Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bendera GAM Masif Berkibar di Aceh, TNI-Polri Amankan Provokator Bersenjata

Bendera GAM Masif Berkibar di Aceh, TNI-Polri Amankan Provokator Bersenjata

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 27 Des 2025
  • visibility 321
  • comment 0 komentar

Loading

Kolonel Mustafa membenarkan ada relawan yang terluka di bagian kepala saat pembubaran iring-iringan bantuan banjir. Ia menyebut insiden di lapangan melibatkan ketegangan antar pihak, dan para korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

 

Aceh | Aksi pengibaran bendera simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dinilai semakin masif di berbagai titik di Aceh. Situasi ini memicu razia gabungan TNI-Polri dalam rangka penertiban dan pengamanan Nataru 2025. Kodam Iskandar Muda melalui Kolonel Teuku Mustafa Kamal menyebut razia dilakukan karena ditemukan individu yang mengibarkan bendera GAM.

“Kegiatan pada Kamis malam melaksanakan razia gabungan yang dilaksanakan oleh TNI dan kepolisian dalam rangka Nataru. Kedua, razia dilakukan untuk menertibkan bendera itu,” ujar Mustafa, Jumat, 26 Desember 2025.

Ia juga mengatakan gerakan pengibaran bendera masif di semua tempat sehingga dilaksanakan razia oleh personel Polres Lhokseumawe dan dibantu oleh anggota TNI.

Mustafa membenarkan ada relawan yang terluka di bagian kepala saat pembubaran iring-iringan bantuan banjir. Ia menyebut insiden di lapangan melibatkan ketegangan antar pihak, dan para korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kasus ini menuai kritik keras dari kelompok masyarakat sipil, termasuk LBH Banda Aceh. Direktur LBH, Aulianda Wafisa menilai respons TNI berlebihan dan menyinggung sikap pemerintah terkait status bencana nasional. Ia menyebut:

“Karena pemerintah enggan menetapkan (status bencana nasional), akhirnya masyarakat Aceh beramai-ramai dengan kesadaran alamiah menaikkan bendera putih itu tanda bahwa kita memang kesulitan untuk menangani permasalahan ini sendiri. Sehingga, bendera selain bendera Merah Putih selalu dianggap sebagai upaya melawan pemerintah.” ungkapnya.

LBH menegaskan dua kali pernyataan yang sama bahwa tak ada alasannya pengibaran bendera direspons dengan sikap represif. Apalagi saat ini masih dalam situasi terjadi bencana.

Sementara di Lhokseumawe, TNI AD dari Korem 011/Lilawangsa turut membubarkan aksi pembawa bendera GAM di Simpang Kandang, jalan nasional Banda Aceh-Medan, Kamis, 25 Desember 2025. Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran menyatakan pembubaran dilakukan secara persuasif.

“TNI membubarkan kelompok pembawa bendera GAM yang melakukan aksi di tengah jalan. Seorang pria bawa senjata api pistol dan rencong diamankan. Gerakan mereka (pengibaran bendera) masif di semua (tempat) sehingga dilaksanakan razia oleh personel Polres Lhokseumawe dan dibantu oleh anggota TNI dan pelaku beserta barang bukti senjata berbahaya itu diserahkan oleh TNI kepada pihak kepolisian yang saat itu turut hadir di lokasi,” bebernya.

Kuasa hukum relawan, Iwan menyampaikan bahwa awal konflik bermula dari klaim kepemilikan rumah yang menjadi titik distribusi bantuan banjir, namun keluarga menolak pergi. Pihak relawan menilai kejadian ini sebagai salah paham.

Di samping itu, koordinator lapangan, Nazirul menyatakan kondisi tersebut merupakan kesalahpahaman antara pihaknya dan aparat berwajib sehingga terjadi lah cekcok sedikit di lapangan. Selain itu, memakan korban luka-luka. “Kami mengakui ini merupakan keteledoran kita bersama. Kami anggap permasalahan ini selesai,” ujarnya.

Terpisah, Pengamat kebijakan publik dan Guru Besar Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah menilai pengibaran bendera GAM melanggar hukum dan mencederai komitmen damai. Ia menekankan bahwa perdamaian Aceh adalah hasil kesepakatan besar yang mengakhiri konflik puluhan tahun. Pengibaran simbol GAM di ruang publik bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengingkaran terhadap semangat perdamaian itu sendiri.

