Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Kemen PPPA & Yayasan Sejiwa Edukasi PATBM tentang Parenting di Era Digital

Kemen PPPA & Yayasan Sejiwa Edukasi PATBM tentang Parenting di Era Digital

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 6 Nov 2019
  • visibility 86
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Persoalan anak merupakan persoalan multisektor, karena itu perlu disikapi secara serius, komprehensif melalui aktivitas yang terpadu. Gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dikelola oleh sekelompok orang yang tinggal di desa/kelurahan sangat tepat untuk dikuatkan.

Melalui PATBM, diharapkan terbangun suatu sistem pada tingkat komunitas dan keluarga untuk pengasuhan yang aman, guna mencegah kekerasan, meningkatnya ketrampilan hidup dan ketahanan bagi Anak. Demikian pula masyarakat diharapkan mampu mengenali, menelaah, dan mengambil Inisiatif untuk mencegah dan memecahkan permasalahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sendiri.

Pesatnya perkembangan teknologi di era digital memberikan berbagai dampak baik secara positif maupun negatif khususnya pada anak, dampak positifnya anak dengan mudah mengakses namun dampak negatif juga ditimbulkan dari bahaya internet, yaitu kecanduan bermain games yang rentan menjadi korban kejahatan seksual di dunia maya, serta terpaparnya konten pornografi dan informasi yang berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak.

Survei Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menunjukkan bahwa sebanyak 65,34% anak pada usia 9—19 tahun telah memiliki gawai (smartphone), data ini membuktikan bahwa tidak ada daerah yang bebas dari isu kejahatan terhadap anak baik pornografi dan prostitusi di ranah daring.

Kadis PPPA NTT, Sylvia Peku Djawang (kiri) didampingi Kabid Pemenuhan Hak Anak, Dra.Maria Patricia Sumarni,M.M. (baju putih) saat membuka pelatihan Parenting di Era Digital bagi Aktivis PATBM

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Sylvia.R.Peku Djawang, S.P., M.M. pada Selasa, 5 November 2019 di Aula Hotel Neo Aston Kupang.

Bertolak pada kondisi tersebut maka Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Yayasan Sejiwa menghelat kegiatan Pelatihan Parenting di Era Digital bagi Aktivis PATBM yang dilaksanakan pada tanggal 5—7 November 2019 di Aula Hotel Neo Aston Kupang.

“Pelatihan ini bertujuan untuk menyosialisasikan berbagaí kebijakan pencegahan agar anak tidak terjerumus dalam bahaya internet,” jelas Sylvia Peku Djawang.

Para aktivis PATBM saat mengikuti pelatihan Parenting di Era Digital

Selain itu, Melalui Aktivis PATBM diharapkan dapat menyampaikan ilmu yang didapatkan kepada para orang tua di lingkungan sekitar, minimal di rumah masing-masing agar menjadi teladan dimasyarakat tentang cara mendidik anak diera digital.

“Tujuan utama kegiatan ini agar dapat membuka wawasan para orang tua dan pendidik, agar mampu menjadi pendamping dan pelindung anak di era digital saat ini. Mereka diajak untuk membentuk diri menjadi suri teladan bagi anak, baik didunia nyata maupun di ranah daring (online) dan menjadi nitizen unggul. Orang tua diberi pemahaman bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan anak agar bisa dekat dan mampu membangun kedisiplinan, menanamkan nilai luhur serta kebiasaan baik pada anak, serta bagaimana cara mempengaruhi anak agar bisa menjadi manusia yang cerdas, berkarakter dan mandiri,” jelas Sylvia Peku Djawang secara gamblang.

“Intinya agar dapat membentuk anak menjadi generasi masa depan bermanfaat,” tandas Kadis PPPA NTT ini dengan optimis.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Jagung Program TJPS di Kab. Kupang, Gubernur NTT: Belajar dari Kisah Yesus

    Panen Jagung Program TJPS di Kab. Kupang, Gubernur NTT: Belajar dari Kisah Yesus

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Kab Kupang, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak Kepala Dinas Pertanian, Para Pendamping dan juga Kelompok Tani Sehati agar menjadikan Yesus sebagai teladan dalam bekerja. Hal ini disampaikannya saat panen dan tanam jagung jenis Sumo, NK 212 dan Pioner di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, pada Jumat, 24 […]

  • Penyanyi Rian D’Masiv & PRB Bantu Korban Badai Seroja Rote Ndao

    Penyanyi Rian D’Masiv & PRB Bantu Korban Badai Seroja Rote Ndao

    • calendar_month Sel, 13 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Rian Ekky Pradipta atau terkenal dengan sapaan Rian D’Masiv yang bergerak dalam Yayasan Sosial “Jangan Menyerah Indonesia” bersama Relawan PRB (Perkumpulan Rote Bersatu), menyambangi korban bencana Badai Seroja (badai yang memorak-porandakan Pulau Rote Ndao, red), menyambangi korban bencana di Desa Kuli Aisele, Kecamatan Lobalain, dan di Dusun Olalain, Kelurahan Onatali, Kecamatan […]

  • Klarifikasi JAM-Pidsus Febrie Adriansyah Lelang Saham PT GBU

    Klarifikasi JAM-Pidsus Febrie Adriansyah Lelang Saham PT GBU

    • calendar_month Sab, 1 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Selain isu penguntitan, Kapuspenkum juga menanggapi pelaporan terhadap JAM-Pidsus Dr. Febrie Adriansyah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait isu pelelangan terhadap saham PT Gunung Bara Utama (GBU). Kapuspenkum menyampaikan proses lelang dilakukan oleh Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara pada Kementerian Keuangan Negara. “Adanya proses pelelangan terkait aset PT […]

  • Pemudik Waspada 9 Titik Rawan Kecelakaan Trans Jawa

    Pemudik Waspada 9 Titik Rawan Kecelakaan Trans Jawa

    • calendar_month Kam, 20 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Korlantas Polri Polri telah memetakan 9 titik rawan kecelakaan di ruas tol Trans Jawa. Direktur Penegakkan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Aan Suhanan menjelaskan daerah yang memiliki kriteria black spot sekitar 500 meter dari titik black spot. Poin kecelakaan minimal 30 atau lebih (kecelakaan menyebabkan meninggal dunia 10 poin, luka berat 5 […]

  • 9 Tahun RSUD S. K. Lerik, dr Marsiana Halek: “Resep Kami Lebih Baik”

    9 Tahun RSUD S. K. Lerik, dr Marsiana Halek: “Resep Kami Lebih Baik”

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kamis, 1 Agustus 2019, tepatnya 9 (sembilan) tahun yang lalu RSUD S. K. Lerik Kota Kupang, resmi beroperasi. Pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-9, sebagai hadiah ulang tahun, diresmikan dua buah gedung, untuk pasien rawat inap dan juga rawat jalan. Direktur RSUD S. K. Lerik, dr. Marsiana Y. […]

  • Dekranasda & DWP Kota Kupang Terima Buku Pesona Baju Adat Pengantin

    Dekranasda & DWP Kota Kupang Terima Buku Pesona Baju Adat Pengantin

    • calendar_month Rab, 6 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang menerima buku “Pesona Baju Adat Pengantin Indonesia” dari Ketua Bhayangkari Polres Kupang Kota. Penyerahan buku terbitan Dekranas Indonesia tersebut berlangsung di Ruang Rapat Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, Selasa pagi, 5 Januari 2021. Penyerahan buku oleh Ketua Bhayangkari […]

expand_less