Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » DPR Usul NTT Jadi Uji Coba Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah

DPR Usul NTT Jadi Uji Coba Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah

  • account_circle melihatindonesia
  • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
  • visibility 361
  • comment 0 komentar

Loading

Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifuddin juga menyarankan agar program uji coba dimulai di wilayah yang memiliki kedekatan historis dengan negara-negara berbahasa Portugis, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Jakarta | DPR mengusulkan agar bahasa Portugis dijadikan salah satu mata pelajaran di sekolah-sekolah Indonesia melalui tahap uji coba terlebih dahulu.

Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifuddin, menyatakan bahwa pihaknya mendukung kebijakan pendidikan yang mampu meningkatkan daya saing global, asalkan dilakukan dengan perencanaan matang dan tetap menjaga posisi bahasa Indonesia serta bahasa daerah sebagai identitas nasional.

Hetifah menilai rencana ini sebagai langkah positif untuk memperkaya kemampuan bahasa asing siswa dan mahasiswa. Namun, ia menegaskan bahwa pengajaran bahasa Portugis harus memiliki relevansi dengan kebutuhan dan masa depan pelajar, serta didukung alasan yang kuat dari sisi manfaat strategis dan hubungan diplomatik.

Ia juga menyarankan agar program uji coba dimulai di wilayah yang memiliki kedekatan historis dengan negara-negara berbahasa Portugis, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wilayah ini dinilai paling tepat karena memiliki hubungan sosial dan budaya yang erat dengan Timor Leste.

“Program pengajaran bahasa Portugis ini dapat terlebih dahulu diujicobakan di daerah yang memiliki kedekatan historis dan interaksi sosial-budaya dengan negara-negara berbahasa Portugis, seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan dengan Timor Leste,” kata Hetifah.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis konteks lokal akan membuat proses pembelajaran bahasa asing menjadi lebih relevan dan efektif.

Metode ini juga dapat menjadi model pengembangan kurikulum bahasa asing lainnya di masa mendatang.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan keinginannya agar bahasa Portugis diajarkan di tingkat sekolah hingga perguruan tinggi.

Pernyataan itu disampaikan saat ia menerima kunjungan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta.

Prabowo menilai bahwa Indonesia dan Brasil memiliki hubungan bilateral yang penting dan potensi kerja sama besar di berbagai bidang, termasuk pendidikan dan kebudayaan.(*)

 

  • Penulis: melihatindonesia
  • Editor: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas PPPA NTT Pinta Gubernur Terbitkan Pergub tentang PPRG

    Dinas PPPA NTT Pinta Gubernur Terbitkan Pergub tentang PPRG

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi NTT melaksanakan Forum Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) dalam kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG) di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pembangunan Keluarga di Provinsi NTT, bagi OPD lingkup Provinsi NTT, pada Kamis 24 Oktober 2019. Kegiatan yang digelar di Hotel Sahid T-More Kupang […]

  • Pulau Tanimbar Hanya Dikunjungi Dua Sosok Presiden

    Pulau Tanimbar Hanya Dikunjungi Dua Sosok Presiden

    • calendar_month Jum, 2 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku, Garda Indonesia | Ada yang menarik dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Sejak kedatangan di Kepulauan Tanimbar, Kamis petang 1 September 2022, ribuan warga menyambut dengan gembira kedatangan Presiden ketujuh Republik Indonesia ini. “Pak Jokowi… Pak Jokowi,” teriak warga sepanjang jalan dari mulai […]

  • Kerja Cepat Wali Kota & DPRD Kota Kupang Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni

    Kerja Cepat Wali Kota & DPRD Kota Kupang Bedah Rumah Warga Tak Layak Huni

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. didampingi anggota DPRD Kota Kupang, Zeyto R. Ratuarat, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang, Ir. Isak Cornelis Benny Sain, Kepala Bagian Prokopim Setda Kota Kupang, Ernest Ludji, S.STP., M.Si. Lurah Lasiana, Wellem Bentura serta perangkat kelurahan setempat; […]

  • Aksi Bank NTT Bantu Korban Banjir &Tanah Longsor di Desa Inerie Ngada

    Aksi Bank NTT Bantu Korban Banjir &Tanah Longsor di Desa Inerie Ngada

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Bajawa, Garda Indonesia | Hujan lebat disertai angin pada Kamis malam, 3 September 2021 pukul 23.00 WITA mengakibatnya terjadi banjir di alur sungai kering dan tanah longsor di Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dampak banjir tersebut berupa 5 (lima) rumah rusak berat, 3 (tiga) korban meninggal akibat hanyut oleh […]

  • Natal Bersama Kodam IV/Diponegoro, Ini Pesan Pangdam bagi Umat Kristiani

    Natal Bersama Kodam IV/Diponegoro, Ini Pesan Pangdam bagi Umat Kristiani

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Semarang, Garda Indonesia | Natal merupakan wujud nyata kasih Tuhan yang begitu luar biasa kepada manusia yang kehadirannya sangat dinanti umat Kristiani. Oleh karena itu sudah sepantasnya perayaan Natal ini disambut dengan rasa syukur dan penuh suka cita. Kiranya damai dan kasih Natal senantiasa menerangi kehidupan kita dan menjadi motivasi baru dalam melaksanakan tugas dan […]

  • Dua Langkah Bank NTT, Pemprov NTT & Pemkot/Pemda Gapai Modal Inti 3 Triliun

    Dua Langkah Bank NTT, Pemprov NTT & Pemkot/Pemda Gapai Modal Inti 3 Triliun

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengerek syarat minimal modal inti pada bank umum dari saat ini sebesar Rp.100 miliar menjadi Rp.3 triliun. Ketentuan ini diharapkan akan mempercepat proses penggabungan atau konsolidasi pada industri perbankan. Jika tak juga mampu memenuhi syarat modal tersebut, maka bank tersebut harus bersiap turun kelas menjadi Bank Perkreditan […]

expand_less