Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tokoh Papua: Ada 4 Akar Masalah Papua, Nomor 3 Patut Diwaspadai

Tokoh Papua: Ada 4 Akar Masalah Papua, Nomor 3 Patut Diwaspadai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Tokoh Papua Barat, Willy Hegemur menyebutkan ada 4 (empat) isu penting yang menjadi akar masalah di Papua yang patut disikapi secara bijak oleh pemerintah.

Willy menyatakan itu dalam acara dialog yang digelar oleh Solidaritas Pemuda Papua dan Ras Melanesia di gedung Balai Pustaka dengan tema ‘Merajut Kebersamaan NKRI Harga Mati’.

Menurut Willy, empat akar masalah Papua tersebut adalah soal diskriminasi dan marginalisasi masyarakat Papua, nasionalisme Papua, state crime and human violation, dan kecemburuan sosial.

“Keempat akar persoalan Papua ini harus disikapi dengan bijaksana oleh pemerintah, jika tidak ingin Papua lepas dari NKRI yang kita cintai ini,” ujar Willy, di gedung Balai Pustaka, pada Sabtu, 31 Agustus 2019.

Terkait isu diskriminasi dan marjinalisasi Papua, kata dia, pemerintah selama ini seakan acuh terhadap persoalan krusial ini.

“Padahal, kalau mau jujur, masalah diskriminasi dan marginalisasi ini telah lama dirasakan warga Papua, khususnya mereka yang berada di perantauan. Namun, pemerintah melihat persoalan ini sebelah mata,” tutur Sarjana Teknik itu.

Willy pun mengajak seluruh komponen bangsa untuk belajar banyak dari pengalaman diskriminasi di Afrika dan Amerika Serikat. Sebab, kata dia, dengan mempelajari pengalaman pahit itu, bangsa ini semoga terhindar dari persoalan serupa.

“Kita tidak ingin masalah diskriminasi ini terus berlarut di NKRI tercinta ini, cukuplah pengalaman pahit itu terjadi di Afrika dan Amerika, tapi jangan lagi di negeri tercinta ini,” cetusnya.

Masalah kedua yang tak kalah penting ialah soal Nasionalisme Papua. Menurutnya, pandangan Nasionalisme Indonesia memiliki pemaknaan berbeda dengan yang diyakini warga Papua.

“Jika nasionalisme yang digaungkan para pendiri bangsa adalah Nasionalisme Indonesia yang melingkupi tanah air dari Sabang sampai Merauke, maka yang dipahami masyarakat Papua, justru Nasionalisme Papua itu sendiri,” ucap tokoh Papua Barat itu.

Perbedaan persepsi inilah, ucap Willy, selalu menjadi gesekan yang berbuntut pada keinginan masyarakat Papua untuk menjadi sebuah bangsa sendiri dengan segala harkat dan martabat yang mereka yakini.

Persoalan ketiga, dan yang paling problematik, yakni tentang state crime and human right violation (kekerasan negara dan masalah hak asasi manusia di Papua – red).

Willy menjelaskan, kondisi kemanusiaan yang ada di Papua selama ini begitu mengenaskan. Ini disebabkan pendekatan negara yang terlalu mengandalkan cara-cara militerisme dalam menyelesaikan masalah di Papua.

“Pendekatan militeristis dalam menangani persoalan Papua justru menimbulkan masalah HAM yang cukup serius di Papua,” tandasnya.

Willy meminta kepada pemerintah agar menggunakan pendekatan yang lebih manusiawi dalam menyentuh konflik yang terjadi di Papua.

“Pemerintah harus menggunakan cara yang lebih halus dan lebih manusiawi agar tidak memicu konflik serius di tanah Papua,” ungkapnya.

Isu yang terakhir kata Willy adalah masalah kecemburuan sosial. “Faktor kecemburuan sosial menjadi penyebab meletupnya kerusuhan beberapa hari belakangan ini,” katanya.

Kecemburuan sosial ini, ujar Willy, dipicu oleh keabsenan negara, dalam hal ini Presiden Jokowi untuk mengunjungi beberapa daerah penting di Papua, seperti Fakfak.

