Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Perangi Stunting & Malaria, Dinkes Belu Gelar Rakorda Bidang Kesehatan

Perangi Stunting & Malaria, Dinkes Belu Gelar Rakorda Bidang Kesehatan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 13 Des 2019
  • visibility 124
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangka memerangi dan mengeliminasi stunting dan malaria, Dinas Kesehatan Kabupaten Belu menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten pada Kamis 12—13 Desember 2019 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu.

Bupati Belu Willibrodus Lay pada kesempatan itu, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa, stunting (gizi kronis/gizi buruk/kerdil) dan malaria merupakan masalah serius yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat di seluruh Indonesia.

Hidup sehat itu menurut Willy Lay, dimulai dari lingkungan yang harus bebas dari sampah plastik. Bupati Lay mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sepakat bersama, guna memerangi sampah plastik mulai dari dalam keluarga dengan membuang sampah pada tempatnya.

Ia mencontohkan, ibu- ibu membeli tomat dari pasar, plastiknya jangan dibuang di kali kecil belakang rumah. Kalau buang sampah plastik di kali kecil, pada waktu hujan turun, banjir akan membawa semuanya ke laut, lalu menimbulkan pencemaran air laut.

“Jadi tugas para camat, sepulang dari sini panggil semua kepala desa/lurah, ajak masyarakat untuk perangi sampah plastik. Besok Jumat bersih, semua masuk ke kali pilih sampah plastik,” perintah Bupati Belu.

Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten pada Kamis 12—13 Desember 2019 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu

Disebutkan Lay, angka stunting (kerdil) di Kabupaten Belu tahun 2019: 26, 95% (3.972 jiwa). Terkait persentase angka stunting tersebut, Bupati menawarkan salah satu solusi eliminasi dengan cara meningkatkan makanan bergizi bagi anak- anak.

“Mulai hari ini bapak- bapak segera berhenti merokok. Uang yang dipakai membeli rokok itu digunakan untuk membeli makanan bergizi bagi anak-anak sehingga bertumbuh secara baik,” sarannya.

Bupati Lay mengatakan, dirinya pernah meminta Kadis Kesehatan Kabupaten Belu untuk dibuatkan brosur hidup sehat sebanyak satu halaman yang memuat penjelasan cara hidup sehat kepada masyarakat. Dan, brosur- brosur itu dikirim ke forum OPD, forum Kecamatan, dan forum desa/lurah.

Bupati juga menekankan, program tanam kelor dari Gubernur NTT, Viktor Laiskodat perlu dijalankan di Kabupaten Belu. Lay meminta kepada para camat, para lurah/ kepala desa untuk mendaftar, jika ada keluarga yang anaknya stunting, lalu diwajibkan untuk menanam kelor dan sayur- mayur lainnya untuk meminimalisir keluhan masyarakat yang kurang mampu.

“Saya minta ibu kadis bisa belajar dari daerah lain yang sudah berhasil turunkan stuntingnya secara drastis. Jadi ibu kadis, semua yang stunting itu didaftar. Kemudian, kita bisa turun kunjungi setiap rumah untuk kita diskusi secara langsung, untuk temukan solusinya,” tandasnya.

Sementara, data kasus malaria tahun 2019 di Kabupaten Belu, sebanyak 42 kasus. Terkait malaria itu Willy Lay meminta, kalau boleh di setiap rumah, jika ada yang malaria, darahnya diambil dan dites karena biasa menjangkit lewat darah.

”Semoga rakor ini bisa memberikan manfaat bagi kita. Kalau bisa soal stunting itu, nama Belu hilang dari daftar dan tidak dibacakan lagi,” harapnya.

Turut hadir mendampingi Bupati Belu dalam kegiatan itu, perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ketua Komisi III DPRD Belu Yohanes Djuang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Theresia Saik. Sedangkan pesertanya, para kepala puskesmas se- Kabupaten Belu, LSM, para kepala desa lokus stunting se- Kabupaten Belu. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir di Kalsel, KNPI Minta Bareskrim Periksa Perusahaan & Menteri LHK

    Banjir di Kalsel, KNPI Minta Bareskrim Periksa Perusahaan & Menteri LHK

    • calendar_month Sel, 26 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama, meminta Bareskrim Polri untuk segera memanggil perusahaan terkait banjir Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebelumnya, Bareskrim telah menerjunkan tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) untuk mengecek penyebab banjir yang terjadi di Kalsel. Dari hasil penelusuran, penyidik menemukan beberapa faktor penyebab […]

  • Jakarta Experience Bersama BI dan OJK

    Jakarta Experience Bersama BI dan OJK

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Menelisik Jakarta, Ibu Kota Republik Indonesia yang berumur 497 tahun pada 22 Juni 2024 dan memiliki luas sekitar 664,01 km² tak bisa hanya 4 hari 3 malam, namun bagi kami para awak media dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur; lumayan berasa cukup. Mengapa demikian? Ada beberapa alasan dan nukilan menarik yang hendak saya […]

  • 1500 Petugas PLN Jadikan Sulteng Kembali Terang

    1500 Petugas PLN Jadikan Sulteng Kembali Terang

    • calendar_month Kam, 25 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Palu, gardaindonesia.id | Hampir satu bulan masa tanggap darurat PLN untuk normalisasi kondisi kelistrikan di Palu dan sekitarnya. Lebih dari 1.500 relawan yang terdiri dari berbagai macam latar belakang keahlian, mulai dari pembangkitan, transmisi hingga distribusi bersatu bahu-membahu untuk memulihkan kembali Palu, Donggala, Sigi dan Parigi. Berbagai upaya pun dilakukan oleh PLN untuk bergerak cepat […]

  • SD Kristen Rehobot Kupang Hasilkan RPP Perspektif Bencana di Era Normal Baru

    SD Kristen Rehobot Kupang Hasilkan RPP Perspektif Bencana di Era Normal Baru

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Undana menyelenggarakan workshop pengintegrasian literasi informasi kebencanaan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SD Kristen Rehobot Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Kegiatan ini diikuti 11 guru SD berlangsung 2 hari, pada setiap Sabtu (18 dan 25 Juli 2020). Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/07/17/lp2m-undana-edukasi-budaya-sadar-bencana-di-sd-kristen-rehobot-kupang/ Menurut Ketua Tim […]

  • 33 Orang Meninggal dalam Tragedi Wamena, Presiden Ucap Dukacita

    33 Orang Meninggal dalam Tragedi Wamena, Presiden Ucap Dukacita

    • calendar_month Sel, 1 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan duka atas jatuhnya korban jiwa dalam kejadian di Wamena baru-baru ini. Presiden meminta masyarakat Wamena untuk dapat saling menahan diri pascakejadian yang menyebabkan 33 orang meninggal dunia. “Saya ingin mengucapkan duka yang mendalam, belasungkawa yang mendalam, atas meninggalnya korban yang ada di Wamena,” ujarnya di Istana […]

  • Tips Mudik Aman dan Nyaman Ala Polri

    Tips Mudik Aman dan Nyaman Ala Polri

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Korlantas Polri memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2024 akan terjadi pada tanggal 5 April dan arus balik pada tanggal 15 April. Untuk mengantisipasi kemacetan, Polri mengimbau masyarakat agar menghindari tanggal-tanggal tersebut. “Bagi masyarakat agar memilih waktu atau tidak melakukan mudik pada waktu puncak mudik dan balik atau masyarakat dapat memilih waktu […]

expand_less