Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Anak Butuh Perhatian dan Arahan Orang Tua

Anak Butuh Perhatian dan Arahan Orang Tua

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
  • visibility 368
  • comment 0 komentar

Loading

Anak tidak butuh mainan mahal, sekolah mewah, atau kamar yang penuh gawai untuk tumbuh menjadi manusia hebat. Ia hanya butuh arah. Ironisnya, banyak orang tua modern justru beranggapan bahwa kasih sayang diukur dari seberapa banyak hal yang bisa diberikan. Padahal, data dari Journal of Child Development menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan dengan pola konsumtif berlebihan cenderung memiliki empati yang lebih rendah dan ketahanan mental yang lemah.

Memberi segalanya tanpa arah membuat anak kehilangan rasa ingin tahu, rasa syukur, bahkan kemampuan untuk menahan diri. Dunia anak bukan soal kelimpahan, melainkan makna di balik keterbatasan. Di sanalah karakter tumbuh, bukan di ruang yang serba ada.

1. Limpahan materi tidak membentuk karakter, arahanlah yang menumbuhkannya

Ketika anak terbiasa mendapatkan semua yang ia inginkan tanpa usaha, ia belajar bahwa dunia akan selalu melayani keinginannya. Ini berbahaya, karena kehidupan nyata tidak bekerja seperti itu. Anak yang tidak terbiasa diarahkan akan mudah menyerah ketika dihadapkan pada kenyataan pahit.

Memberikan arahan artinya membantu anak memahami sebab dan akibat. Misalnya, ketika anak meminta mainan baru, orang tua bisa mengajak berdiskusi, “Kenapa kamu ingin itu? Apa manfaatnya?” Dari pertanyaan kecil ini, anak belajar berpikir kritis. Di ruang seperti LogikaFilsuf, kita sering membahas bagaimana arah yang tepat lebih membentuk karakter daripada sekadar fasilitas yang melimpah.

2. Kesederhanaan melatih anak memahami nilai, bukan harga

Anak yang dibiasakan dengan kesederhanaan akan belajar menilai sesuatu dari makna, bukan dari nominalnya. Ketika ia hanya punya sedikit, setiap benda menjadi berharga karena ada usaha di baliknya. Di sinilah kesadaran moral terbentuk secara alami.

Contoh sederhana, anak yang menabung untuk membeli buku sendiri akan lebih menghargai isi buku itu dibanding anak yang mendapatkannya dengan mudah. Ia belajar bahwa nilai bukan ditentukan dari jumlah uang, tapi dari pengalaman mendapatkan sesuatu dengan keringat sendiri.

3. Arahan membangun kemandirian emosional

Memberi terlalu banyak justru membuat anak bergantung secara emosional. Ia akan sulit mengambil keputusan karena terbiasa diatur oleh kelimpahan. Tapi ketika orang tua memberi ruang dengan arahan, anak belajar menavigasi hidupnya.

Misalnya, ketika anak dihadapkan pada pilihan—menghabiskan uang jajan atau menabung untuk hal yang lebih penting—orang tua bisa memberi panduan tanpa mendikte. Dengan begitu, anak merasa dihargai sekaligus diarahkan. Ia tumbuh dengan rasa percaya diri dan tanggung jawab.

4. Anak belajar tanggung jawab bukan dari teori, tapi dari pengalaman hidup

Tanggung jawab tidak bisa diajarkan lewat nasihat panjang, tapi melalui pengalaman langsung yang dipandu dengan arahan. Ketika anak diajak terlibat dalam keputusan kecil—menata kamar, merawat hewan peliharaan, atau mengatur waktu belajar—ia belajar bahwa setiap tindakan membawa konsekuensi.

Sayangnya, banyak orang tua mengambil alih semua tanggung jawab anak dengan alasan cinta. Padahal, cinta sejati justru memberi ruang bagi anak untuk salah dan memperbaikinya sendiri. Arahan adalah pagar, bukan sangkar.

5. Kemewahan sering kali menumpulkan rasa syukur

Dalam lingkungan serba cukup, anak mudah kehilangan rasa kagum terhadap hal kecil. Ia menganggap segalanya layak dimiliki tanpa usaha. Ini menciptakan generasi yang mudah bosan dan sulit puas.

Sebaliknya, anak yang tumbuh dalam kesederhanaan belajar menghargai setiap nikmat kecil. Segelas es teh di siang panas terasa luar biasa karena tidak datang setiap hari. Kesederhanaan membuat anak lebih peka terhadap nilai kehidupan dan menumbuhkan spiritualitas yang alami.

6. Arahan menciptakan hubungan yang lebih bermakna antara orang tua dan anak

Memberi segalanya menciptakan jarak emosional yang tak terlihat. Anak merasa dicintai karena benda, bukan karena kehadiran. Namun ketika orang tua memberikan arahan dengan waktu dan perhatian, hubungan itu berubah menjadi dialog dua arah yang hidup.

