Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Berani Keluar Zona Nyaman, SD GMIT SoE II Buktikan Literasi Bisa Dimulai Sejak Dini

Berani Keluar Zona Nyaman, SD GMIT SoE II Buktikan Literasi Bisa Dimulai Sejak Dini

  • account_circle Daud Nubatonis
  • calendar_month Sel, 16 Des 2025
  • visibility 3.714
  • comment 0 komentar

Loading

Lefinus menjelaskan bahwa hingga saat ini di Kabupaten TTS baru terdapat 24 sekolah yang membangun kolaborasi dengan Nyalanesia dan telah menghasilkan buku antologi guru dan peserta didik. Program tersebut mulai berjalan sejak tahun 2024.

 

SoE | SD GMIT SoE II resmi meluncurkan buku antologi berjudul Pelangi di Balik Seragam Merah Putih pada Sabtu, 13 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut menjadi bukti nyata komitmen SD GMIT SoE II dalam membangun dan memperkuat budaya literasi sejak usia dini melalui kolaborasi antara guru dan peserta didik.

Buku antologi ini merupakan kumpulan karya tulis kreatif guru dan siswa yang memuat puisi, cerita pendek, serta tulisan reflektif. Setiap karya merefleksikan pengalaman belajar, persahabatan, nilai-nilai kebangsaan, hingga kisah keseharian siswa di sekolah. Karya-karya tersebut lahir dari imajinasi, kejujuran perasaan, serta pendampingan intensif guru dalam proses pembelajaran literasi.

Penggerak Literasi Daerah Nyalanesia Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Lefinus Asbanu, S.Pd, menyampaikan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, serta membangun karakter masyarakat yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Literasi adalah pintu masuk untuk membangun masyarakat yang cerdas, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal Timor Tengah Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten TTS memiliki potensi besar dari segi sumber daya manusia dan kearifan lokal. Namun, potensi tersebut perlu ditopang oleh ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas masyarakat.

Lefinus juga mengapresiasi SD GMIT SoE II yang dinilai berani keluar dari zona nyaman dengan membuka ruang kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk Nyalanesia, guna mendukung pengembangan literasi guru dan peserta didik melalui kegiatan menulis.

“Tidak semua kepala sekolah berani keluar dari zona nyaman. Oleh karena itu, kami memberikan apresiasi dan rasa hormat kepada Kepala SD GMIT SoE II yang berani membangun kolaborasi demi kemajuan literasi sekolah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lefinus menjelaskan bahwa hingga saat ini di Kabupaten TTS baru terdapat 24 sekolah yang membangun kolaborasi dengan Nyalanesia dan telah menghasilkan buku antologi guru dan peserta didik. Program tersebut mulai berjalan sejak tahun 2024.

“Pada tahun 2024 baru ada enam sekolah yang bergabung, dan itu masih terbatas pada jenjang SMP, SMA, dan SMK. Pada tahun 2025 jumlahnya meningkat menjadi 24 sekolah. Untuk jenjang SD, baru dua sekolah yang bergabung, yakni SD GMIT SoE II dan SD Inpres Taubneno,” jelasnya.

Ia berharap pada tahun 2026 semakin banyak sekolah di Kabupaten TTS yang bergabung dalam program Gerakan Sekolah Menulis Buku, karena dinilai sangat bermanfaat bagi pengembangan budaya literasi di sekolah.

Sementara itu, Kepala SD GMIT SoE II, Yusak Neolaka, S.Pd, menyampaikan bahwa penerbitan buku antologi ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan semangat menulis guru serta peserta didik yang didampingi langsung oleh Penggerak Literasi Daerah Nyalanesia.

“Seragam merah putih bukan hanya identitas sebagai pelajar, tetapi juga menyimpan beragam cerita, mimpi, dan harapan. Semua itu kami rangkum menjadi sebuah pelangi karya yang didampingi oleh Pak Lefinus,” ujarnya.

Yusak menambahkan bahwa sesungguhnya anak-anak memiliki potensi yang sangat luar biasa, namun selama ini belum tersedia wadah yang tepat untuk mengembangkan potensi tersebut. Melalui kerja sama dengan Nyalanesia, potensi tersebut mulai terasah dengan baik.

