Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Ilmuwan HITPI Apresiasi Tata Kelola Lahan Kering oleh Kelompok Tani Kaifo Ingu

Ilmuwan HITPI Apresiasi Tata Kelola Lahan Kering oleh Kelompok Tani Kaifo Ingu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 11 Nov 2019
  • visibility 190
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekitar 40 ilmuwan HITPI berkunjung ke 3 (tiga) lokasi berbeda di Kabupaten Kupang guna melihat lebih dekat sistem tata kelola lahan kering yang diterapkan oleh Kelompok Tani Setetes Madu di Camplong II, Yayasan Williams dan Laura dan Kelompok Tani Kaifo Ingu di Air Bauk Desa Babau.

Tata kelola Lahan Kering oleh Kelompok Tani Kaifo Ingu di Air Bauk Desa Babau Kabupaten Kupang memperoleh apresiasi dari para ilmuwan yang terhimpun dalam Himpunan Ilmuwan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI).

Kelompok Tani Kaifo Ingu mengelola lahan kering seluas 12 hektar sejak 2018 dengan pendamping Prof. Erna Hartati dan tim Undana, Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan Pemda Kabupaten Kupang untuk melakukan kegiatan di bidang pertanian tanaman pangan, tanaman buah-buahan, peternakan dan tanaman hijauan makanan ternak.

Para ilmuwan HITPI saat memasuki areal lahan pertanian yang dikelola oleh Kelompok Tani Kaifo Ingu

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum HITPI, Prof. Dr. I Wayan Suarna, MS. dari Universitas Udayana (Unud) Bali, saat bertatap muka dan berdialog dengan Ketua Kelompok Tani Kaifo Ingu, pada Rabu, 6 November 2019. Dirinya mengapresiasi sistem pengairan ke areal sawah yang hemat air karena pengairan ke sawah menggunakan sistem buka tutup.

“Satu contoh saat menaikkan air tidak menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga meminimalisir emisi dari aktivitas pertanian dan memitigasi terhadap perubahan iklim,” puji Prof. Wayan.

Ilmuwan HITPI dari Universitas Udayana (Unud) Bali ini juga mengapresiasi sistem pertanian yang tidak menggunakan banyak air di areal sawah. “Sistem yang digunakan seperti Sistem Sri yang digunakan di Bali,” tutur Prof. Wayan.

Ketua Kelompok Tani Kaifo Ingu, Kristofel Ulu mengatakan sejak terbentuk pada tahun 1986, Kelompok Tani Kaifo Ingu hanya beranggotakan 15 petani yang berupaya mengadopsi berbagai teknologi dengan kondisi lahan kering berupa hutan yang belum dikelola secara maksimal.

Ilmuwan HITPI saat memanen Pepaya di lokasi lahan yang dikelola oleh Kelompok Kaifo Ingu

“Namun pada tahun 2018, PKW dari Fakultas Peternakan (Fapet) Undana Kupang, Politani dan Pemkab Kupang telah merebut hati kami dengan memberikan bantuan awal berupa pembuatan lahan baru dalam seluas 5 hektar menggunakan ekskavator,” ungkap Kris.

Pihak PKW Fapet Undana Kupang, jelas Kris, juga mengajarkan teknologi IPAT-BO (Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Bahan Organik) yaitu teknologi menanam padi hemat air dengan menggunakan pupuk organik yang digunakan di areal sawah di lahan kering oleh Kelompok Tani Kaifo Ingu.

Kandang Sapi yang terintegrasi dalam lahan yang dikelola oleh Kelompok Kaifo Ingu

Sementara itu, Pendamping Kelompok Tani Kaifo Ingu, Prof. Dr. Erna Hartati, MS. menyampaikan tentang pengelolaan lahan kering di Air Bauk merupakan program Kemitraan Wilayah (PKW) dengan menggunakan teknologi hemat air masih menggunakan BBM dan cukup besar biayanya sehingga program ke depan energinya bersumber dari solar sel, shg meminimalisir penggunaan BBM.

Adapun konsep yang dibangun, jelas Prof. Erna yaitu pertanian terpadu/mix farming meliputi pertanian tanaman pangan, peternakan, perikanan dan kebun buah-buahan. Dalam kegiatannya tim pelaksana mentransfer berbagai teknologi yakni IPAT-BO yang menggunakan hemat air untuk mengoptimalkan produksi hasil pertanian tsb.

