Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Bantuan PLN, Rumah Adat Gonggor Diresmikan Wujud Pelestarian Budaya Manggarai

Bantuan PLN, Rumah Adat Gonggor Diresmikan Wujud Pelestarian Budaya Manggarai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 17 Des 2025
  • visibility 187
  • comment 0 komentar

Loading

Tua Gendang Gonggor, Stefanus Angkut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN UIP Nusra atas dukungan nyata dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Manggarai.

 

Manggarai | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menghadiri prosesi adat Roko Molas Poco sebagai bagian dari rangkaian peresmian Rumah Adat Gonggor yang dibangun melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UIP Nusra di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 15 Desember 2025.

Peresmian rumah adat ini mencerminkan komitmen PLN dalam menghormati nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat Ring-1 pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5–6 Poco Leok.

Tua Gendang Gonggor, Stefanus Angkut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PLN UIP Nusra atas dukungan nyata dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Manggarai. Keberadaan Rumah Adat Gonggor, jelasnya, memiliki peran penting sebagai ruang musyawarah adat, pelaksanaan ritus tradisional, serta penguatan identitas budaya bagi generasi mendatang.

“Kami berharap kolaborasi antara PLN dan masyarakat adat dapat terus terjalin, tidak hanya dalam pelestarian budaya, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Stefanus.

Dengan selesainya pemugaran ini, rumah gendang yang menjadi simbol utama kehidupan masyarakat Manggarai kini dapat kembali difungsikan secara layak dan aman sebagai pusat kegiatan adat, sosial, dan kebudayaan masyarakat Gonggor.

Kepala Desa Wewo, Laurensius Langgut, turut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak dalam pembangunan rumah adat tersebut. Ia menegaskan bahwa ritual Roko Molas Poco memiliki makna mendalam bagi masyarakat adat, khususnya dalam proses penamaan kayu utama yang disebut Molas Poco.

Prosesi adat Roko Molas Poco diawali dengan pengambilan kayu utama dari hutan adat, yang kemudian diarak menuju lokasi rumah adat dengan iringan gong dan gendang. Kayu tersebut dimaknai sebagai molas atau gadis yang dihormati, melambangkan kehidupan, kesuburan, serta restu leluhur bagi rumah adat yang akan menjadi pusat aktivitas adat dan sosial masyarakat Gonggor.

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) PLTP Ulumbu, Roya Ginting, menjelaskan bahwa kehadiran PLN dalam prosesi adat tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap tata nilai dan proses adat yang dijalankan masyarakat setempat.

“Pembangunan panas bumi tidak bisa dilepaskan dari ruang hidup, sejarah, dan nilai budaya masyarakat yang telah ada jauh sebelum proyek ini berjalan,” ujarnya.

Roya menegaskan, PLN memastikan pemanfaatan energi panas bumi dilakukan secara bertanggung jawab, selaras dengan alam, serta menghormati nilai adat dan kearifan lokal. Melalui program TJSL, PLN hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sosial dan budaya.

“Prinsip kami, pembangunan energi harus berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat, memberi manfaat bersama, serta menjaga keseimbangan sosial dan budaya di Desa Wewo dan sekitarnya,” tutup Roya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Gendang Gonggor merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

“PLN hadir dan berjalan bersama masyarakat, menghormati nilai-nilai adat yang telah mengakar kuat. Pembangunan rumah gendang ini menjadi wujud nyata kepedulian PLN terhadap kelestarian warisan budaya Manggarai,” ungkap Rizki.

Rizki menambahkan, ke depan PLN UIP Nusra akan terus memperluas kolaborasi dengan komunitas adat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan program sosial berbasis budaya dan kearifan lokal, sehingga setiap langkah pembangunan energi di NTT dapat memberikan manfaat yang menyeluruh dan berkelanjutan.(*)

 

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Spirit of Togetherness” PPI Kota Kupang

    “Spirit of Togetherness” PPI Kota Kupang

    • calendar_month Ming, 23 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang,gardaindonesia.id-Dalam rangka merayakan HUT Organisasi Purna Paskibraka (PPI) Kota Kupang ke-20, diselenggarakan Turnamen Futsal Merah Putih Cup II, Minggu /23 September 2018 pukul 11.00 wita—selesai. Mengangkat tema Spirit Of Togetherness, Turnamen Futsal Merah Putih Cup II berlangsung di Lapangan Futsal Tanah Merah; dibuka oleh Asisten I Setda Kota Kupang,Yos Rera Beka yang merupakan pendiri […]

  • Kuasa Hukum Polres Malaka Tolak Dalil Gugatan Praperadilan Wartawan Sergap.id

    Kuasa Hukum Polres Malaka Tolak Dalil Gugatan Praperadilan Wartawan Sergap.id

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Berdasarkan Surat Perintah Kapolda Nusa Tenggara Timur, Nomor : Sprin/413/VI/HUK.11.1I2020 Tanggal 04 Juni 2020 dan Surat Kuasa Khusus Kapolres Malaka , tanggal 04 Juni 2020, Bertindak untuk dan atas nama Kapolres Malaka yang selanjutnya disebut sebagai TERMOHON PRAPERADlLAN, akan mengajukan Jawaban atas Permohonan Praperadilan yang diajukan oleh PEMOHON, sebagai berikut : […]

  • Tidak Ada Diskriminasi! Forum Anak Bukan Organisasi Eksklusif

    Tidak Ada Diskriminasi! Forum Anak Bukan Organisasi Eksklusif

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Ada satu syarat utama untuk menjadi anggota Forum Anak, yakni masih berusia anak atau di bawah 18 tahun dan sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan, tidak ada batasan bagi anak untuk dapat menjadi anggota Forum Anak. Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak […]

  • Gubernur 2 NTT: “Moratorium TKI Untuk Benahi Bersama Pengiriman Tenaga Kerja“

    Gubernur 2 NTT: “Moratorium TKI Untuk Benahi Bersama Pengiriman Tenaga Kerja“

    • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Tenaga Kerja asal NTT yang mempunyai keinginan untuk bermigrasi melalui proses pengiriman tenaga kerja, harus sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Moratorium Pengiriman TKI/PMI yang dicanangkan dan dilaksanakan oleh Pemerintahan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi berdampak terhadap proses perekrutan, pelatihan dan pengirimanan tenaga kerja bersifat mengamankan dan mengawal proses pengiriman […]

  • Pemprov NTT Libatkan Media Jadi Juri Lomba Kebersihan Lingkup Instansi

    Pemprov NTT Libatkan Media Jadi Juri Lomba Kebersihan Lingkup Instansi

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangka memeriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Biro Umum menghelat lomba kebersihan instansi yakni dinas atau badan, biro, dan unit pelaksana teknis (UPT) di lingkup pemerintahan provinsi. Persiapan lomba kebersihan ditetapkan dalam rapat perdana pada Kamis, 10 Juli 2020 di ruang rapat Asisten […]

  • Kunker di Malaka, Gubernur VBL Ajak Masyarakat Pakai Produk Lokal

    Kunker di Malaka, Gubernur VBL Ajak Masyarakat Pakai Produk Lokal

    • calendar_month Sel, 25 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta masyarakat untuk menggunakan produk-produk UMKM lokal. Demikian diungkapkannya pada saat memberikan sambutan di hadapan masyarakat dalam kunjungan kerjanya ke Desa Kufeu Kecamatan Lo Kufeu, Kabupaten Malaka pada Senin, 24 Januari 2022. Kegiatan tersebut bertempat di rumah produksi Marungga Organik Bumdes Kufeu. Baca juga : […]

expand_less