Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Julie Laiskodat: “Orang NTT Tak Susah Diajak Kolaborasi Cegah Stunting”

Julie Laiskodat: “Orang NTT Tak Susah Diajak Kolaborasi Cegah Stunting”

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 13 Jun 2019
  • visibility 41
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Inisiasi PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mencegah stunting melalui pembentukan Desa Model dan kerja kolaborasi memperoleh dukungan dari OPD lingkup Pemprov NTT, Universitas Indonesia, dan Poltekkes Kemenkes Kupang

Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat kepada Garda Indonesia pada Rabu, 12 Juni 2019 di sela-sela kegiatan Workshop Integrasi Pencegahan Stunting yang dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT mengatakan bahwa tahu persis setiap dinas tidak berkolaborasi dengan baik

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2019/06/12/pkk-ntt-inisiasi-desa-model-kerja-kolaboratif-pencegahan-stunting/

“Menurut saya pribadi selama ini mereka (Organisasi Perangkat Daerah,red) masing-masing tidak berkolaborasi secara baik. Kalau mau berantas sebuah masalah saya yakin harus bergandeng tangan”, ujar Julie

Lanjutnya, seperti sapu lidi tak bisa hanya satu namun harus segenggam dijadikan satu (keroyokan) untuk bisa menyapu bersih

“Ini gunanya mengapa PKK menjadi jembatan agar ego sektoral masing-masing ditangguhkan untuk mencegah stunting”, tegas isteri Gubernur NTT Viktor Laiskodat

Juli Laiskodat juga berharap PKK dengan caranya sendiri dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak

“Saya melihat bahwa orang NTT tidak susah untuk diajak berkolaborasi hanya tidak tahu chemistry seperti apa”, ungkap Wanita Tangguh yang konsen mengembangkan potensi tenun NTT dan memiliki LeVico Butik di Jakarta

Tim dari Universitas Indonesia dan Poltekkes Kemenkes Kupang berpose bersama Ibu Gubernur dan Wakil Gubernur NTT

Sementara itu, PKK NTT akan bekerja sama dengan Universitas Indonesia untuk mencegah stunting dan memberikan edukasi terhadap para Kader PKK

Prof Dr. Taniawati Supali dari Universitas Indonesia saat diwawancara oleh Garda Indonesia usai memberikan edukasi menyampaikan agar Kader PKK dapat memaksimalkan 4 pokja dan bekerja dengan hati karena masyarakat di NTT haus pelayanan dari petugas kesehatan

“Semua program bagus namun terkadang orang sering menghitung dengan uang. Jadi kita sering bekerja dan tinggal di kampung karena mereka (Orang Desa,red) kalau kita datang pasti sangat welcome (menyambut dengan baik)”, tandas Prof Tania yang pernah mengabdi dan melayani Masyarakat Alor sejak tahun 2000—2011.

Penulis dan editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Roda Perekonomian, Pemprov NTT Bangun Infrastruktur via Pinjaman Daerah

    Gerakan Roda Perekonomian, Pemprov NTT Bangun Infrastruktur via Pinjaman Daerah

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | “Apa yang kita kerjakan saat ini akan menjadi fondasi atau dasar pijakan kebijakan masa depan sehingga kita mampu menatap masa depan dengan tidak lagi menjadi bagian dalam sejarah membuat provinsi ini menjadi miskin. Akan tetapi kita bangga saat tidak menjabat lagi nanti, kita akan melihat bahwa kita meletakan dasar pembangunan […]

  • ‘Dedikasi Awards & Gerakan Patuh Bank NTT 2019’—Apresiasi Loyalitas Nasabah, Cabang & Pegawai

    ‘Dedikasi Awards & Gerakan Patuh Bank NTT 2019’—Apresiasi Loyalitas Nasabah, Cabang & Pegawai

    • calendar_month Sab, 14 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Untuk ketiga kalinya, Bank NTT menyampaikan rasa terima kasih atas loyalitas nasabah yang terus setia memanfaatkan layanan jasa keuangan yang disediakan oleh Bank NTT dan memberikan penghargaan atas pencapaian kinerja cabang terhadap target Dana Pihak Ketiga (DPK) dan program Flobamora Cashback. Bank NTT juga memberikan penghargaan kepada pegawai atas teladan Gerakan […]

  • Pasca-terpapar Covid, ‘Swab’ I Wagub NTT Negatif dan Gubernur Membaik

    Pasca-terpapar Covid, ‘Swab’ I Wagub NTT Negatif dan Gubernur Membaik

    • calendar_month Sen, 18 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kondisi terkini Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi secara fisik dalam keadaan segar dan sehat. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing kepada awak media di halaman depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, pada Senin pagi, 18 Januari 2021. “Pasca-diumumkannya […]

  • Tatap Muka dengan STIKom Uyelindo, Gubernur Viktor Ajak Kolaborasi

    Tatap Muka dengan STIKom Uyelindo, Gubernur Viktor Ajak Kolaborasi

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Suka atau tidak suka, tapi saat ini teknologi informasi memegang peranan sangat penting, baik dalam bidang bisnis maupun pemerintahan,” ujar Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat bertatap muka dengan Panitia Seminar Nasional dan Konferensi Teknik Informatika dan Komunikasi ke-5, di Ruang Kerja Gubernur, Selasa 17 September 2019. Kepada panitia yang […]

  • Independensi Wartawan (1)

    Independensi Wartawan (1)

    • calendar_month Kam, 20 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Mahmud Marhaba, Ketua Umum DPP PJS Akhir Ramadan banyak hal terjadi. Berbagai peristiwa tidak mengenal waktu, termasuk sejumlah peristiwa sensasional. Namun, sebelumnya saya mengucapkan selamat hari raya Idulfitri, minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Kembali ke hal sensasional tadi. Di provinsi Riau, kampung istri saya, sejumlah wartawan dari Pelalawan yang difasilitasi […]

  • Pemerintah Sepakat Ongkos Umrah Jemaah Haji 49,8 Juta Rupiah

    Pemerintah Sepakat Ongkos Umrah Jemaah Haji 49,8 Juta Rupiah

    • calendar_month Kam, 16 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah dan Komisi VIII DPR telah menyepakati besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 1444 Hijriah atau 2023 Masehi dengan rata-rata Rp90.050.637,26 per jemaah haji reguler. Angka ini terdiri atas dua komponen, yaitu biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang ditanggung jemaah dengan rata-rata Rp49.812.700,26 (55,3%) dan penggunaan nilai manfaat per jemaah sebesar […]

expand_less