Menteri KKP Lihat Kampung Nelayan Sulamu Siap Dikelola Berbekal Listrik PLN
- account_circle Penulis
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 53
- comment 0 komentar

![]()
Kupang | Secercah harapan baru menyinari Desa Sulamu pada bulan suci Ramadhan 1447 H. Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung kesiapan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Rabu, 25 Februari 2026.
Menteri Trenggono didampingi oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Bupati Kupang Yosef Lede, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan. Menteri Trenggono menyatakan KNMP Sulamu telah rampung 100 persen secara fisik dan siap diserahkan kepada Koperasi Desa Merah Putih untuk dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
“Alhamdulillah sudah selesai. Dalam waktu dekat, insya Allah bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
KNMP Sulamu merupakan salah satu proyek tahap pertama yang dituntaskan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem ekonomi pesisir terpadu, dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang meliputi tambatan perahu, gudang beku portabel berkapasitas 41.500 VA, pabrik es portabel berkapasitas 23.000 VA, serta fasilitas rantai dingin terintegrasi.
Seluruh fasilitas tersebut memerlukan pasokan listrik yang besar dan stabil agar dapat beroperasi secara optimal. PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur memastikan dukungan kelistrikan yang andal bagi operasional KNMP Sulamu, terlebih di bulan suci Ramadan ketika kebutuhan masyarakat terhadap pasokan energi meningkat.
General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono menyampaikan, PLN berkomitmen penuh mendukung kelistrikan bagi fasilitas-fasilitas strategis seperti KNMP Sulamu, terutama di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. “Ketika kebutuhan masyarakat meningkat, kami menyiapkan langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan agar operasional fasilitas ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan nelayan,” ujarnya.
Secara nasional, PLN menyiagakan 69 ribu personel dan 3.403 posko siaga selama periode Siaga Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) pada 13–28 Maret 2026 untuk menjaga kestabilan pasokan listrik di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di lokasi-lokasi strategis seperti tempat ibadah, fasilitas umum, dan kawasan ekonomi masyarakat.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Provinsi NTT. “Terima kasih kepada Pak Menteri dan rombongan yang sudah memberi perhatian bagi Provinsi NTT. Ini merupakan berkat bagi kami. Atensi dan dukungan Pak Menteri ke Provinsi NTT terkait proyek-proyek strategis nasional yang dibangun di NTT dengan nilai yang luar biasa, salah satunya Kampung Nelayan di Sulamu, Kabupaten Kupang, ” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menegaskan kehadiran program Kementerian Kelautan dan Perikanan di NTT diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan. “Mudah-mudahan dengan pembangunan industri nantinya bisa mengurangi angka pengangguran di NTT. Dengan adanya industri di NTT, maka akan berdampak juga mengurangi angka kemiskinan, karena akan dibukanya banyak lapangan pekerjaan untuk kita di NTT,” jelas Ahmad Yohan.
Masyarakat nelayan Desa Sulamu menyambut antusias kehadiran fasilitas KNMP yang dilengkapi pasokan listrik andal dari PLN. Fasilitas gudang beku dan pabrik es yang beroperasi dengan dukungan listrik PLN dinilai sangat membantu nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan serta meningkatkan nilai jual ikan.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya fasilitas ini. Selama ini hasil tangkapan kami sering turun kualitasnya karena keterbatasan penyimpanan. Dengan adanya gudang beku dan pabrik es yang didukung listrik PLN, kami yakin kesejahteraan nelayan di Sulamu akan semakin meningkat,” ungkap Mahmud salah seorang nelayan Desa Sulamu.
Kehadiran PLN dalam mendukung kelistrikan KNMP Sulamu merupakan wujud nyata komitmen PLN hadir untuk negeri, tidak hanya menyalakan lampu di rumah-rumah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir. Di Provinsi NTT, PLN terus memperluas akses kelistrikan dengan capaian rasio elektrifikasi sebesar 89,12 persen per Maret 2025 dan menargetkan 99,99 persen pada tahun 2028.
Melalui berbagai program, termasuk dukungan kelistrikan bagi fasilitas ekonomi masyarakat seperti KNMP Sulamu, PLN menegaskan perannya sebagai penggerak pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah NTT, terlebih di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Tim PLN UIW NTT











Saat ini belum ada komentar