Lingkungan Laut Lestari, PLN NTT Dialog Dengar Suara Petani Rumput Laut
- account_circle Tim PLN UIW NTT
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 70
- comment 0 komentar

![]()
Forum ini menjadi ruang hangat bagi PLN untuk mendengar langsung aspirasi warga, khususnya para petani rumput laut di sekitar operasional PLTU Timor.
Kupang | PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) menegaskan komitmennya bahwa kehadiran energi harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam. Hal ini tercermin dalam dialog interaktif “Kupang Menyapa” di LPP RRI Kupang, di mana PLN duduk bersama para petani rumput laut, akademisi, dan pemerintah daerah guna merajut solusi keberlanjutan.
Forum ini menjadi ruang hangat bagi PLN untuk mendengar langsung aspirasi warga, khususnya para petani rumput laut di sekitar operasional PLTU Timor. Kehadiran PLN bukan sekadar sebagai penyedia listrik, melainkan sebagai mitra strategis yang peduli terhadap ekosistem pesisir.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, yang diwakili oleh Manajer K3, Lingkungan, dan Keamanan, I Putu Eka Widarma, menekankan bahwa transparansi adalah kunci. Dialog ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kupang, akademisi Wilson Tisera, Kepala Desa Lifuleo Suwingly Say, serta Ketua Umum Rumput Laut Desa Lifuleo, Oktaf Aleksander Saketu.
“Kami percaya bahwa energi yang andal tidak boleh mengabaikan denyut nadi ekonomi masyarakat. Setiap masukan dari warga dan petani adalah bagian penting dari evaluasi kami agar operasional kelistrikan tetap selaras dengan prinsip lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Eko Sulistyono secara terpisah.
Pada diskusi yang berlangsung konstruktif tersebut, I Putu Eka Widarma menjelaskan bahwa PLN secara konsisten melakukan pemantauan lingkungan dan terbuka terhadap kajian ilmiah dari pihak akademisi.
“Melalui komunikasi yang menyentuh akar rumput seperti ini, kami ingin membangun pemahaman bersama. Tujuannya satu, mencari solusi berimbang agar usaha rumput laut warga tetap tumbuh subur dan operasional pembangkit tetap andal untuk melayani NTT,” tambah Eka Widarma.
Langkah proaktif PLN UIW NTT dalam dialog publik ini membuktikan bahwa transisi energi bukan sekadar urusan teknis mesin, melainkan tentang membangun sinergi yang memanusiakan masyarakat. PLN berharap kolaborasi ini menjadi fondasi kuat bagi pembangunan daerah yang ramah lingkungan dan inklusif bagi seluruh lapisan warga.(*)
- Penulis: Tim PLN UIW NTT
- Editor: Roni Banase











Saat ini belum ada komentar