Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Pemprov NTT & Undana Kerjasama Prioritas Kelangsungan Hidup Komodo

Pemprov NTT & Undana Kerjasama Prioritas Kelangsungan Hidup Komodo

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 15 Mei 2019
  • visibility 91
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov (Pemerintah Provinsi) NTT menggelar Rapat bersama dalam rangka menindaklanjuti upaya-upaya untuk pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) yang lebih optimal.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekda NTT Ir. Benediktus Polo Maing, dilaksanakan di Ruang Rapat Sekda Gedung Sasando, Selasa, 14 Mei 2019. Turut hadir dalam rapat tersebut diantaranya, Wakil Rektor Undana Bidang Kerja Sama Ir. I Wayan Mudita S.Sc, Ph.D, Direktur Program Pasca Sarjana Undana Prof.Drs. Mangadas Lumban Gaol,M.Si,Ph.D, Kepala Prodi Magister Ilmu Lingkungan PPs Undana Philiphi de Rozari,S.Si,M.Si,M.Sc,Ph.D, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Ir.Timbul Batubara,M.Si, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama NTT Dr.Lery Rupidara,M.Si, Plt.Bapelitbang NTT Luki Koli, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT Ir.Ferdi J. Kapitan, Kepala Bidang Pembinaan Dinas LHK NTT Rudi Lismono, Kepala Balai Litbang LHK Kupang Sumitra Gunawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ir.Wayan Darmawa, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan NTT Ir.Samuel Rebo, serta tamu undangan lainnya.

Sekda NTT, Ir. Benediktus Polo Maing mengatakan pentingnya untuk melakukan kajian dan penelitian mengenai Taman Nasional Komodo sehingga dengan hasil penelitian oleh pihak Undana nantinya bisa menjadi acuan untuk mengkonkritkan kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi NTT dan dari Kementerian pusat

“Dengan kerja sama kita bersama tim peneliti Undana ini, maka tentunya akan menjadi bagian penting dari pengelolaan habitat komodo untuk memprioritaskan keberlangsungan hidup komodo. Termasuk dalam menindaklanjuti ditutupnya TNK pada 1 Januari 2020 nanti,” ujarnya

Ia juga menambahkan bahwa kedepan perlu dilakukan pengkajian penelitian pada destinasi pariwisata NTT yang lain, selain TNK.

Suasana rapat Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana (Undana)

Sedangkan, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Undana Ir.I Wayan,S.Sc,Ph.D, mengatakan, Undana telah menyiapkan tim peneliti secara internal dan juga mendukung kebijakan penutupan TNK.

“Undana sudah mempersiapkan tim internal, untuk melakukan kajian penelitian dan memberikan dukungan pada kebijakan pemda. Kita juga menginginkan dukungan pemda untuk memfasilitasi tim peneliti. Kita akan bekerja sesuai koridor, tentunya melalui perencanaan. Karenanya, perlu adanya legatimasi seperti MOU atau surat dari gubernur,” jelas Mudita.

Direktur Program Pascasarjana Undana yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Peneliti, Prof.Drs.Mangadas Lumban Gaol,M.Si,Ph.D, mengatakan Taman Nasional Komodo harus dikaji terus menerus. “Taman Nasional Komodo memerlukan kajian penelitian terus-menerus mulai dari habitat, keadaan dan kesehatan komodo sendiri, ketersediaan pangan juga sumber daya alam dan ekosistem sekitar TNK. Kita juga melibatkan stakeholders yang hadir dalam rapat ini, sehingga hasil kajian penelitian bisa komprehensif dan dapat membuahkan kebijakan yang positif pada TNK,” jelas Mangadas.

“Komodo ini adalah kekayaan NTT. Populasi komodo harus kita pertahankan. Kita harap nantinya kebijakan juga bisa diiplementasikan dalam menjaga keberadaan TNK ini”, tambah Mangadas.

Sementara itu, Kepala Balai KSDA NTT, Ir.Timbul Batubara,M.Si, juga mengatakan perlunya tata kelola dan konservasi sesuai konteks yang ada. “Kita berharap tim peneliti Undana untuk melihat adanya tata-kelola dan konservasi yang harus dilakukan dengan menyesuaikan konteks yang ada pada TNK.”, ujar Timbul.

“Harus ada value yang universal. Kita juga akan mendukung untuk kajian penelitian bagi seluruh kawasan di Nusa Tenggara Timur”, tambahnya.

Adapun Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama NTT Dr.Lery Rupidara,M.Si, turut mengutarakan harapannya untuk penataan kembali Taman Nasional Komodo. “Dengan adanya tim peneliti yang telah dibentuk dan juga adanya stakeholder yang saling memberikan dukungan maka perlu berproses bersama dan tetap berintegrasi. Kita ini daerah otonom, perlu ada kebijakan yang dimulai dari kontrol manajemen dan inovasi pada TNK yang lebih baik,” jelas Leri.

Plt.Bapelitbangda NTT, Luki Koli, ikut menjelaskan pentingnya menjaga ekositem dan rantai makanan dari komodo. Ia mengatakan bahwa kajian tim peneliti undana memiliki sinkronisasi dengan apa yang dikatakan Gubernur. “Kita juga perlu melihat vegetasi dan mengembalikan habitat asli komodo. Nilai komodo yang paling dilihat adalah sebagai binatang liar, pemangsa yang agresif,” ujar Luki.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT, Fredy J. Kapitan menyampaikan perlunya penanganan dalam menjaga lingkungan lain dalam TNK. “Kita perlu juga untuk melihat hutan mangrove dan hutan alam di sana. Masyarakat di sana memanfaatkan hutan untuk mendapatkan madu. Itu juga bisa berkontribusi untuk menarik wisatawan,” jelas Fredy.