“Awalnya kami berpikir bahwa menulis adalah sesuatu yang sangat sulit, terlebih bagi anak-anak SD. Namun melalui pendampingan yang intensif, kami para guru dan peserta didik dibimbing secara detail mengenai langkah-langkah menuangkan ide ke dalam tulisan, hingga akhirnya dapat menghasilkan karya,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya SD GMIT SoE II telah menerapkan program reading camp, yakni pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan membaca. Program tersebut dinilai sangat membantu.(*)

 

  • Penulis: Daud Nubatonis
  • Editor: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anies Baswedan : SIKM Jadi Syarat Mutlak untuk Masuk Wilayah DKI Jakarta

    Anies Baswedan : SIKM Jadi Syarat Mutlak untuk Masuk Wilayah DKI Jakarta

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 47 Tahun 2020 tentang Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) sebagai syarat mutlak yang harus dimiliki oleh warga untuk keluar atau masuk ke wilayah Jakarta. Adapun keputusan yang diatur melalui Pergub tersebut adalah untuk menekan angka kasus Covid-19 yang juga disesuaikan […]

  • Gubernur Provinsi NTT Viktor Laiskodat Positif Covid-19

    Gubernur Provinsi NTT Viktor Laiskodat Positif Covid-19

    • calendar_month Rab, 13 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berdasarkan hasil polymerase chain reaction (PCR) pada Selasa malam, 12 Januari 2021, dinyatakan positif Corona Virus Disease (Covid-19). Demikian pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing dalam sesi konferensi pers bersama awak media di depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur […]

  • Delapan Kabupaten di NTT Catat 58 Kekayaan Intelektual Komunal

    Delapan Kabupaten di NTT Catat 58 Kekayaan Intelektual Komunal

    • calendar_month Ming, 3 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Mencatat warisan budaya sebagai Kekayaan Intelektual Komunal ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperoleh perlindungan hukum secara defensif. Kekayaan Intelektual Komunal merupakan Kekayaan Intelektual yang kepemilikannya bersifat kelompok dan merupakan warisan budaya tradisional yang perlu dilestarikan, hal ini mengingat budaya tersebut merupakan identitas suatu kelompok atau masyarakat. “Dari sisi teknis pelayanan […]

  • PADMA Indonesia Atensi Dampak Hukum Aksi Telanjang Dada Ibu-ibu di NTT

    PADMA Indonesia Atensi Dampak Hukum Aksi Telanjang Dada Ibu-ibu di NTT

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sikap Pemprov NTT dalam merespons aksi bertelanjang dada yang dilakukan sejumlah ibu-ibu di Besipa’e, Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara (NTT) saat menyambut Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat pada Selasa, 12 Mei 2020, terkait masalah lahan seluas sekitar 3.700 hektar, mendapat atensi serius dari PADMA […]

  • Ketua DPR: ‘Waspadai Penumpang Gelap dan Penciptaan Martir!’

    Ketua DPR: ‘Waspadai Penumpang Gelap dan Penciptaan Martir!’

    • calendar_month Ming, 19 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua DPR Bambang Soesatyo mengimbau semua elemen masyarakat segera menghilangkan ego kelompok yang melampaui batas toleransi hukum dan undang-undang (UU). Setiap kelompok masyarakat berhak untuk memperjuangkan kepentingannya. Namun, tetap harus berada dalam koridor hukum dan UU. Ego kelompok jika disalurkan dalam bingkai hukum dan UU dipastikan tidak merusak stabilitas keamanan nasional […]

  • Bonet & Tarian Perang Meriahkan HUT RI di Kecamatan Amanuban Timur

    Bonet & Tarian Perang Meriahkan HUT RI di Kecamatan Amanuban Timur

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Amanuban Timur-TTS, Garda Indonesia | Menyongsong HUT ke-74 Republik Indonesia, Kecamatan Amanuban Timur, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melakukan berbagai kegiatan dalam mengisi kemerdekaan, salah satunya dengan mengadakan bonet dan tarian ma’ekat (tari perang). Kegiatan tersebut masuk dalam kategori Kesenian yang dirangkum dalam acara Pentas Seni dan Budaya yang berlangsung pada Selasa, […]

expand_less