Tambak Udang Raksasa Dibangun di Sumba Timur, Investasi Rp7,2 Triliun
- account_circle Penulis
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 124
- comment 0 komentar

![]()
Berbekal luas lahan sekitar 2.150 hektare, kawasan tambak di Sumba Timur ini ditargetkan mampu menghasilkan 55 ton per hektare per siklus, dengan proyeksi produksi mencapai 52.800 ton udang per tahun.
Jakarta | Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bernilai investasi mencapai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,2 triliun.
Proyek ini dikategorikan sebagai program strategis nasional dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF) yang mencakup infrastruktur hulu–hilir, mulai dari sistem intake air laut, kolam budidaya, instalasi pengolahan limbah, hingga fasilitas pendukung kawasan. Dengan luas sekitar 2.150 hektare, tambak ini ditargetkan menghasilkan hingga 52.800 ton udang per tahun, sekaligus menjadi model pengembangan budi daya udang modern dan ramah lingkungan.
Selain meningkatkan produksi perikanan nasional, proyek ini diarahkan sebagai pengungkit ekonomi regional melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal. Pemerintah daerah menyambut pembangunan ini sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Sumba Timur, dengan ekspektasi peningkatan pendapatan masyarakat serta peluang ekonomi jangka panjang bagi wilayah dan generasi muda setempat.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 11 Februari 2026, menjelaskan kawasan ini dikembangkan dengan konsep integrated shrimp farming (ISF). Kawasan ISF tersebut mencakup pembangunan sarana hulu hingga hilir seperti intake air laut, tandon utama, kolam budidaya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), fasilitas kawasan, penghijauan, serta pengadaan peralatan dan mesin.
“Kawasan ini dirancang sebagai role model pengembangan budi daya udang nasional yang modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing global,” ujar Tebe, sapaan akrabnya.
Berbekal luas lahan sekitar 2.150 hektare, beber Tebe, kawasan tambak di Sumba Timur ini ditargetkan mampu menghasilkan 55 ton per hektare per siklus, dengan proyeksi produksi mencapai 52.800 ton udang per tahun. Selain peningkatan produksi, pembangunan juga menekankan pada penguatan sumber daya manusia lokal, penciptaan lapangan kerja, serta penerapan standar akuakultur yang baik dan berkelanjutan.
Tebe menjelaskan pada tahap awal konstruksi telah berjalan dengan dukungan puluhan alat berat dan penyerapan tenaga kerja lokal dalam pembangunannya. Adapun lokasi pembangunan dilakukan di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Goodnews & KKP











Saat ini belum ada komentar