Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » DPR Tak Kenal Nonaktif, Sahroni Hingga Uya Kuya Gajian Terus

DPR Tak Kenal Nonaktif, Sahroni Hingga Uya Kuya Gajian Terus

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
  • visibility 71
  • comment 0 komentar

Loading

Said Abdullah menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2019 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) maupun Tata Tertib DPR, tidak ada istilah anggota DPR nonaktif.

 

Jakarta | Sejumlah anggota DPR RI yang dinonaktifkan oleh fraksinya buntut kontroversi di tengah masyarakat ternyata tetap menerima gaji penuh. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menegaskan hal itu sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau dari sisi aspek itu ya terima gaji,” kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 1 September 2025.

Said menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2019 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) maupun Tata Tertib DPR, tidak ada istilah anggota DPR nonaktif. Meski demikian, ia menghormati keputusan sejumlah partai politik yang menonaktifkan kadernya.

“Baik Tatib maupun Undang-undang MD3, memang tidak mengenal istilah nonaktif. Namun, saya menghormati keputusan yang diambil oleh NasDem, PAN, Golkar, dan seharusnya pertanyaan itu dikembalikan kepada ketiga partai tersebut,” ujar legislator PDI Perjuangan itu.

Said menambahkan, hak keuangan anggota DPR tetap berlaku meskipun ada status pemberhentian sementara dari fraksi. Hal ini merujuk pada Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib DPR, Pasal 19 ayat 4, yang berbunyi: “Anggota yang diberhentikan sementara tetap mendapatkan hak keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”

Dengan demikian, para anggota DPR yang dinonaktifkan masih berhak atas gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, hingga uang paket.

Adapun lima anggota DPR yang dinonaktifkan oleh partainya yakni: Ahmad Sahroni (NasDem), Nafa Urbach (NasDem), Adies Kadir (Golkar), Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio (PAN), dan Surya Utama alias Uya Kuya (PAN).

Mereka dinilai menuai kontroversi dan melukai hati masyarakat, mulai dari pernyataan Ahmad Sahroni yang menyebut orang yang ingin membubarkan DPR sebagai “tolol”, pembelaan Adies Kadir dan Nafa Urbach terhadap tunjangan rumah, hingga aksi joget Eko Patrio dan Uya Kuya yang dianggap tidak berempati saat situasi rakyat sulit.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat mendadak bersama sejumlah ketua umum parpol dan pimpinan lembaga negara di Istana Merdeka, Minggu, 31 Agustus 2025. Rapat itu membahas aspirasi masyarakat yang marak terkait kinerja DPR dan besaran tunjangan anggota dewan.

Prabowo menegaskan, para pimpinan DPR sepakat mencabut beberapa kebijakan, termasuk pemangkasan tunjangan anggota DPR dan moratorium perjalanan kerja ke luar negeri.(*)

Sumber (*/melihatindonesia)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mimpi George Hadjoh, Kota Kupang Bersih & Hidup 24 Jam

    Mimpi George Hadjoh, Kota Kupang Bersih & Hidup 24 Jam

    • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 71
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh mengimpikan ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kota Kupang dapat bergeliat hidup selama 24 jam dan menjadi kota terbersih di Indonesia. Komitmen tersebut bukan hanya sekadar ucapan belaka atau lips service, namun terejawantah dalam tindakan nyata. Dimulai sehari pasca-pelantikan sebagai Penjabat Wali Kota oleh […]

  • Kemah Literasi NTT 2019, Wadah Interaksi & Sinergitas Pegiat Literasi

    Kemah Literasi NTT 2019, Wadah Interaksi & Sinergitas Pegiat Literasi

    • calendar_month Sel, 26 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Momentum Hari Guru 2019 diwujudkan dalam kegiatan Kemah Literasi 2019 oleh Pengurus Wilayah (PW) Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Provinsi Nusa Tenggara Timur dan sebuah kehormatan NTT sebagai salah satu dari 4 (empat) provinsi yang berhak menyelenggarakan Kemah Literasi 2019 dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Kesetaraan, Dirjen PAUD dan DIKMAS Kementerian Pendidikan […]

  • IJTI Pengda NTT Bagi Sembako ke Warga Nanaet Duabesi

    IJTI Pengda NTT Bagi Sembako ke Warga Nanaet Duabesi

    • calendar_month Sab, 3 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Pengurus Daerah Nusa Tenggara Timur (IJTI Pengda NTT) berbagi kasih dengan memberikan sejumlah bingkisan sembako kepada warga Desa Fohoeka dan Nanaet, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu pada Jumat, 2 Desember 2022. Pemberian sembako dipimpin oleh ketua IJTI Pengda NTT, Stefanus Dile Payong bersama para anggotanya yang bertugas […]

  • Gubernur NTT Setuju Pembangunan PLTS oleh Ruwanda Energy di Sumba Tengah

    Gubernur NTT Setuju Pembangunan PLTS oleh Ruwanda Energy di Sumba Tengah

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Tengah, Garda Indonesia | Ruwanda Energy melakukan pertemuan dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat serta Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa terkait dengan Perencanaan pembangunan PLTS di Wilayah Sumba Tengah pada Senin, 6 September 2021 di rumah jabatan Bupati Sumba Tengah. Melalui presentasi materi, Ruwanda Energy menyampaikan di wilayah Sumba Tengah […]

  • Gubernur NTT: “Tidak Boleh Buang Sampah di Pantai!“

    Gubernur NTT: “Tidak Boleh Buang Sampah di Pantai!“

    • calendar_month Jum, 7 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Mimpi Besar Kebangkitan NTT dari Gubernur Baru, Viktor Bungtilu Laiskodat, untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan, tidak main-main!. Dalam sesi wawancara bersama para awak media massa, usai jamuan makan siang bersama Forkompinda dan Pimpinan OPD Pemprov NTT di Ruang VIP Bandara El Tari Kupang, Kamis/6 September 2018. “Cita cita kita untuk […]

  • Pengungsi Jahit Bibir Mogok Makan, Rudenim Kupang Ambil Langkah

    Pengungsi Jahit Bibir Mogok Makan, Rudenim Kupang Ambil Langkah

    • calendar_month Kam, 16 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Upaya penanganan permasalahan pengungsi di Kota Kupang terus dilakukan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang. Sebagai instansi Kementerian Hukum dan HAM di bawah kepemimpinan Marciana Dominika Jone, maka Rudenim Kupang menghelat rapat menghadirkan Divisi Keimigrasian Kanwil NTT, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM) Kota Kupang […]

expand_less