“Presiden hanya mendatangi beberapa tempat dalam lawatannya, sementara di Fakfak tidak pernah dikunjungi. Ini juga yang melahirkan kecemburuan di masyarakat yang berujung pada kerusuhan di Fakfak beberapa waktu lalu, sebelum merembet ke yang lain,” pungkasnya.

Terakhir, Willy meminta kepada seluruh masyarakat yang mendiami Ibu Pertiwi ini agar mengakui dan menghargai ‘keberbedaan’ Papua, baik itu karena kulitnya, maupun seluruh identitas sosial-budaya yang melekat pada Papua.

“Kami hanya butuh diakui, saya bahkan bangga sebagai Negro-Indonesia. Apakah negara juga ikut bangga?” tutupnya.(*)

Sumber berita (*/HRS—Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asal Usul Suku Tetun di Pulau Timor

    Asal Usul Suku Tetun di Pulau Timor

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Loading

    Suku Tetun, disebut juga Tetum atau Belu adalah suku bangsa yang merupakan penduduk asli Pulau Timor. Suku ini mendiami Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia dan sebagian besar wilayah Timor Leste. Bahasa Suku Tetun disebut dengan bahasa Tetun yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Selain di Pulau Timor, suku ini juga banyak terdapat […]

  • Kisruh Pelayanan di Dispendukcapil, Laurens Ratu Wewo Klarifikasi

    Kisruh Pelayanan di Dispendukcapil, Laurens Ratu Wewo Klarifikasi

    • calendar_month Kam, 4 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Kisruh antara Laurens Abiaktho Ratu Wewo dengan oknum Polisi pada tanggal 27 September 2018 di Kantor Dispendukcapil Kota Kupang, menyisihkan beragam perspektif positif dan negatif dari masyarakat. Agar masyarakat paham dan tahu jelas kronologis kejadian yang terjadi diantara kedua belah pihak, berikut klarifikasi dari Saudara Laurens Abiaktho Ratu Wewo kepada gardaindonesia.id, Kamis/4 […]

  • LEBIH HEMAT & IRIT! Kendaraan Listrik Konversi SMKN 3 Mataram

    LEBIH HEMAT & IRIT! Kendaraan Listrik Konversi SMKN 3 Mataram

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram | Pengguna motor konversi produk program konversi gratis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama SMKN 3 Mataram, Andi Rahmansyah, mengaku penggunaan motor konversi atau kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB) sebagai alat transportasi sehari-hari jauh lebih hemat dari motor BBM. Perhitungan tersebut, kata Andi, diperoleh melalui perbandingan pengeluaran dana rumah tangga yang ia […]

  • Presiden Jokowi Lantik Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI

    Presiden Jokowi Lantik Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI

    • calendar_month Rab, 17 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo melantik Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI pada Rabu, 17 November 2021 di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan Jenderal Andika Perkasa dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 106/TNI/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima Tentara Nasional Indonesia. Keppres tersebut ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 November 2021. Panglima […]

  • Pengurus DPP IMO-Indonesia Periode 2022—2027 Dilantik Awal Desember

    Pengurus DPP IMO-Indonesia Periode 2022—2027 Dilantik Awal Desember

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pelantikan kepengurusan dewan pimpinan pusat ikatan media online (DPP IMO)-Indonesia masa bakti 2022–2027 pasca-musyawarah nasional (Munas I) pada 27 Oktober bakal digelar meriah oleh panitia pelaksana pada Jumat, 9 Desember 2022 di Sparks Life Hotel, Mangga Besar, Jakarta Pusat. Demikian disampaikan Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub Ismail saat ditanya terkait persiapan pelantikan […]

  • Bank NTT Sosialisasi Skim Kredit Kepada Jemaat GMIT Kota Kupang

    Bank NTT Sosialisasi Skim Kredit Kepada Jemaat GMIT Kota Kupang

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang Garda Indonesia | Bank NTT melakukan sosialisasi produk kredit dan dana kepada warga Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Kota Kupang, khususnya bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM). Sosialisasi ini dihelat di aula lantai 1 GMIT Kota Kupang, Jalan Soekarno nomor 27 pada Jumat, 1 Juli 2022. Hadir sekitar 100 orang pelaku UKM […]

expand_less