Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Permohonan WNA Jadi WNI Melonjak, Pemerintah Perketat Seleksi

Permohonan WNA Jadi WNI Melonjak, Pemerintah Perketat Seleksi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 89
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta | Permohonan warga negara asing (WNA) untuk menjadi warga negara Indonesia (WNI) terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum (Ditjen AHU Kemenkum) mencatat lonjakan permohonan perpindahan kewarganegaraan, meski proses persetujuannya tetap dilakukan secara ketat.

“Sebagaimana data yang ada di Direktorat Jenderal AHU, khususnya di Direktorat Tata Negara, yang menangani urusan kewarganegaraan, bahwa akhir-akhir ini, baik tahun 2024, 2025, dan beberapa tahun ke belakang, permintaan dan minat untuk menjadi warga negara Indonesia begitu cukup tinggi,” kata Dirjen AHU Kemenkum Widodo dalam jumpa pers di kantor Kemenkum, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Februari 2026.

Widodo merinci, pada 2020 terdapat 37 permohonan dengan 29 diterima. Tahun 2021 ada 63 permohonan dan 61 disetujui. Pada 2022, seluruh 63 permohonan diterima. Tahun 2023, dari 69 permohonan, 66 disetujui.

“Itu di tahun 2020 ada 37 permohonan, 29 diterima. Kemudian tahun 2021 ada 63 permohonan, 61 diterima menjadi warga negara Indonesia. Tahun 2022, 63 (permohonan) per 63 (diterima). Tahun 2023, 69 orang permohonan, 66 diterima, jadi tiga yang tidak diterima,” kata Widodo.

Lonjakan signifikan terjadi pada 2024 dengan 265 permohonan, namun hanya 20 yang diterima. Sementara pada 2025, dari 147 permohonan, baru dua yang dinyatakan lengkap dan disetujui.

“Tapi yang menarik di tahun 2024 ke sini, 265 permohonan baru 20 diterima. Dan tahun 2025 ini 147 permohonan baru 2 yang terproses lengkap dan diterima menjadi warga negara Indonesia,” jelasnya.

“Artinya banyak, ratusan, total lebih dari 700-an yang saat ini masih berproses melengkapi dokumen-dokumennya untuk menjadi warga negara Indonesia. Demikian ketatnya, demikian selektifnya kita, tidak mudah untuk menjadi seorang warga negara Indonesia,” sambungnya.

Selain permohonan dari WNA, Ditjen AHU juga mencatat adanya 714 permohonan dari anak hasil perkawinan campur yang ingin menjadi WNI. Sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006, anak berkewarganegaraan ganda terbatas wajib memilih salah satu kewarganegaraan paling lambat usia 21 tahun.

“Ada beberapa laporan juga terkait dengan permohonan-permohonan ya, perca (perkawinan campuran). Jadi ada beberapa aspirasi dari masyarakat yang anak-anaknya dari perkawinan campuran, ada lebih kurang 714 orang yang mengajukan permohonan dari perkawinan campuran yang bapak-ibunya, salah satunya berstatus warga negara Indonesia dan salah satunya adalah warga negara asing,” ujarnya.

Widodo menilai tingginya minat WNA menjadi WNI menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia. “Jadi ada warga negara asing yang kemudian ingin menjadi warga negara Indonesia, bahkan yang anaknya lahir dari perkawinan campuran sekarang berbondong-bondong ingin jadi warga negara Indonesia. Ini menunjukkan bahwa semangat dan kecintaan mereka kepada Indonesia suatu hal yang sangat kita banggakan, sangat didambakan menjadi itu,” tandasnya.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘In Memoriam’ Arief Harsono

    ‘In Memoriam’ Arief Harsono

    • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Dahlan Iskan Ini tentang tokoh lagi. Yang meninggal lagi. Covid-19 lagi. Teman saya lagi: Arief Harsono. Di usia 66 tahun. Anda sudah tahu siapa dia. Tiga kali saya tulis di Disway. Satu kali di tamu podcast–salah satu yang terbanyak dilihat. Toh saya tetap menitikkan air mata kemarin. Dua kali. Saya tidak tahan melihat […]

  • Tokoh Gendang Lale & Warga Dukung Penuh PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok

    Tokoh Gendang Lale & Warga Dukung Penuh PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok

    • calendar_month Ming, 22 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | Tokoh masyarakat Gendang Lale, Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Manggarai, NTT, Petrus Pamor, mengungkapkan bahwa  warganya mendukung penuh proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu 5—6 di Poco Leok. Hal itu disampaikan Petrus Pamor usai sosialisasi free prior informed consent (FPIC) dihelat PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa […]

  • IASC Kembalikan Rp161 Miliar Dana Masyarakat Korban Penipuan Digital

    IASC Kembalikan Rp161 Miliar Dana Masyarakat Korban Penipuan Digital

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Loading

    Berbagai modus scam, imbuh Friderica, dilakukan oleh pelaku seperti penipuan transaksi belanja, impersonation/fake call, penipuan investasi, penipuan kerja dan penipuan melalui media sosial.   Jakarta | Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) berhasil mengembalikan Rp161 miliar yang merupakan dana dari 1.070 masyarakat korban penipuan digital atau scam yang berhasil diblokir IASC dari 14 bank yang digunakan pelaku kejahatan […]

  • Kapan Kita Dewasa? Kasus Patung Bunda Maria & Kesebelasan Israel

    Kapan Kita Dewasa? Kasus Patung Bunda Maria & Kesebelasan Israel

    • calendar_month Ming, 26 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Memang kekanak-kanakan, bagaimana sih cara berpikir orang-orang yang mengaku dewasa di negeri ini? Bagaimana mungkin bisa berpikir bahwa patung bisa mengubah iman seseorang. Lalu, tak lama kemudian ada kesebelasan junior, U20 (under 20 years old) dari Israel, yang mau ikut kompetisi, di mana Indonesia jadi tuan rumah, dianggap bisa mempengaruhi sikap […]

  • Maballa–Mahoro & Polres Sabu Kampaye Anti Covid-19 dan Berbagi Masker

    Maballa–Mahoro & Polres Sabu Kampaye Anti Covid-19 dan Berbagi Masker

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Sabu-NTT, Garda Indonesia | Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke bertindak sebagai inspektur apel di Mako Polres Sabu Raijua pada Kamis, 10 September 2020. Dilakukannya apel tersebut sebagai bentuk sosialisasi penggunaan masker dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan penggunaan masker pada Pilkada Serentak 2020. Bupati Niko Rihi Heke meminta seluruh komponen masyarakat untuk […]

  • Mayjen Terawan, Anak Tuhan yang Dibuang IDI Lalu Dipanggil Istana

    Mayjen Terawan, Anak Tuhan yang Dibuang IDI Lalu Dipanggil Istana

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mayor Jenderal TNI Dr. dr. Terawan Agus Purwanto, Sp. Rad (K) RI adalah sosok yang digadang-gadang menjadi menteri. Dia adalah anak Tuhan yang dibuang IDI karena dikenal dengan metode fenomenal yang terbukti berhasil dalam dunia kedokteran, yakni terapi ‘cuci otak’ untuk mengurangi gejala stroke. Metode ‘cuci otak’ ini bukan proses radikalisasi […]

expand_less