Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Yohana, Inspirasi Dari Ufuk Timur (Peluncuran Buku Biografi Menteri PPPA)

Yohana, Inspirasi Dari Ufuk Timur (Peluncuran Buku Biografi Menteri PPPA)

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 17 Okt 2019
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | “Eh kupu-kupu bawa kabar apa ka?”sapa Yohana pada kupu-kupu berwarna keemasan yang menerobos masuk melalui jendela rumah dinasnya di Kompleks Perumahan Dosen Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua pada Selasa, 21 Oktober 2014.

Bagi warga Papua, kupu-kupu yang masuk ke beranda rumah dipercaya akan membawa kabar baik. Siapa sangka hanya berselang 15 menit kemudian Yohana menerima telepon dari Rumah Transisi. Instruksi dari seseorang bernama Andi sangat jelas bahwa Yohana harus segera terbang ke Jakarta untuk menemui Presiden terpilih 2014, Joko Widodo.

Selintas tulisan di atas terangkum dalam buku biografi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise berjudul Dunia Yohana, Inspirasi dari Ufuk Timur yang diluncurkan hari ini Kamis, 17 Oktober 2019.

Biografi yang ditulis oleh Yudhistira ANM Massardi ini mengeksplorasi kisah Menteri Yohana mulai dari kesehariannya sebagai dosen dan ibu tiga anak, masa-masa ketegangan sebelum akhirnya dilantik sebagai Menteri Perempuan pertama dari Papua hingga kesibukan beliau menangani isu perempuan dan anak di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Yudhistira ANM Massardi mampu mengungkap berbagai hal yang tidak banyak diketahui oleh orang awam tentang sosok Yohana, tugas-tugas penting Kemen PPPA sebagai kementerian koordinatif dan isu perempuan dan anak yang sangat strategis dan kritis.

Peluncuran buku biografi dikemas dalam bentuk temu wicara (talkshow) yang dipandu oleh Jurnalis Metro TV Prita Laura. Sosok Menteri Yohana bagi Prita Laura sendiri menorehkan kesan mendalam baginya saat mengikuti kunjungan kerja ke Afghanistan. ”Beliau adalah pejabat Indonesia pertama yang berkunjung ke Afghanistan, negara penuh konflik. Kunjungan terakhir pemerintah Indonesia ke Afghanistan dilakukan Presiden Pertama Sukarno pada tahun 1961. Kenekatan beliau akhirnya membawa inspirasi bagi perjuangan pemberdayaan perempuan Afghanistan, ”ungkap Prita.

Temu Wicara dengan Menteri PPPA, Yohana Yembise yang dipandu oleh Jurnalis Prita Laura

Ketua Komisi 8 DPR RI, Muhammad Ali Taher terkesan dengan kesederhanaan seorang Yohana Yembise. ”Menurut saya, beliau adalah Menteri paling sederhana. Tapi dibalik kesederhanaannya, beliau adalah sosok yang menyimpan optimisme merubah masa depan perempuan dan anak, seorang intelektual alam dengan karakter luar biasa, ”ungkap Ali Taher.

Senada dengan Ali Taher, Kak Seto (Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia) menilai Menteri Yohana adalah sosok yang lembut sekaligus tegas. ”Beliau inspirasi bagi saya, menghadapi berbagai kasus perempuan dan anak dengan tulus, penuh kasih tetapi juga tegas pada predator anak yang melanggar hak-hak anak Indonesia, ”ujar Kak Seto.

Di depan para undangan, Menteri Yohana menyatakan cukup bahagia dengan beberapa pencapaian Kemen PPPA antara lain disetujuinya Revisi terbatas UU No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan terkait pembatasan minimal usia pernikahan, menginisiasi lahirnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, UU No.17 tahun 2016 tentang pemberatan hukuman untuk pelaku kekerasan seksual pada anak dengan metode suntik kimia/kebiri dan komitmen dari 520 Kabupaten/Kota menuju Kabupaten/Kota Layak Anak.

Di akhir jabatannya sebagai Menteri PPPA, Menteri Yohana menyatakan ingin pulang dan kembali mengajar di Papua. ”Saya adalah dosen dan saya terpanggil untuk kembali bergabung mengajar bersama kolega saya di Kampus Universitas Cendrawasih Jayapura. Saya tidak punya ambisi apa-apa. Saya terpanggil untuk ikut mempersiapkan generasi terbaik yang akan membangun Papua ke depan, ”pungkas Menteri Yohana.