“Diharapkan 3 tahun ke depan dapat terwujud Agroeduwisata di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur sesuai tema PKW periode Tahun 2018—2020 yaitu Membangun Model Agroeduwisata di Kab Kupang yang dapat menjadi wisata agro untuk pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi,” imbuh Prof Erna.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banyak Siswa di Kabupaten Kupang Belum Dapat Dana PIP, Anita Gah Singkap

    Banyak Siswa di Kabupaten Kupang Belum Dapat Dana PIP, Anita Gah Singkap

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 58.398 siswa dari total 67.000 siswa di Kabupaten Kupang menerima beasiswa hingga pada tahun 2019 dengan kisaran anggaran Dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp.31.800.000.000,- (Tiga Puluh Satu Miliar Delapan Ratus Juta Rupiah). Kepastian penerimaan beasiswa tersebut disampaikan oleh Anita Jacoba Gah, Anggota Komisi X DPR RI saat melakukan reses […]

  • Rakerda Perdana & Konser Musik PAPPRI NTT di Pantai Otan Semau Terap Prokes Ketat

    Rakerda Perdana & Konser Musik PAPPRI NTT di Pantai Otan Semau Terap Prokes Ketat

    • calendar_month Kam, 11 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dewan Perwakilan Daerah Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (DPD PAPPRI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung upaya pemerintah mendorong pariwisata sebagai prime mover menuju ke New Tourism Territoy dengan menghelat rapat kerja daerah (Rakerda) perdana di salah satu destinasi pariwisata baru yang mulai menggapai perhatian masyarakat yakni di […]

  • Presiden Jokowi: Prioritaskan Tes Cepat untuk Tenaga Medis & Keluarganya

    Presiden Jokowi: Prioritaskan Tes Cepat untuk Tenaga Medis & Keluarganya

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, untuk terlebih dahulu memprioritaskan tes cepat atau rapid test Covid-19 bagi para dokter dan paramedis beserta keluarganya. Perlindungan maksimal bagi para tenaga medis memang menjadi salah satu perhatian Presiden dalam penanganan wabah virus korona. “Tadi pagi saya telah memerintahkan kepada Menteri Kesehatan […]

  • Biang Kerok Indonesia Batal Tuan Rumah U20 & Penghambat RUU “Antikorupsi”

    Biang Kerok Indonesia Batal Tuan Rumah U20 & Penghambat RUU “Antikorupsi”

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Gegernya dunia persepakbolaan Indonesia, bahkan dunia, lantaran batalnya Indonesia jadi tuan rumah, seiring dengan gaduhnya dunia perpolitikan nasional dengan terungkapnya siapa master-mind gagalnya RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Korupsi serta RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal. Gubernur Koster dan Gubernur Ganjar tidak mungkin bertindak atas kemauannya sendiri. Mereka berdua nampaknya bertindak atas […]

  • ‘Crazy Rich Medan’ Indra Kenz Bakal Diperiksa Bareskrim Polri

    ‘Crazy Rich Medan’ Indra Kenz Bakal Diperiksa Bareskrim Polri

    • calendar_month Sab, 12 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri akan memeriksa Crazy Rich Medan, Indra Kesuma atau Indra Kenz pekan depan. Indra dilaporkan terkait kasus dugaan investasi bodong binary option melalui aplikasi Binomo. “Mungkin minggu depan (pemeriksaannya),” tutur Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan dalam keterangannya pada Jumat, 11 Februari 2022. Whisnu memastikan pihaknya akan memeriksa Indra. Namun, kata Whisnu, sejumlah saksi ahli […]

  • Pemekaran Timor Tengah Selatan, YNS: Konsolidasi Mulai dari Daerah

    Pemekaran Timor Tengah Selatan, YNS: Konsolidasi Mulai dari Daerah

    • calendar_month Rab, 16 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 1Komentar

    Loading

    Ditekankan YNS, indikator awal keberhasilan usulan daerah otonomi baru (DOB) adalah bagaimana masyarakat yang akan dimekarkan merasa memiliki dan memahami tujuan dari pemekaran itu sendiri.   Jakarta | Gagasan pemekaran wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 2 (dua) daerah otonom baru (DOB), yakni Kabupaten Amanatun dan Kabupaten Amanuban, […]

expand_less