Contoh kecil, saat orang tua menemani anak mengerjakan PR bukan untuk memastikan hasil sempurna, tapi untuk membantu memahami proses berpikirnya. Dari situ muncul rasa aman dan dihargai. Anak belajar bahwa kehadiran lebih berharga dari pemberian.

7. Kesederhanaan dan arahan melahirkan manusia yang tahan hidup

Dunia yang keras tidak membutuhkan anak yang manja dengan fasilitas, tapi anak yang tangguh dengan arah. Anak yang tahu kapan harus berusaha, kapan harus berhenti, dan kapan harus mulai lagi. Arahan orang tua berfungsi seperti kompas moral, membimbingnya melewati badai kehidupan.

Ketika orang tua menanamkan nilai lewat kesederhanaan, mereka tidak sekadar mendidik anak, tapi menyiapkan manusia masa depan yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri.

Jika tulisan ini menggugah caramu memandang pola asuh, tuliskan pandanganmu di kolom komentar dan bagikan ke teman-temanmu. Karena mungkin, cara terbaik mencintai anak bukan dengan memberi segalanya, tapi dengan mengajarinya menemukan arah hidupnya sendiri.(*)

Sumber (*/LogikaFilsuf)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duta Lapas Perempuan Kupang Aktif Layani Keluarga Narapidana

    Duta Lapas Perempuan Kupang Aktif Layani Keluarga Narapidana

    • calendar_month Rab, 2 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Duta Layanan yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kupang selalu menunaikan tanggung jawab mereka dengan memberikan layanan maksimal dengan 5 (lima) S yakni berupa senyum, salam, sapa, sopan, dan santun kepada keluarga para napi atau warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kondisi tersebut, redaksi Garda Indonesia alami saat menyempatkan diri berkunjung pada […]

  • Saham Bank NTT Dibuka Untuk Investor, Modal Inti Kurang Rp.1,22 Triiiun

    Saham Bank NTT Dibuka Untuk Investor, Modal Inti Kurang Rp.1,22 Triiiun

    • calendar_month Kam, 11 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), usai melantik Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Mesakh pada Rabu, 10 Februari 2021 mengungkapkan kepada awak media bahwa kesempatan diberikan kepada para investor untuk memenuhi setoran inti Rp.3 Triliun pada tahun 2024. “Setoran inti minuman dari investor (pihak ketiga) harus sesuai dengan aturan […]

  • Presiden Jokowi: Setelah B20 Kita Akan Beralih ke B30

    Presiden Jokowi: Setelah B20 Kita Akan Beralih ke B30

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah ingin bergerak cepat dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor bahan bakar minyak. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan menerapkan kebijakan kewajiban biodiesel 20 persen atau B20. “Kita ingin lebih cepat dan mulai dari B20 ini kita ingin mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan juga yang paling penting […]

  • Gubernur VBL Ajak Pihak Gereja Bangun Ekonomi Masyarakat

    Gubernur VBL Ajak Pihak Gereja Bangun Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Rab, 29 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat bertemu dengan pengurus baru Majelis Pekerja Harian (MPH) Persekutuan Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Nusa Tenggara Timur masa bakti 2019—2024 di ruang kerjanya, Selasa, 28 Mei 2019, menyampaikan paling sedih, kalau dengar masyarakat bilang panen banyak, tapi tidak bisa jual. “Itu karena salah kita pemimpinnya, […]

  • 9 Tahun RSUD S. K. Lerik, dr Marsiana Halek: “Resep Kami Lebih Baik”

    9 Tahun RSUD S. K. Lerik, dr Marsiana Halek: “Resep Kami Lebih Baik”

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kamis, 1 Agustus 2019, tepatnya 9 (sembilan) tahun yang lalu RSUD S. K. Lerik Kota Kupang, resmi beroperasi. Pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-9, sebagai hadiah ulang tahun, diresmikan dua buah gedung, untuk pasien rawat inap dan juga rawat jalan. Direktur RSUD S. K. Lerik, dr. Marsiana Y. […]

  • Maret 2021, Bank NTT & Pemprov Helat Swab Antigen & Donor Plasma Massal

    Maret 2021, Bank NTT & Pemprov Helat Swab Antigen & Donor Plasma Massal

    • calendar_month Jum, 26 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Setelah sukses menghelat kegiatan swab antigen gratis, donor plasma darah dan donor darah biasa pada Jumat, 26 Februari 2021 pukul 09.00 WITA—selesai, maka PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) merencanakan menghelat kegiatan serupa dalam jumlah besar atau massal. Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho di sela-sela kegiatan […]

expand_less