Kepala Bidang Pembinaan Dinas LHK NTT Rudi Lismono memaparkan perlunya pemetaan yang baik dari kawasan wilayah TNK serta pengelolaan masyarakat sosial ekonomi dengan meningkatkan SDM dan membangun jejaring pasar.

Sementara itu Kepala Balai Litbang LHK Kupang Sumitra Gunawan, menyebutkan kawasan konservasi lain yang berpotensi untuk menjadi juga destinasi wisata. “Kita juga kedepannya akan melihat kawasan lain yang berpotensi dan juga mengadakan penelitian, diantaranya penyediaan ruang mangsa komodo dan dampak dari wisata perairan terhadap ekosistem laut di sekitar TNK,” jelas Sumitra.

Kepala Prodi Magister Ilmu Lingkungan PPs Undana Philiphi de Rozari,S.Si,M.Si,M.Sc,Ph.D, turut mengatakan bahwa telah dikumpulkan berbagai penelitian dan juga jurnal baik nasional maupun internasional yang mengkaji tentang Komodo, sebagai referensi dan sebagai alat untuk memfokuskan tujuan penelitian.

Selanjutnya Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif Ir.Wayan Darmawa mengatakan perlunya perhatian terhadap aspek sosial. “Di TNK sendiri terdapat desa dan di desa itu ada penduduk. Tentunya ke depan penduduk juga akan bertambah dan memungkinkan terjadinya perluasan wilayah pemukiman. Hal yang harus kita cermati adalah bagaimana komodo tidak terganggu dengan penduduk sekitar tersebut,” kata Wayan Darmawa.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan NTT Ir. Samuel Rebo yang hadir turut mendukung semua kinerja tim peneliti dan stakeholder. “Kita mau agar semua yang ada ini lebih terpadu, sehingga dapat mempercepat apa yang dikatakan Pak Gubernur. Kita satukan tim kerja yang ada dan kedepannya TNK bisa menjadi destinasi ekslusif. (*)

Sumber berita (*/ Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)

Editor (+rony banase) Foto by canon.co.uk

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Cara PLN Permudah Layanan ke Pelanggan via ‘Customer Self Service’

    Ini Cara PLN Permudah Layanan ke Pelanggan via ‘Customer Self Service’

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur kembali meluncurkan program layanan terbaru untuk memudahkan masyarakat dalam akses pelayanan di PLN yaitu Peresmian Customer Self Service PLN ULP Kupang yang menyediakan aplikasi untuk memudahkan pelayanan dalam genggaman tangan pelanggan. Layanan tersebut resmi diluncurkan di kantor PLN UP3 Kupang pada […]

  • Kelompok Tani Binaan CIRMA Sulam Impian di Batas RI-Timor Leste

    Kelompok Tani Binaan CIRMA Sulam Impian di Batas RI-Timor Leste

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Loading

    Sefri menangis meronta-ronta meski telah diredam, namun anak berusia lima tahun yang hidup di lahan lokasi semburan panas bumi Napan, perbatasan Republik Indonesia – Timor Leste itu tak mengindahkan upaya bujukan mamanya. Ia tetap bersikukuh seraya memaksa dalam rintihan dan tangisan agar sayur pakcoy kesayangannya dikembalikan seperti semula di bedeng bertanah liat putih tak menyerap […]

  • Bareskrim : Korban Investasi Bodong Rugi Hingga Puluhan Miliar

    Bareskrim : Korban Investasi Bodong Rugi Hingga Puluhan Miliar

    • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri menetapkan 7 (tujuh) tersangka kasus investasi bodong platform Binomo termasuk Indra Kenz. Hingga saat ini, tercatat ada 144 korban dengan kerugian lebih dari 83 miliar. “Kerugian para korban afiliator IK sebanyak 144 orang sekitar Rp. 83.365.707.894,” Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Candra Sukma dalam keterangannya, pada Kamis, 9 […]

  • Pemkot Kupang Buka Seleksi 6 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

    Pemkot Kupang Buka Seleksi 6 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

    • calendar_month Sen, 27 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang kembali menyelenggarakan seleksi terbuka untuk mengisi 6 (enam) jabatan pimpinan tinggi pratama yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Kadis Komunikasi dan Informatika, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan, Kadis Perhubungan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan. Pembukaan seleksi oleh […]

  • Bank NTT Borong Telah Salur Kredit 1 Miliar ke Warga Manggarai Timur

    Bank NTT Borong Telah Salur Kredit 1 Miliar ke Warga Manggarai Timur

    • calendar_month Sen, 18 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Borong, Garda Indonesia | Sejauh ini Bank NTT Cabang Borong, Kabupaten Manggarai Timur telah menyalurkan Kredit Mikro Merdeka senilai Rp1.058.000.000 (satu miliar lima puluh delapan juta rupiah) kepada 135 debitur. Para debitur itu adalah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Penyerahan Kredit Mikro Merdeka Bank NTT diserahkan […]

  • Bawaslu & Pemkot Kupang Ingatkan ASN Jaga Netralitas Pilkada 2024

    Bawaslu & Pemkot Kupang Ingatkan ASN Jaga Netralitas Pilkada 2024

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Bawaslu Kota Kupang memetakan kerawanan Pemilu 14 Februari 2024 lalu, salah satu indikasi yakni netralitas aparatur sipil negara (ASN) sebab netralitas ASN masih menjadi tantangan pada setiap perhelatan Pemilu maupun Pilkada tahun 2024. Demikian ditegaskan Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Adi Chandra Nange dalam sesi sosialisasi pengawasan ASN pada tahapan pencalonan pemilihan serentak serta […]

expand_less