Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tugu Macan Putih Balongjeruk Dapat Hak Cipta dari Kemenkum Jawa Timur

Tugu Macan Putih Balongjeruk Dapat Hak Cipta dari Kemenkum Jawa Timur

  • account_circle Penulis
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 71
  • comment 0 komentar

Loading

Perlindungan hukum tersebut dipandang tidak hanya menjaga nilai karya, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan warga melalui pemanfaatan potensi budaya secara berkelanjutan.

 

Kediri | Tugu patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, resmi memperoleh Sertifikat Hak Cipta pada Selasa, 13 Januari 2026. Pencatatan hak cipta ini menegaskan pengakuan negara terhadap karya seni desa sebagai bagian dari aset kekayaan intelektual yang dilindungi secara hukum, sekaligus memperkuat posisi patung tersebut sebagai identitas kultural masyarakat setempat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Haris, menyatakan pelindungan kekayaan intelektual ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya karya-karya kreatif baru dari masyarakat Balongjeruk.

Perlindungan hukum tersebut dipandang tidak hanya menjaga nilai karya, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan warga melalui pemanfaatan potensi budaya secara berkelanjutan.

Sebelumnya, publik ramai membicarakan soal patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, tersimpan kisah kerja keras seorang seniman lokal.

Suwari (60), pematung yang namanya kini viral, mengungkapkan bahwa patung tersebut rampung dalam waktu relatif singkat, hanya 18 hari. Warga asli Balongjeruk ini bukan sosok asing di dunia seni.

Sebelum memilih vakum karena faktor usia, ia dikenal sebagai seniman ludruk dan kerap mengisi panggung sebagai pemukul kendang.

Berbekal pengalaman seni yang ia miliki, Suwari mengaku telah mencurahkan seluruh kemampuan terbaiknya demi mewujudkan patung macan putih yang menjadi ikon desa. Menurutnya, proses pengerjaan dilakukan sesuai arahan dan permintaan Kepala Desa Balongjeruk, termasuk menyesuaikan cerita rakyat setempat yang melatarbelakangi sosok macan putih tersebut.

“Permintaannya memang patung macan putih sesuai cerita desa. Dari bentuk sudah mengikuti gambar, hanya warna lorengnya yang disesuaikan. Konsep awal berwarna kuning, lalu kami ubah menjadi putih agar selaras dengan cerita,” tutur Suwari kepada wartawan.

Tak hanya soal desain, Suwari juga membeberkan fakta di balik proses pengerjaan patung tersebut. Untuk seluruh jasanya, ia menerima upah sebesar Rp 2 juta yang bersumber dari anggaran kepala desa.

Sistem pengerjaan dilakukan secara borongan, sementara seluruh kebutuhan material, mulai dari semen, pasir, besi, hingga kawat, disediakan langsung oleh pihak desa. Dengan keterbatasan biaya dan waktu, Suwari mengaku tetap berusaha menampilkan karya terbaiknya. Baginya, patung macan putih itu bukan sekadar pesanan, melainkan simbol desa yang harus ramah dipandang semua kalangan, dari orang dewasa hingga anak-anak.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Leo Lelo Pimpin DPD Partai Demokrat Periode 2021—2026

    Leo Lelo Pimpin DPD Partai Demokrat Periode 2021—2026

    • calendar_month Sel, 4 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Tampuk kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi NTT resmi beralih dari Jefri Riwu Kore anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi Partai Demokrat, Leo Lelo. Di hadapan para Ketua DPC Partai Demokrat NTT dan para awak media pada Selasa siang, 4 Januari 2022 di salah satu hotel di Kota Kupang, pemilik […]

  • Israel Gugat Indonesia ke Pengadilan Olahraga Dunia Gegara Ini photo_camera 1

    Israel Gugat Indonesia ke Pengadilan Olahraga Dunia Gegara Ini

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 2.153
    • 0Komentar

    Loading

    Federasi Senam Israel menilai keputusan Indonesia melanggar prinsip non-diskriminasi dalam olahraga internasional dan menuntut keadilan bagi atletnya. Jakarta | Ketegangan antara Indonesia dan Israel kini merambah dunia olahraga internasional. Federasi Senam Israel resmi menggugat Indonesia ke Court of Arbitration for Sport (CAS) di Swiss, setelah pemerintah Indonesia menolak menerbitkan visa bagi atlet Israel yang dijadwalkan […]

  • “Bapa Asuh” Cara Cerdas Penjabat Wali Kota Kupang Tekan Stunting

    “Bapa Asuh” Cara Cerdas Penjabat Wali Kota Kupang Tekan Stunting

    • calendar_month Rab, 25 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Angka prevalensi stunting di Kota Kupang sejak tahun 2018 hingga 2022 mengalami tren penurunan yang cukup signifikan yakni mencapai 13,9 persen. Pada tahun 2018 berada di kisaran 35,4 persen. Update terakhir pada tahun 2022 lalu, angka stunting di Kota Kupang sudah turun di angka 21,5 persen. Penjabat Wali Kota Kupang, […]

  • Ayodhia Kalake Turun ke Pasar Tradisional

    Ayodhia Kalake Turun ke Pasar Tradisional

    • calendar_month Sen, 18 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake melanjutkan pemantauan langsung harga sembako di Kota Kupang. Sebelumnya, ia memantau harga barang di Lippo Plaza Kupang, kali ini, Ayodhia Kalake didampingi Sekda NTT, Kosmas Lana, memantau harga sembako di Pasar Oebobo dan Pasar Inpres Naikoten 1 pada Senin, 18 September 2023. Pemantauan harga […]

  • Mengapa Harus Ganjar Pranowo?

    Mengapa Harus Ganjar Pranowo?

    • calendar_month Kam, 1 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yoga E N Banyak orang netral di luar sana bilang siapa pun presidennya, kita bakal kerja pakai usaha sendiri dan lain sebagainya. Memang betul begitu. Bahkan ibu saya juga berseloroh “siapa pun presidennya, aku juga ga dapat bantuan karena memang sudah mampu cari makan sendiri” Kawan tidak semua orang senasib dengan kita, ada […]

  • Lombok Ini Pulau Bukan Penyedap Rasa

    Lombok Ini Pulau Bukan Penyedap Rasa

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Diksi lombok sempat menjadi pembahasan seru dan memantik saat penyegaran berbahasa Indonesia yang dihelat Balai Bahasa Provinsi NTT pada 7—10 Mei 2025. Dari diksi lombok lalu dibahaslah dengan alot makna penyedap rasa pedas ini menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Keseruan perspektif pun bermunculan dari sekitar 50 perwakilan media yang memadati […]

expand_less