Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Anatomi Perbedaan, Efikasi versus Eksibisi

Anatomi Perbedaan, Efikasi versus Eksibisi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 100
  • comment 0 komentar

Loading

Secara ontologis, percaya diri (self-confidence) berpijak pada kemantapan atas kemampuan internal, sementara narsisme adalah dependensi akut terhadap pengakuan eksternal. Narsisme menuntut panggung, pujian, dan perasaan “paling penting” yang sering kali tidak berpijak pada realitas objektif.

Seseorang yang percaya diri fokus pada pengembangan potensi, sedangkan seorang narsistik fokus pada manipulasi citra. Masalahnya, hanya diri kita yang benar-benar tahu apakah kita sedang merasa mampu atau sekadar sedang “pamer” demi memuaskan dahaga ego.

Fomo dan filter manipulatif

Budaya narsis hari ini diperparah oleh fenomena FOMO (Fear of Missing Out), yang memaksa individu untuk terus eksis demi menghindari “kematian sosial”.

Kita terjebak dalam perilaku manipulatif, menggunakan filter berlapis untuk menciptakan citra diri yang jauh dari kenyataan aslinya.

Ini bukan lagi sekadar estetika, melainkan upaya sistematis untuk mendapatkan validasi semu. Ketika kita mulai merekayasa realitas demi terlihat hebat di mata orang lain, itulah alarm pertama bahwa kita telah memasuki zona gangguan jiwa narsistik.

Tirani algoritma dan kelelahan eksistensial

Menaruh kebahagiaan pada jempol orang lain adalah resep paling mujarab untuk mengalami kelelahan mental. Kita menjadi gelisah saat postingan sepi interaksi, seolah-olah eksistensi kita ditentukan oleh notifikasi layar ponsel yang sebenarnya sering kali bersifat basa-basi.

Keadaan ini menciptakan ketergantungan yang berat; kita baru merasa benar dan baik jika orang lain mengakuinya. Hidup dalam kendali selera publik membuat kita kehilangan jati diri dan terus menerus melakukan pencitraan yang melelahkan.

Rasionalitas Socrates dalam menghadapi kritik

Sangat ironis ketika 99 pujian kalah telak oleh 1 komentar negatif dalam pikiran kita. Hal ini membuktikan betapa rapuhnya fondasi mental yang hanya dibangun di atas pengakuan orang lain. Kita perlu menerapkan filter Socrates: apakah informasi atau komentar tersebut benar, baik, dan berguna?

Jika tidak ada urgensinya bagi pengembangan diri, mengapa kita harus menghabiskan energi untuk memikirkannya? Mengikuti setiap selera penonton hanya akan membuat kita menjadi komoditas, bukan manusia yang merdeka atas dirinya sendiri.

Keluar dari belenggu minder

Minder atau rendah diri bukanlah “takdir mati” yang tidak bisa diubah. Mengklaim diri sebagai pemalu atau tidak percaya diri sering kali hanyalah dalih untuk tidak meningkatkan nilai diri (value). Manusia adalah paket potensi yang dinamis, bukan benda mati yang statis.

Kita memiliki kehendak bebas untuk membentuk diri: mau menjadi rendah hati, sombong, atau percaya diri sepenuhnya ada di tangan kita. Jika dengan diri sendiri saja kita tidak percaya, lantas bagaimana mungkin kita bisa mempercayai Tuhan atau sesama manusia?

Menjadi percaya diri itu esensial untuk pertumbuhan, namun menjadi narsis adalah jebakan yang menghancurkan kedamaian batin. Pilihan ada pada kita: ingin membangun kualitas diri yang nyata, atau terus-menerus memoles topeng digital demi validasi yang sebenarnya tidak peduli pada kita?

Menurut Anda, di era sekarang ini, apakah mungkin kita bisa benar-benar “percaya diri” tanpa sedikit pun menjadi “narsis”? (*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi Dibuka, Lomba Cerdas Cermat Kimia Ke-IX Se-NTT Tuai Pujian

    Resmi Dibuka, Lomba Cerdas Cermat Kimia Ke-IX Se-NTT Tuai Pujian

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ikatan Mahasiswa Pendidikan Kimia (IMASPIKA) menghelat Lomba Cerdas Cermat Kimia (CCK) Ke-IX Se-NTT yang resmi dibuka pada Senin, 16 September 2019 bertempat di Aula Rektorat Lama Undana Kupang. Kegiatan CCK yang dibuka langsung oleh Wakil Dekan (Wadek) III Bidang Kemahasiswaan FKIP Undana, Melkisedek Taneo, menuai banyak apresiasi. Apresiasi tersebut disampaikan secara […]

  • Alasan Presiden Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Prabowo Sebagai Kapolri

    Alasan Presiden Jokowi Tunjuk Listyo Sigit Prabowo Sebagai Kapolri

    • calendar_month Rab, 20 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Ninoy Karundeng History in the making. Sejarah tengah berlangsung. Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo ditunjuk sebagai calon Kapolri menggantikan Jenderal Pol Idham Aziz. Bagi Jokowi, Listyo amunisi baru, untuk mendukungnya mengubah sejarah Indonesia. Jokowi tahu betul tantangan melawan radikalisme, intoleransi, terorisme, peredaran narkoba, sampai kamtibmas yang dihadapi Indonesia dan Kapolri, beserta Panglima TNI, […]

  • Suzuki NTT Peduli Covid-19, Bantu 60 APD untuk RS W Z Yohanes Kupang

    Suzuki NTT Peduli Covid-19, Bantu 60 APD untuk RS W Z Yohanes Kupang

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Aksi peduli dan empati ditunjukkan oleh Suzuki Nusa Tenggara Timur (NTT) atas merebaknya Pandemi Covid-19 di wilayah provinsi kepulauan ini dengan memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) standar bagi tenaga medis yang berjibaku merawat pasien yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Rumah Sakit (RS) W Z Yohanes Kupang. […]

  • Indikator Kesehatan Masyarakat Tentukan Penilaian Risiko Penularan Covid-19

    Indikator Kesehatan Masyarakat Tentukan Penilaian Risiko Penularan Covid-19

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menggunakan indikator kesehatan masyarakat untuk membantu pemerintah daerah dalam penilaian tingkat risiko penularan di wilayahnya. Ketiga indikator kesehatan masyarakat tersebut yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan. Indikator epidemiologi merujuk pada kecenderungan kasus positif, meninggal dunia, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). […]

  • Presiden Tunjuk Mahfud MD Jadi Plt Menkominfo

    Presiden Tunjuk Mahfud MD Jadi Plt Menkominfo

    • calendar_month Jum, 19 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menekankan bahwa semua pihak harus menghormati proses hukum dalam kasus hukum yang menjerat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate. “Ya kita harus menghormati proses hukum yang ada,” ujar Presiden dalam keterangannya di hadapan awak media di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Jumat, 19 Mei […]

  • Yakub Ismail Estafet Pimpin Apindo Banten Periode 2019—2024

    Yakub Ismail Estafet Pimpin Apindo Banten Periode 2019—2024

    • calendar_month Sel, 15 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Loading

    Tangerang, Garda Indonesia | Berpulangnya Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) provinsi Banten, Alm. Eddy Mursalim beberapa waktu lalu menjadi duka bagi keluarga besar APINDO Banten. Betapa tidak, Alm. Eddy Mursalim yang juga merupakan wakil ketua dewan guru institut Karate-do Indonesia (INKAI) DAN VIII tersebut sudah sejak lama dikenal sebagai sosok yang aktif dalam hubungan Industrial […]

expand_less