Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Perangi Stunting & Malaria, Dinkes Belu Gelar Rakorda Bidang Kesehatan

Perangi Stunting & Malaria, Dinkes Belu Gelar Rakorda Bidang Kesehatan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 13 Des 2019
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangka memerangi dan mengeliminasi stunting dan malaria, Dinas Kesehatan Kabupaten Belu menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten pada Kamis 12—13 Desember 2019 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu.

Bupati Belu Willibrodus Lay pada kesempatan itu, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa, stunting (gizi kronis/gizi buruk/kerdil) dan malaria merupakan masalah serius yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat di seluruh Indonesia.

Hidup sehat itu menurut Willy Lay, dimulai dari lingkungan yang harus bebas dari sampah plastik. Bupati Lay mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sepakat bersama, guna memerangi sampah plastik mulai dari dalam keluarga dengan membuang sampah pada tempatnya.

Ia mencontohkan, ibu- ibu membeli tomat dari pasar, plastiknya jangan dibuang di kali kecil belakang rumah. Kalau buang sampah plastik di kali kecil, pada waktu hujan turun, banjir akan membawa semuanya ke laut, lalu menimbulkan pencemaran air laut.

“Jadi tugas para camat, sepulang dari sini panggil semua kepala desa/lurah, ajak masyarakat untuk perangi sampah plastik. Besok Jumat bersih, semua masuk ke kali pilih sampah plastik,” perintah Bupati Belu.

Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten pada Kamis 12—13 Desember 2019 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu

Disebutkan Lay, angka stunting (kerdil) di Kabupaten Belu tahun 2019: 26, 95% (3.972 jiwa). Terkait persentase angka stunting tersebut, Bupati menawarkan salah satu solusi eliminasi dengan cara meningkatkan makanan bergizi bagi anak- anak.

“Mulai hari ini bapak- bapak segera berhenti merokok. Uang yang dipakai membeli rokok itu digunakan untuk membeli makanan bergizi bagi anak-anak sehingga bertumbuh secara baik,” sarannya.

Bupati Lay mengatakan, dirinya pernah meminta Kadis Kesehatan Kabupaten Belu untuk dibuatkan brosur hidup sehat sebanyak satu halaman yang memuat penjelasan cara hidup sehat kepada masyarakat. Dan, brosur- brosur itu dikirim ke forum OPD, forum Kecamatan, dan forum desa/lurah.

Bupati juga menekankan, program tanam kelor dari Gubernur NTT, Viktor Laiskodat perlu dijalankan di Kabupaten Belu. Lay meminta kepada para camat, para lurah/ kepala desa untuk mendaftar, jika ada keluarga yang anaknya stunting, lalu diwajibkan untuk menanam kelor dan sayur- mayur lainnya untuk meminimalisir keluhan masyarakat yang kurang mampu.

“Saya minta ibu kadis bisa belajar dari daerah lain yang sudah berhasil turunkan stuntingnya secara drastis. Jadi ibu kadis, semua yang stunting itu didaftar. Kemudian, kita bisa turun kunjungi setiap rumah untuk kita diskusi secara langsung, untuk temukan solusinya,” tandasnya.

Sementara, data kasus malaria tahun 2019 di Kabupaten Belu, sebanyak 42 kasus. Terkait malaria itu Willy Lay meminta, kalau boleh di setiap rumah, jika ada yang malaria, darahnya diambil dan dites karena biasa menjangkit lewat darah.

”Semoga rakor ini bisa memberikan manfaat bagi kita. Kalau bisa soal stunting itu, nama Belu hilang dari daftar dan tidak dibacakan lagi,” harapnya.

Turut hadir mendampingi Bupati Belu dalam kegiatan itu, perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ketua Komisi III DPRD Belu Yohanes Djuang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Theresia Saik. Sedangkan pesertanya, para kepala puskesmas se- Kabupaten Belu, LSM, para kepala desa lokus stunting se- Kabupaten Belu. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku UMKM Belum Terima Bantuan, Pj Bupati Belu Buka Kontak Pribadi

    Pelaku UMKM Belum Terima Bantuan, Pj Bupati Belu Buka Kontak Pribadi

    • calendar_month Jum, 16 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Yang belum terima bantuan UMKM, ini nomor saya 081339275454. Silakan kirimkan pengaduan ke nomor (kontak, red) pribadi saya, biar tahu dan langsung saya perintahkan kepala Dinas Koperasi untuk segera ambil langkah konkret dan cepat,” ungkap Penjabat Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, M.M. kepada wartawan di Atambua, pada Jumat, 16 April 2021. […]

  • Semiotika Politik Got

    Semiotika Politik Got

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Akhirnya got naik kelas. Jadi wacana dunia sosial-politik nasional! Ada yang masuk got untuk inspeksi saluran, dan ada juga yang masuk got lantaran kecemplung. Inspeksi, itu artinya ya memeriksa on-the-spot (turba, turun ke bawah), kerja lapangan, kerja nyata, untuk memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai rencana. Ini sering tidak disukai oleh bawahan […]

  • Satgas Damai Cartenz- Tembak Mati 1 Anggota KKB di Papua

    Satgas Damai Cartenz- Tembak Mati 1 Anggota KKB di Papua

    • calendar_month Kam, 25 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Mimika, Garda Indonesia | Pada Selasa, 23 Januari 2024 sekitar pukul 16.27 WIT telah terjadi kontak tembak antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan personil Satgas Damai Cartenz-2024 di pos tower Tigamajigi, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Satgas Damai Cartenz-2024 Kembali berhasil menembak mati 1 (satu) anggota KKB wilayah Intan Jaya atas nama Harisatu Nambagani. Kasatgas […]

  • Sekretaris Jenderal KAI, Apolos Djara Bonga, S.H. saat menyematkan tanda peserta diklat khusus advokat kepada salah satu peserta

    Diklat Khusus Profesi Advokat KAI NTT 2021, Menuju Advokat Profesional

    • calendar_month Sen, 22 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat diklat khusus profesi advokat (DKPA) kerja sama DPD KAI NTT dengan Fakultas Hukum Undana Kupang seminggu pada 22—27 November 2021. Diklat ini diikuti oleh 48 calon advokat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Dikutip dari bahasan.id, dalam ranah hukum Indonesia, terdapat […]

  • Wagub NTT Josef : “Harus Ada Terobosan Baru untuk Lahan Kering di NTT!”

    Wagub NTT Josef : “Harus Ada Terobosan Baru untuk Lahan Kering di NTT!”

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menegaskan bila bidang pertanian dikembangkan dengan baik maka akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Hal tersebut dikatakannya dalam Seminar Nasional Pertanian (Semnastan) VI & Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI), dengan tema ‘Masa Depan Pertanian Lahan Kering Kepulauan Menuju Ketahanan Pangan pada Era […]

  • Kiprah Rozali Hussein Membangun Yayasan Tanaoba Lais Manekat dan TLM Grup

    Kiprah Rozali Hussein Membangun Yayasan Tanaoba Lais Manekat dan TLM Grup

    • calendar_month Jum, 6 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada 6 Desember 2019, Yayasan Tanaoba Lais Manekat (TLM) genap berusia 25 tahun. Sebagai lembaga dari Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Yayasan TLM melahirkan TLM Grup yang terdiri dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) TLM, Koperasi Serba Usaha (KSU) Talenta, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) TLM, dan Koperasi Konsumen TLM. Para […]

expand_less