Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Cewek Berhijab asal Indonesia Jadi Tentara Amerika

Cewek Berhijab asal Indonesia Jadi Tentara Amerika

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
  • visibility 316
  • comment 0 komentar

Loading

Sebelumnya ada personel marinir dan Brimob desersi, lalu bergabung menjadi tentara Rusia. Kali ini giliran seorang cewek cantik asal Tangerang, Indonesia menjadi tentara Amerika Serikat. Cuma, hijaber ini menjadi tentara Paman Sam lewat prosedur.

Di sebuah bandara, di antara suara roda koper dan pelukan yang dipaksa kuat agar tidak runtuh, lahirlah satu adegan kecil yang berubah jadi epos nasional. Seorang perempuan muda berhijab berdiri tegak, matanya basah tapi punggungnya lurus, seolah sedang pamit bukan hanya pada ibu kandungnya, tapi pada satu bab hidup yang akan diganti dengan disiplin, barak, dan seragam loreng bertuliskan “US Army”.

Namanya Kezia Syifa, 20 tahun, asal Tangerang, warga negara Indonesia (WNI) yang sejak 2023 menetap di Maryland bersama keluarga. Internet lalu bergetar. Timeline berguncang. Grup WhatsApp keluarga mendadak berubah jadi sidang darurat PBB versi emak-emak dan om-om sok ahli.

Syifa viral bukan karena sensasi murahan, melainkan karena satu hal yang sering diperdebatkan tapi jarang dibuktikan, hijab tetap melekat di kepala, bahkan ketika dunia mengira ia harus dilepas demi “standar”.

Pada 2025, Syifa resmi bergabung dengan Maryland Army National Guard, satuan militer negara bagian Amerika Serikat. Ia diterima sebagai MOS 92A, Automated Logistical Specialist. Ini bukan pasukan tempur, bukan pembawa senjata di garis depan, melainkan jantung senyap yang memastikan semuanya berjalan, stok tercatat, gudang tertata, distribusi rapi, peralatan tidak hilang entah ke mana. Dalam bahasa sederhana, tanpa logistik, tentara cuma barisan orang bingung berseragam.

Di tengah hiruk-pikuk itu, Safitri, sang ibu, maju menjelaskan dengan nada yang lebih tenang daripada komentar warganet. Putrinya mendaftar secara resmi, lewat jalur legal, dengan status permanent resident atau green card. Tidak ada penyusupan. Tidak ada jalan pintas. Tidak ada drama konspirasi. Video perpisahan yang ia unggah hanyalah dokumentasi keluarga, bukan pancingan viral. Tapi seperti biasa, publik lebih suka spekulasi ketimbang verifikasi.

Lebih membuat cerita ini meledak bukan hanya seragam, melainkan hijab yang tetap dikenakan saat bertugas. Militer AS mengizinkan Syifa berhijab sesuai kebijakan inklusif bagi anggota dengan keyakinan tertentu. Sebuah ironi yang terasa hidup. Institusi militer asing memberi ruang bagi identitas religius. Sementara di negeri sendiri hijab kerap dijadikan bahan debat tanpa akhir. Di titik ini, cerita Syifa berubah dari kabar viral menjadi tamparan simbolik yang halus tapi nyaring.

Tentu saja, pro dan kontra bermunculan. Ada yang bangga, melihat Syifa sebagai simbol keberanian hijaber muda menembus sistem global. Ada pula yang gelisah, mempertanyakan status kewarganegaraan dan loyalitas. Secara hukum, pemerintah Indonesia menegaskan, kasus seperti ini harus dilihat dari status resmi dan pilihan hukum yang diambil, termasuk potensi konsekuensi terhadap kewarganegaraan. Fakta ini penting, dan tidak boleh ditenggelamkan oleh emosi atau patriotisme instan berbasis komentar.

Saat ini, Syifa masih berada dalam tahap pelatihan dan pengembangan diri. Profil detail seperti riwayat pendidikan atau latar belakang organisasi belum dipublikasikan luas. Yang tersedia di ruang publik hanyalah data dasar. Ia perempuan, 20 tahun, asal Tangerang, domisili Maryland sejak 2023, bergabung pada 2025, MOS 92A, logistik, bukan tempur, berhijab, dan didukung keluarga. Data yang sederhana, tapi daya getarnya luar biasa.

