Gunung Semeru. Foto : pesonaindo.com

Kisah mereka memperkenalkan penonton pada keindahan alam di jalur pendakian Semeru, terutama Ranu Kumbolo.

Danau alami di ketinggian 2.400 mdpl ini terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur.

Dengan air yang jernih berpadu dengan latar pegunungan hijau yang menenangkan, menjadikan pemandangan sunrise di sini salah satu yang terindah di jalur pendakian.

Selain Ranu Kumbolo, puncak berpasir Gunung Semeru juga menjadi daya tarik tersendiri. Hamparan lautan pasir yang luas memberikan panorama dramatis menjelang pendakian ke Mahameru.

Untuk mencapai Ranu Kumbolo, pendaki biasanya memulai perjalanan dari Ranu Pani, Desa Senduro, Lumajang. Tiket masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru berkisar Rp19.000–Rp29.000 per orang untuk wisatawan domestik, tergantung hari kunjungan.

Jalur pendakian dibuka pukul 06.00–17.00 WIB, dengan syarat pendaki mengantongi izin resmi dan memiliki persiapan fisik yang matang. Waktu terbaik mendaki adalah Mei–Oktober, saat cuaca lebih bersahabat.

Saat melakukan pendakian pegunungan Semeru diminta untuk mematuhi aturan yang berlaku, seperti mendirikan tenda hanya di area yang diizinkan, menjaga kebersihan, serta tidak berenang, mandi, mencuci, atau buang air di perairan danau.

Melalui Lokal Asri, Portal Berita Garda Indonesia mengajak pembaca untuk menjelajahi keindahan alam nusantara, sekaligus menjaga kelestariannya agar tetap memesona bagi generasi berikutnya.(*)

Sumber (*/Ragam + Ferdy Daud)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cielo Punya Cerita

    Cielo Punya Cerita

    • calendar_month Sel, 13 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Judul tulisan ini justru lahir dari ide waiters kedai kopi di Sanur, Denpasar. Entah mengapa, saya justru langsung mengiyakan menorehkan judul ini di Vivo21, teman bekerjaku, tanpa menimbang lagi. Apakah selaras atau bisa memantik respons orang membaca? Saat Rabu pagi, 10 Agustus 2022, hari kesepuluh menginap di salah satu hotel di […]

  • “HLM TP2DD” Kepala BI, OJK & Dirut Bank NTT Bertemu Uskup Atambua

    “HLM TP2DD” Kepala BI, OJK & Dirut Bank NTT Bertemu Uskup Atambua

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Stefanus Donny Heatubun, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Japarmen Manalu, dan Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho bertemu Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku, Pr pada Minggu siang, 29 Januari 2023. Pertemuan itu berlangsung tak lama di istana keuskupan Atambua. Hadir […]

  • Kasus Gagal Ginjal 245 Anak, Ini Penjelasan Menteri Kesehatan

    Kasus Gagal Ginjal 245 Anak, Ini Penjelasan Menteri Kesehatan

    • calendar_month Sel, 25 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa kasus gagal ginjal yang melanda 245 anak di sejumlah daerah di Tanah Air, disebabkan oleh zat kimia yang ada di dalam pelarut obat-obatan yang dikonsumsi oleh para pasien. Hal tersebut disimpulkan Menkes Budi, berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dengan sejumlah […]

  • Wagub & Wakapolda NTT Dukung ‘Stop Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak’

    Wagub & Wakapolda NTT Dukung ‘Stop Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak’

    • calendar_month Sab, 8 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Masih dalam rangkaian kegiatan 16 HAKTP ke-18 (16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan [25 November 2018 –10 Desember 2018]); oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nusa Tenggara Timur (DP3A NTT) dilaksanakan kegiatan Jalan Santai dan Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Stop Bajual Orang (Human Traffiking/Perdagangan Orang) di Arena Car Free […]

  • Air Bersih Berkat Terang PLN, Kado Natal Terindah untuk Desa Kringa

    Air Bersih Berkat Terang PLN, Kado Natal Terindah untuk Desa Kringa

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Loading

    Manager PLN UP3 Flores Bagian Timur, Eko Riduwan, menyampaikan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari misi PLN untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah kerjanya.   Sikka | Akses air bersih kini bukan lagi sekadar impian bagi warga Desa Kringa, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jelang perayaan Natal dan Tahun baru 2206, PLN melalui […]

  • Wisata Lansia Ala Gereja Bait El Kampung Baru Penfui Kupang

    Wisata Lansia Ala Gereja Bait El Kampung Baru Penfui Kupang

    • calendar_month Ming, 14 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Lansia Gereja Bait El Kampung Baru Penfui Kupang boleh berbangga dan berbahagia dapat mengikuti Wisata Lansia pada Sabtu, 13 April 2019 pukul 09.00—16.00 WITA yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Raya Gerejawi Bait El Kampung Baru Penfui Kupang. Wisata Lansia ini diinisiasi sebagai bentuk apresiasi bagi lansia yang telah berkontribusi bagi gereja […]

expand_less