Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Telisik Hendi, Koruptor Lulusan Amerika Yang Ditangkap KPK

Telisik Hendi, Koruptor Lulusan Amerika Yang Ditangkap KPK

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
  • visibility 217
  • comment 0 komentar

Loading

Prabowo yang ingin membersihkan para brengsek di BUMN mulai terbukti. Lewat KPK, Hendi Prio Santoso, jadi korban pertama. Nama Hendi dulunya melambung setinggi gas bumi yang ia kelola. Kini jatuh berdebam seperti tabung gas tiga kilo yang bocor di dapur ibu-ibu kompleks.

Hendi lahir di Jakarta, 5 Februari 1967. Ia pernah dipuja sebagai putra terbaik bangsa. Lulusan Amerika Serikat, pemegang gelar Bachelor of Business Administration di bidang Finance dan Economics. Anak bangsa dari tanah air yang bisa menembus University of Texas dan University of Houston. Sebuah prestasi yang membuatnya layak duduk di singgasana korporasi milik negara. Dari JP Morgan Securities, ia melangkah penuh gaya ke PGN. Lalu, mendaki puncak Semen Indonesia, hingga akhirnya memegang tongkat kekuasaan sebagai Direktur Utama MIND ID, holding tambang raksasa negeri ini.

Ia pernah dipuji sebagai sosok modern, rasional, dengan visi global. Dalam laporan LHKPN, ia tercatat punya harta Rp218 miliar lebih, dengan tanah dan bangunan bak kerajaan kecil, kas yang menggunung. Bahkan, sebuah Alphard mewah dan motor Revo sederhana, seolah ingin menunjukkan sisi merakyat. Luar biasa, seorang direktur yang bisa hidup di antara angka miliaran, namun tetap menyimpan sepeda motor rakyat jelata. Semua orang mungkin pernah percaya, Hendi adalah simbol manajemen profesional yang lahir dari rahim globalisasi.

Tapi sebagaimana filsafat gas, mengalir ke ruang kosong, tak terlihat, tapi perlahan mencekik jika bocor. Begitulah kisahnya berakhir di tangan KPK. Dari pucuk direktur hingga jeruji besi, hanya butuh satu pasal dan satu transaksi. Dugaan suap USD 500 ribu dan advance payment USD 15 juta dalam kasus jual-beli gas antara PGN dan PT Inti Alasindo Energy menjungkirbalikkan marwahnya. Uang sebanyak itu bukan sekadar angka, melainkan simbol kerakusan manusia yang lupa bahwa setiap rupiah dari BUMN adalah keringat rakyat. Ia yang pernah bicara efisiensi kini justru menjadi representasi inefisiensi paling brutal, mencuri hak publik dengan menyelipkan fee di balik kontrak.

Filsafat korupsi berkata, manusia yang terlalu lama memegang kekuasaan akan melihat uang sebagai oksigen, dan tanpa sadar ia berhenti bernapas dengan moral. Hendi, lulusan Amerika, adalah contoh bagaimana sekolah di negeri Paman Sam tidak otomatis membuat seseorang imun dari godaan komisi. Gelar akademik yang harum tak menjamin ketulusan. Justru di negeri ini, semakin tinggi gelar, semakin dalam jurang yang siap menelan.

Ironi terasa kental. Dari seorang direktur yang pernah dielu-elukan, kini ia hanya nama dalam daftar tahanan KPK. Dari ruang rapat dengan AC dingin, kini ia mencicipi sel pengap dengan tikar tipis. Dari Alphard elegan, kini hanya mobil tahanan yang membawanya. Dari deretan miliar, kini ia menghitung hari demi hari, dua puluh hari pertama yang bisa berlanjut menjadi tahun-tahun panjang.

Inilah drama terbesar seorang Hendi. Ia dipuja seperti raja, lalu jatuh seperti badut yang tersandung panggungnya sendiri. Kisahnya menjadi pelajaran epik tentang absurditas kekuasaan dan kerakusan. Bahwa manusia bisa mengelola gas untuk menerangi bangsa, tetapi jika tamak, ia justru meniupkan gas beracun ke dalam paru-paru negara.