Di balik semua debat, ada satu pesan epik yang sering luput, hijaber tidak harus mengecilkan mimpi agar diterima dunia. Identitas tidak harus ditanggalkan demi kesempatan. Kezia Syifa berdiri sebagai bukti hidup, disiplin, iman, dan profesionalisme bisa berjalan seiring. Ia tidak mengangkat senjata, tapi mengangkat standar. Di situlah kisah ini menjadi lebih dari sekadar viral, ia menjelma jadi inspirasi yang diam-diam menguatkan banyak kepala yang juga berbalut hijab.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yohana, Inspirasi Dari Ufuk Timur (Peluncuran Buku Biografi Menteri PPPA)

    Yohana, Inspirasi Dari Ufuk Timur (Peluncuran Buku Biografi Menteri PPPA)

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Eh kupu-kupu bawa kabar apa ka?”sapa Yohana pada kupu-kupu berwarna keemasan yang menerobos masuk melalui jendela rumah dinasnya di Kompleks Perumahan Dosen Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua pada Selasa, 21 Oktober 2014. Bagi warga Papua, kupu-kupu yang masuk ke beranda rumah dipercaya akan membawa kabar baik. Siapa sangka hanya berselang 15 menit […]

  • Tenun Ikat “Merah Putih TTS” dari Dekranasda NTT bagi Presiden Jokowi

    Tenun Ikat “Merah Putih TTS” dari Dekranasda NTT bagi Presiden Jokowi

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menjadi kebanggaan bagi masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tenun ikat asal NTT digunakan oleh Presiden Jokowi. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat asal Sabu Raijua pada Jumat, 14 Agustus 2020, saat menyampaikan pidato di Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2020 dan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI […]

  • MAHUPIKI Buka Sayap Organisasi Seluruh Indonesia

    MAHUPIKI Buka Sayap Organisasi Seluruh Indonesia

    • calendar_month Kam, 21 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Organisasi Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia (MAHUPIKI) siap memperluas jejaring organisasi hingga ke daerah-daerah. Hal itu disampaikan pemerhati MAHUPIKI Yakub F. Ismail kepada media ini di Jakarta, Kamis, 21 Desember 2023. Menurut Yakub, MAHUPIKI merupakan sebuah wadah intelektual dan advokasi hukum yang tumbuh atas semangat menebar kebajikan sosial dan keadilan […]

  • Kasad Jenguk dan Beri Bantuan Bagi Prajurit Korban Gempa & Tsunami Palu

    Kasad Jenguk dan Beri Bantuan Bagi Prajurit Korban Gempa & Tsunami Palu

    • calendar_month Kam, 4 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Palu-Sulteng, gardaindonesia.id – Di sela-sela mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto mengunjungi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono menyempatkan diri menjenguk prajurit dan keluarganya di Palu – Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). Kasad dalam kunjungannya mengucapkan berlangsungkawa dan prihatin dengan peristiwa yang menimpa […]

  • Hibah Tanah ke Warga Eks Timtim, Pemprov NTT: Itu Perintah Konstitusi

    Hibah Tanah ke Warga Eks Timtim, Pemprov NTT: Itu Perintah Konstitusi

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Semenjak jajak pendapat di Timor Timur (Timtim) pada tahun 1999 (sekarang Republik Demokrat Timor Leste [RDTL], red), sebagian besar warga memilih tetap bergabung dengan Indonesia. Karena itu, sesuai perintah Konstitusi (UUD 1945, red) negara wajib melindungi dan menyejahterakan rakyatnya. Demikian ditekankan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Nusa Tenggara Timur (NTT), Jelamu […]

  • Kemen PPPA Lindungi Anak dari Situasi Darurat di Momen HUT Ke-76 RI

    Kemen PPPA Lindungi Anak dari Situasi Darurat di Momen HUT Ke-76 RI

    • calendar_month Rab, 18 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) berhasil menggagalkan aksi seorang anak (10) yang mencoba bertahan di atap rumah warga di daerah Jakarta Selatan. Sebelumnya, pada 17 Agustus pukul 11.52 WIB, Kemen PPPA melalui Layanan SAPA129 menerima aduan dari masyarakat yang melapor telah melihat seorang anak yang berada dalam situasi […]

expand_less