Trubus juga menegaskan pentingnya sensitivitas kultural aparat. “Ketika penegakan hukum dilakukan oleh figur yang juga anak Aceh, pesan yang sampai bukan represif, tetapi ajakan menjaga martabat Aceh sebagai wilayah yang telah memilih jalan damai. Langkah tegas aparat sangat diperlukan agar kepercayaan masyarakat tetap optimal.” tandasnya. (*)

 

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari 5 Mesin Perekaman e-KTP yang Tersedia, Hanya 1 yang Berfungsi

    Dari 5 Mesin Perekaman e-KTP yang Tersedia, Hanya 1 yang Berfungsi

    • calendar_month Kam, 4 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id – Proses perekaman e-KTP terus berlangsung dan dari 5 (lima) mesin perekaman e-KTP yang tersedia di Kota Kupang, terdapat di Kantor Camat Oebobo; Kelapa Lima, Kota Lama, Maulafa, dan Kota Raja. Namun kini; mesin perekaman yang berfungsi hanya di Kantor Camat Oebobo. Camat Oebobo melalui Sekretaris Camat, Johny Sinlae,S.E., saat ditemui gardaindonesia.id […]

  • Bambang Soesatyo Sodorkan Solusi Insiden Peluru Nyasar di gedung DPR RI

    Bambang Soesatyo Sodorkan Solusi Insiden Peluru Nyasar di gedung DPR RI

    • calendar_month Jum, 19 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Dalam pernyataannya, Kamis (18/10/2018) malam, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), yang juga Ketua Bidang Penegakan Hukum dan Disiplin Perbakin mengajak pihak terkait untuk duduk bersama. “Saya telah meminta BURT untuk mengundang pihak Pengelola Gelora Bung Karno selaku pengelola Lapangan Tembak Perbakin Senayan dan Pengurus Besar Perbakin yang selama ini menyewa tempat […]

  • Sejahtera Secara Psikologis Modal Utama Lawan Corona Virus

    Sejahtera Secara Psikologis Modal Utama Lawan Corona Virus

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh merebaknya virus SARS-CoV-2 atau corona jenis baru sudah menjadi gejala multi-dimensi. Tak hanya persolan kesehatan (medis), akan tetapi juga masalah sosial, ekonomi, budaya dan tentu saja juga aspek psikologis. Ahli Psikologi Politik, Prof Hamdi Muluk mengatakan bahwa dalam kondisi tersebut, penataan aspek psikologi menjadi sangat penting […]

  • Penggalan Kisah Maria Taklukan Corona, Seni dan Ekspresi Jadi Kunci Utama

    Penggalan Kisah Maria Taklukan Corona, Seni dan Ekspresi Jadi Kunci Utama

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Hanya teringat kematian. Sudah waktunya ‘berpulang’ dan istirahat dengan tenang di sisi-Nya, menjadi isi pikiran seorang Maria Darmaningsih, ketika pertama kali divonis positif Covid-19 oleh dokter. Tidak ada harapan lagi. Hatinya ciut, gelisah dan tentunya sangat berat dirasa. “Perasaan saya waktu itu luar biasa susah digambarkan. Sangat “hopeless”, saya pikir sudah […]

  • Gubernur Bali Apresiasi Terselenggaranya ‘Udayana Run di Kuta Beach Area’

    Gubernur Bali Apresiasi Terselenggaranya ‘Udayana Run di Kuta Beach Area’

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Badung-Bali, Garda Indonesia | Udayana Run bertujuan untuk membudayakan masyarakat sehat melalui olahraga, sebagaimana tema dari Hari Ulang Tahun ke 74 Kemerdekaan RI yakni ‘SDM Unggul Indonesia Maju’, sehingga sangat relevan jika dikaitkan dengan SDM yang unggul maka harus ditopang dengan kondisi fisik yang prima. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/08/16/pastikan-udayana-run-berjalan-aman-dan-lancar-kodam-ix-udy-helat-tfg/ Oleh sebab itu Kodam IX/Udayana menggalakkan […]

  • Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia di Guangzhou China

    Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia di Guangzhou China

    • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou, China, Minggu, 7 Juli 2019, pukul 02.20 waktu setempat atau 01.20 WIB. Informasi duka tersebut beredar melalui pesan singkat grup WhatsApp Info Publik Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) NTT dari Wawan, salah […]

expand_less