Tekan Konsumsi BBM Nasional, Pemerintah Tetapkan WFA dan WFH
- account_circle Roni Banase
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 98
- comment 0 komentar

![]()
Jakarta | Pemerintah sedang menyiapkan kebijakan strategis untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi tingkat menteri dengan fokus pada efisiensi energi berbasis data konsumsi dan mobilitas di berbagai sektor. Kebijakan ini dirancang secara terukur agar mampu mengurangi penggunaan bahan bakar tanpa menimbulkan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat luas.
Adapun lima strategi utama yang akan diterapkan meliputi penerapan skema kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) bagi ASN, penguatan platform digital untuk mendukung efektivitas kerja, pembatasan perjalanan dinas, penghematan energi operasional gedung perkantoran, serta penyesuaian metode pembelajaran daring dan luring sesuai kebutuhan.
Kombinasi kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan konsumsi BBM secara nasional sekaligus mendorong transformasi sistem kerja dan pendidikan yang lebih efisien serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta direncanakan mulai diterapkan pada April 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan ini dilakukan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) setelah harga minyak dunia melambung imbas konflik di Timur Tengah.
“Dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Nanti akan dibuka fleksibilitas untuk work from home, dalam satu hari, dalam lima hari kerja,” kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Kamis, 19 Maret 2026.
Menurut Airlangga, melalui kebijakan ini pemerintah bias menghemat BBM hingga 1/5 dari penggunaan biasanya
Airlangga menyebut kebijakan WFH akan dilakukan usai libur lebaran. Namun pemerintah belum bisa menjelaskan detail berapa lama kebijakan ini akan dilakukan.
“Nanti kita lihat situasi harga minyak, situasi perang, jadi kita ikuti situasinya,” kata Airlangga.(*)
- Penulis: Roni Banase
- Sumber: goodnews & ragam literatur











Saat ini belum ada komentar