Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Rapor Lakamola Anan Sio, Sistem Pertanian Tradisional di Rote Ndao

Rapor Lakamola Anan Sio, Sistem Pertanian Tradisional di Rote Ndao

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
  • visibility 224
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh Dwi Iwan Kharisma

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao tentu sudah tidak asing lagi dengan ‘Lakamola Anan Sio’, menurut buku yang berjudul ‘Ketika Lens Haning Menjadi Bupati Rote Ndao’, gerakan Lakamola Anan Sio diambil dari filosofi para leluhur.

Filosofi yang mengisahkan sistem pertanian tradisional polikultur yang mengembangkan 9 (sembilan) jenis tanaman pangan yang dibudidayakan seperti padi, jagung, sorgum, botok (jewawut), kacang panjang, kacang hijau, turis, labu dan wijen.

Orang Rote menyebut sembilan jenis tanaman pangan itu dengan nama ‘Lakamora atau Lakamola’, karena pada awalnya bibit-bibit tanaman tersebut dipelihara dan dikembangkan oleh Lakamola Bulan di mana beliau merupakan salah seorang moyang dari Bula Kai yang tinggal di puncak gunung (di Bilba) yang saat ini dikenal dengan gunung lakamola yang berada di wilayah Rote Timur.

Oleh karena terdiri dari sembilan jenis, maka kemudian disebut ‘Lakamola Anan Sio’. Lakamola Anan Sio merupakan gagasan yang disampaikan Bupati Rote Ndao Leonard Haning pada tahun 2010. Gerakan Lakamola Anan Sio merupakan gerakan yang mencerminkan budaya orang Rote berupa budaya gotong royong yang sudah ditanamkan oleh para Leluhur.

Tujuan dari gerakan ini yaitu untuk meningkatkan produktivitas komoditi pangan menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan dan diharapkan dari program Lakamola Anan Sio ini akan dapat menghidupkan budaya lokal berupa pembukaan lahan yang akan ditanami komoditi pertanian seperti padi, jagung, wijen, kacang tanah, turis, botok, ubi kayu, ubi jalar serta sorgum sehingga masyarakat Rote dapat terhindar dari rawan pangan karena Rote Ndao memiliki curah hujan rendah serta memiliki iklim yang ekstrim (kekeringan).

Selain gerakan menanam sembilan komoditi lokal, gerakan Lakamola Anan Sio ini didukung fasilitas seperti pembuatan embung, pembuatan sarana irigasi, pupuk, hand traktor serta lainnya, tidak heran gerakan Lakamola Anan Sio ini masuk dalam Top 40 Inovasi Pelayanan Publik yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB) dan program ini diakomodir kedalam RPJMD Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014—2019.

Apakah Program Lakamola Anan Sio dapat dilanjutkan?

Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Rote Ndao, Sektor pertanian memiliki peran penting di Kabupaten Rote Ndao karena sebesar 48,08 persen PDRB Kabupaten Rote Ndao disumbang oleh sektor pertanian.

Hal ini menunjukan sektor pertanian masih mendominasi di wilayah Rote Ndao. Ditinjau dari Nilai Tukar Petani (NTP) pada Agustus 2019 di Kabupaten Rote Ndao memiliki NTP sebesar 106.83 persen yang dapat diartikan sebagai salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan petani dan apabila nilai NTP lebih dari 100 berarti pada periode tersebut lebih baik dibandingkan dengan NTP tahun 2012 sebagai tahun dasar.

Padi adalah salah satu komoditi yang banyak dibudidayakan atau ditanam oleh masyarakat Rote. Menurut Rote Ndao Dalam angka tahun 2013—2019 yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Rote Ndao produksi padi dan luas lahan pada tahun 2012—2018 digambarkan pada grafik dibawah ini

Dari grafik diatas menunjukan produksi padi yang tahun 2012—2016 mengalami fluktuasi akan tetapi di dua tahun terakhir kenaikan jumlah produksi yang cukup signifikan yaitu pada tahun 2017 sebesar 104.364 ton dan tahun 2018 sebesar 107.829,9 ton, sedangkan untuk luas lahan tanaman padi kenaikan terbesar pada tahun 2016 di mana kenaikannya sebasar 107.063 Hektar.

Pada grafik di atas menggambarkan bahwa semakin luas lahan yang dikerjakan maka semakin besar produksi padinya. Hal ini menunjukkan program atau gerakan Lakamola Anan Sio dari tahun ke tahun menunjukan pergerakan yang masif dan terus bergerak dengan cara setiap tahun dilakukan pembukaan lahan pertanian yang berasal dari tahan tidur sehingga dari situ tercipta lapangan kerja yang dapat menyerap tenaga kerja yang banyak.

Sehingga menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Rote Ndao tingkat pengangguran pada tahun 2012 sebesar 4,09 persen, 2013 sebesar 2,48 persen, 2014 sebesar 3,69 persen, 2015 sebesar 2,37 persen, 2016 sebesar 2,37 persen, 2017 sebesar 2,52 persen dan tahun 2018 sebesar 2.1 persen.

