Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kadis Pendidikan NTT: Sistem Zona Tetap Diberlakukan Bertahap dan Tak Bisa Dicabut

Kadis Pendidikan NTT: Sistem Zona Tetap Diberlakukan Bertahap dan Tak Bisa Dicabut

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 10 Jul 2018
  • visibility 121
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Kisruh penerapan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) NTT Tahun Ajaran 2018 banyak menuai protes dari ratusan orang tua yangmana anak mereka tidak diterima, ditanggapi oleh Kadis Pendidikan NTT, Johanna E Lisapaly.

Saat diwawancarai oleh para awak media, Senin/10 Juli 2018 siang di ruang kerjanya, di sela sela arus desakan para orang tua yang menuntut agar anak mereka diterima di sekolah yang telah didaftarkan secara online dan sesuai keinginan Lokasi dan adanya desakan untuk mencabut sistem zona, Johanna E Lisapaly menyatakan bahwa penerapan zona sebagai tindak lanjut dari Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB, supaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Sehingga untuk dihapus, tidak, pemberlakuan bertahap, iya “, Jelas Johanna.

“Jujur, secara penuh diterapkan, NTT belum bisa karena penyebaran sekolah belum merata di semua zona, Sehingga kami tentu taat karena filosofi zona untuk pendekatan pelayanan, sehingga kita pasti ikuti “, ungkapnya.

Dinas Pendidikan telah menyampaikan ke Kementrian terkait kendala yang ada di NTT, dilaksanakan secara bertahap untuk pemberlakuan zona dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Kalo sebetulnya jujur, daya tampung Sekolah Negeri telah melebihi daya tampung anak, yang punya daya tampung sekolah swasta. Sekolah Negeri ada tersisa hanya beberapa sekolah.

“Kalo diakomodir semua untuk salah satu sekolah sesuai keinginan orang tua, ada aturan Permendikbud, 1 (satu) SMA hanya menerima 12 (dual belas) rombongan belajar, seperti SMAN 3 Kupang telah mencapai kuota 12 rombel “, papar Johanna.

Saat dikonfirmasi apakah adanya tekanan dari pihak yang inginkan agar anak anak bisa diterima di sekolah favorit, Johanna menegaskan bahwa memang kebanyakan mau sekolah yang katanya sekolah favorit, sehingga kita sampaikan kepada masyarakat jika inginkan tingkatkan kualitas pendidikan ya sekolah di sekolah yang tidak maksimum dipaksakan adanya double sheet (sekolah siang).

“Kalo dipaksakan double sheet, ya tidak baik, karena Mendikbud mengingatkan untuk menghindari hal tersebut “, tegasnya. (+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bibit Siklon Tropis 99S Terpantau, Begini Dampak Cuacanya

    Bibit Siklon Tropis 99S Terpantau, Begini Dampak Cuacanya

    • calendar_month Jum, 25 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memonitor adanya peningkatan intensitas sirkulasi udara menjadi satu sistem Bibit Siklon Tropis 99S yang mulai terbentuk di sekitar Laut Timor sebelah utara Australia, tepatnya di posisi 12.6°LS 128.3°BT di mana area tersebut sudah masuk di wilayah tanggung jawab TCWC Australia. Sistem Bibit Siklon […]

  • Resmikan Pabrik Esemka, Presiden Jokowi Dukung Industri Otomotif Lokal

    Resmikan Pabrik Esemka, Presiden Jokowi Dukung Industri Otomotif Lokal

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Boyolali, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo pada Jumat, 6 September 2019, meresmikan pabrik serta sarana dan prasarana produksi PT Solo Manufaktur Kreasi di Kabupaten Boyolali, yang dikenal luas dengan produk Esemka. Berdirinya pabrik tersebut menandai langkah dan upaya awal bagi merek Indonesia ini untuk meningkat ke level manufaktur dan membangun industri otomotif lokal. “Mobil […]

  • PLN Ubah Lahan Kritis Jadi Produktif, Kembangkan Ekosistem Biomassa

    PLN Ubah Lahan Kritis Jadi Produktif, Kembangkan Ekosistem Biomassa

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Tasikmalaya | Upaya pengembangan ekosistem biomassa berbasis pertanian terpadu yang diinisiasi oleh PT PLN (Persero) melalui sub holding PT PLN Energi Primer Indonesia bakal mengubah lahan yang sebelumnya kritis menjadi lebih hijau dan produktif. Upaya ini akan memanfaatkan 1,7 juta hektare dari 14 juta hektare lahan kritis yang tersebar di seluruh tanah air. Wakil Menteri […]

  • RUPS LB Bank NTT November 2025 Hasilkan Tiga Agenda Penting

    RUPS LB Bank NTT November 2025 Hasilkan Tiga Agenda Penting

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Loading

    Laka Lena pun meyakini bahwa susunan komisaris dan direksi baru Bank NTT hasil RUPS LB November 2025 ini dapat mendukung kinerja pemerintah daerah.   Kupang | Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank NTT pada Rabu, 12 November 2025 berlangsung cukup alot, menyita waktu lebih kurang enam jam mulai pada pukul 13:00 hingga […]

  • Para Calon Menteri Prabowo Terima Pembekalan di Hambalang

    Para Calon Menteri Prabowo Terima Pembekalan di Hambalang

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyebut calon-calon menteri Prabowo Subianto bakal kembali menerima pembekalan di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah pada Jumat, 18 Oktober 2024. “Ya, nanti hari Jumat,” kata Budi Arie saat ditemui di sekitar gerbang depan kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagaimana dilansir Antara, Rabu […]

  • ‘Hacker Data’ Sasar 10 Kementerian Jadi Atensi Polri

    ‘Hacker Data’ Sasar 10 Kementerian Jadi Atensi Polri

    • calendar_month Sel, 14 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri akan berkoordinasi dengan sejumlah Kementerian atau Lembaga yang dikabarkan mengalami peretasan atau upaya pembobolan jaringan internal oleh hacker dari China. Diketahui, upaya peretasan itu sekiranya menyasar pada 10 kementerian dan lembaga Pemerintah Indonesia, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN). Hal itu, dilaporkan oleh peneliti keamanan internet The Record, Insikt Group. “Ya dikoordinasikan ke kementerian tersebut,” […]

expand_less