Lalu, kita para pengopi tanpa gula, rakyat yang menyaksikan, hanya bisa merasa pahit dan tertawa getir sambil berkata, “Selamat datang di panggung korupsi Indonesia, Tuan Hendi, lulusan Amerika yang akhirnya belajar pelajaran paling penting, bahwa hukum tak peduli apakah engkau sarjana Houston atau sekadar tukang las di Cakung. Jika kau tamak, kau tamat.” (*)

Penulis (*/Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Gelap Jadi Terang”, Warga Karera Sumba Timur Bakal Nikmati Listrik

    “Gelap Jadi Terang”, Warga Karera Sumba Timur Bakal Nikmati Listrik

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Selama ini, PLN tidak bisa melayani masyarakat di sana karena memang terkait izin wilayah usaha yang dipegang oleh PT Mikro Kisi sehingga jika sudah dialihkan wilayah usaha, maka PLN akan segera merealisasikan pembangunan jaringan listrik ke desa-desa tersebut.   Waingapu | Kebutuhan akan hadirnya listrik di suatu daerah secara kontinu itulah yang di harapkan oleh […]

  • Sapu Kotor

    Sapu Kotor

    • calendar_month Rab, 3 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Tere Liye Bupati terpilih di salah-satu kabupaten NTT ternyata adalah Warga Negeri Asing, alias WNA (Amerika Serikat). Dia lahir di Kupang, kemudian tinggal di AS. Jika aslinya dia dulu WNI, maka saat dapat WNA di AS sana, dia akan pakai sumpah-sumpah segala di sana. Lantas bagaimana sumpahnya itu sekarang? Tapi, terserahlah bagaimana dia […]

  • Lelang Jabatan di Pemkot Kupang Terbuka & Transparan

    Lelang Jabatan di Pemkot Kupang Terbuka & Transparan

    • calendar_month Kam, 17 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Lelang jabatan di Lingkup Pemerintah Kota(Pemkot) Kupang dilaksanakan untuk jabatan yang lowong khusus bagi Eselon 2 (Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama) sesuai Undang-undang ASN Nomor 5 Tahun 2014 dan PP 11 Tahun 2017. Lelang Jabatan akan dilaksanakan pasca pelantikan Eselon 2 pada Jumat, 18 Januari 2019. Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan […]

  • Plt Ketua PN Kelas 1B Atambua Ungkap Sejumlah Inovasi Layanan Publik

    Plt Ketua PN Kelas 1B Atambua Ungkap Sejumlah Inovasi Layanan Publik

    • calendar_month Jum, 17 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pengadilan Negeri Kelas 1B Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengedepankan pelayanan inovasi ATM (amati, tiru, dan modifikasi), salah satunya program layanan “Hakim Masuk Desa” seperti layanan TNI ‘ABRI Masuk Desa’ (sekarang: TMMD, red.). Peran hakim dalam program layanan ‘Hakim Masuk Desa’, terang Decky, hakim berlaku sebagai narasumber untuk […]

  • Menteri Yohana Dorong Penetapan Batas Usia Minimal Menikah

    Menteri Yohana Dorong Penetapan Batas Usia Minimal Menikah

    • calendar_month Sab, 25 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan dan mendorong agar revisi Undang Undang U No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan segera dilakukan. Targetnya, penetapan batas usia minimal perkawinan telah dilakukan sebelum Oktober 2019. Penegasan dan dorongan Menteri Yohana disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen […]

  • 234 KK Warga Sumba Barat Daya Nikmati Listrik di Tengah Pandemi Covid-19

    234 KK Warga Sumba Barat Daya Nikmati Listrik di Tengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Barat Daya, Garda Indonesia | PT PLN ( Persero) UP3 Sumba bersama Pemerintah Sumba Barat Daya menyalakan listrik bagi 234 pelanggan di Desa Bila Cenge Kecamatan Kodi Utara dan Desa Dinjo, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara (NTT) pada Kamis, 30 April 2020. 234 KK tersebut terdiri dari 125 Pelanggan […]

expand_less