Peter Yarangga, Ketua Dewan Adat Papua menyambut baik keinginan Menteri Yohana kembali ke kampus. ”Ibu Menteri adalah sosok perempuan yang mewakili perempuan hebat di tanah Papua masa depan, karena Papua bagian dari Indonesia dan Indonesia bagian dari dunia, ”ujar Peter.

Nurhayati Subakat, pendiri Paragon Technology and Innovation sebagai pendukung utama buku biografi menjelaskan Paragon mengambil inisiatif mewujudkan keinginan Menteri Yohana dan Kemen PPPA membuat buku biografi karena pihaknya melihat pencapaian Menteri Yohana dianggap adalah hal yang luar biasa dan perlu didokumentasikan agar menjadi bahan inspirasi masyarakat. (*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pejuang Bravo 5 Bali Helat Sarasehan Potret Kerukunan Umat Beragama

    Pejuang Bravo 5 Bali Helat Sarasehan Potret Kerukunan Umat Beragama

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Pulau Bali merupakan pulau favorit untuk dikunjungi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Bahkan Pulau Bali dipahami sebagian orang di luar sana adalah sebuah negara yang berada di dalam Negara Indonesia. Tidak hanya itu Pulau Bali memiliki jumlah masyarakat yang heterogen dari berbagai macam suku, adat, budaya dan agama berbaur dalam […]

  • Asisten III Setda Belu Deklarasi 2 Desa STBM & 3 Desa ODF

    Asisten III Setda Belu Deklarasi 2 Desa STBM & 3 Desa ODF

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Asisten Administrasi Umum Setda Belu, Drs. Alfredo Pires Amaral mendeklarasikan Desa Loonuna di Kecamatan Lamaknen Selatan dan Desa Dirun di Kecamatan Lamaknen sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Desa Debululik di Kecamatan Lamaknen Selatan, Desa Kewar dan Desa Maudemu di Kecamatan Lamaknen sebagai Desa Open Defication Free (ODF) di aula […]

  • Nyonya Freny Indriani Jadi Bunda Literasi Kabupaten Belu

    Nyonya Freny Indriani Jadi Bunda Literasi Kabupaten Belu

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Nyonya Dra. Freny Indriani Yanuarika dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Belu, yang ditandai dengan penyematan selempang oleh Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Belu, Romo Kris Fallo, Pr. Acara pengukuhan bertempat di taman baca masyarakat (TBM) Sahabat Joe Dusun Nela,  Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat. Usai […]

  • 5.000 Hektare Lumbung Pangan di Sumba Tengah untuk Kesejahteraan Masyarakat

    5.000 Hektare Lumbung Pangan di Sumba Tengah untuk Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Sel, 23 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba-NTT, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 23 Februari 2021, melakukan peninjauan terhadap pembangunan lumbung pangan (food estate) baru di Kabupaten Sumba Tengah. Kawasan lumbung pangan di Sumba Tengah mencakup lahan seluas 5.000 hektare yang 3.000 hektare di antaranya diperuntukkan bagi penanaman padi, sementara 2.000 […]

  • Sosialisasi Sopia – Ingin jual Sopia?, Harus Punya SIUPMB!

    Sosialisasi Sopia – Ingin jual Sopia?, Harus Punya SIUPMB!

    • calendar_month Sel, 25 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Peluncuran atau Launching Sopia atau sopi asli masyarakat Nusa Tenggara Timur, yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh Gubernur NTT bersama Rektor Undana, Pemilik toko NAM Kupang dan berbagai pihak lainnya bertempat dibalai Lab Biosains Undana merupakan langkah maju yang diambil oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam memajukan perekonomian masyarakat. Pembahasan berkaitan dengan […]

  • Christian-Serena Ejawantah Melayani Bukan Memerintah

    Christian-Serena Ejawantah Melayani Bukan Memerintah

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    dr. Christian Widodo pun mengungkapkan rasa syukur mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat-Nya, ia dan Serena Francis dapat melewati proses politik dengan baik dan kini dapat berdiri bersama-sama untuk melakukan pemberkatan rumah jabatan.   Kupang | Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menekankan bahwa tugas wali kota tidaklah mudah, karena harus melayani masyarakat […]

expand_less