Dari tahun 2012—2018 menunjukkan bahwa terjadi fluktuatif tingkat pengangguran akan tetapi angkanya cenderung menurun dari tahun 2012—2018. Dalam Publikasi Kabupaten Rote Ndao Dalam Angka 2019 menunjukkan sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak daripada sektor lain, maka dapat dilihat bahwa pertanian di Rote Ndao cenderung baik karena akan menghasilkan produksi yang melimpah seperti produksi pertanian yang bisa mencukupi kebutuhan masyarakatnya, sehingga hal ini menunjukan keseriusan pemerintahan Kabupaten Rote Ndao dalam Masalah Kerawanan Pangan dengan melakukan program atau gerakan dalam sektor pertanian mulai dari pembukaan lahan, penanaman tanaman pangan dan penyediaan fasilitas pertanian telah tepat pada tujuan pembangunan yang dirancang untuk menyejahterakan masyarakat.

Inilah peran pemerintah dalam melindungi masyarakatnya, oleh karena itu program Lakamola Anan Sio ini dapat terus dilanjutkan karena manfaat yang begitu besar untuk kemajuan masyarakat Rote Ndao di sektor pertanian. (*)

Penulis (*/Mahasiswa Politeknik STIS Jakarta)
Editor (+rony banase) Foto oleh expontt.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Sedia Listrik Gratis Mei—Oktober 2020 bagi Pelanggan Bisnis & Industri Kecil

    PLN Sedia Listrik Gratis Mei—Oktober 2020 bagi Pelanggan Bisnis & Industri Kecil

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo memperluas program perlindungan rakyat yang terdampak akibat Covid-19 dan mengupayakan pemulihan ekonomi, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Termasuk program khusus bagi usaha ultramikro dan usaha mikro yang selama ini tidak tersentuh atau terjangkau lembaga keuangan maupun perbankan. Ada 5 (lima) skema besar program yang diperuntukkan […]

  • 400 Juru Suntik Dilatih Vaksinasi Covid-19 Selama Seminggu

    400 Juru Suntik Dilatih Vaksinasi Covid-19 Selama Seminggu

    • calendar_month Sel, 5 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Vaksin Covid-19 produksi Sinovac telah tiba di Bandara El Tari Kupang pada Selasa pagi, 5 Januari 2021. Kedatangan 13.200 vaksin Covid-19 tersebut dijemput oleh tim Gugus Tugas Covid-19 dan petugas Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Selanjutnya, sebagai tahap awal, vaksin Covid-19 tersebut akan digunakan untuk vaksinisasi 6.600 tenaga kesehatan […]

  • SEPE Punggawa, “Program Keroyokan” Keluarga Berkualitas Kota Kupang

    SEPE Punggawa, “Program Keroyokan” Keluarga Berkualitas Kota Kupang

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Loading

    Target jangka pendek dari SEPE Punggawa adalah menekankan angka terdeteksi 4.086 anak stunting Kota Kupang dan keluarga berisiko stunting yang memiliki satu atau lebih faktor risiko stunting yang terdiri dari keluarga yang memiliki anak remaja putri/calon pengantin/ibu hamil/anak usia 0 (nol) hingga 23 (dua puluh tiga) bulan dan anak usia 24—59 bulan berasal dari keluarga […]

  • Gubernur Viktor: ‘Pendidikan Berkarakter Kristus Lebih Penting!’

    Gubernur Viktor: ‘Pendidikan Berkarakter Kristus Lebih Penting!’

    • calendar_month Ming, 31 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat – Gubernur NTT menegaskan bahwa kekuatan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja yang adalah sumber hikmat penuh inovatif dan progresif harus selalu menjadi inspirasi utama dalam diri setiap jemaatNya. Termasuk dalam pembangunan fisik rumah ibadah. “Diperlukan landasan iman yang kokoh berdasarkan pengetahuan dan pengenalan yang benar terhadap karakter dan […]

  • Pengaduan dan Penanganan Masalah Perempuan & Anak Belum Imbang

    Pengaduan dan Penanganan Masalah Perempuan & Anak Belum Imbang

    • calendar_month Rab, 6 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Kerap menerima pengaduan masyarakat yang beragam terkait urusan perempuan dan anak di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg)-Deputi Pengaduan Masyarakat, maka Kepala Bidang Pelayanan Publik, Aparatur, dan Ketenagakerjaan Kementerian Sekretariat Negara melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PPPA. Diterima oleh Bidang Hukum dan Pengaduan Masyarakat (PM) Kementerian PPPA; Kepala Bidang Pelayanan Publik, Aparatur, dan Ketenagakerjaan […]

  • Tahan Tangis, Menteri Bintang Pinta Rampungkan Kekerasan Seksual di Padang

    Tahan Tangis, Menteri Bintang Pinta Rampungkan Kekerasan Seksual di Padang

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Padang, Garda Indonesia | Menteri PPPA, Bintang Puspayoga menggelar pertemuan di Polresta Padang, Sumatera Barat pada Minggu, 5 Januari 2020. Pertemuan dengan Kapolda Sumatera Barat, Kapolresta Padang, dan Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Padang; untuk berkoordinasi terkait penuntasan kasus kekerasan seksual pada anak TR (12) yang menderita kanker rectum dan akhirnya meninggal pada Senin, 30 Desember […]

expand_less