Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Anak dan Murid Hanya Hiasan dan Ladang Keuntungan

Anak dan Murid Hanya Hiasan dan Ladang Keuntungan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 9 Feb 2020
  • visibility 99
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Mochammad Sinung Restendy, M.Pd.I., M.Sos.

Konflik, pertengkaran ataupun pertikaian orang tua adalah satu dari sekian banyak tekanan psikologis bagi anak, yang sangat berpengaruh dalam proses tumbuh kembang anak.

Seringnya tidak ada perhatian pada kondisi psikologis anak yang kadang dilakukan sebagian orangtua, lingkungan ataupun sekolah dapat menimbulkan anggapan dan suasana negatif bahwa anak hanyalah penghias bagi biduk rumah tangga ataupun lingkungan luar seperti sekolah, seolah memiliki seorang anak hanyalah dihadirkan sebagai objek pelengkap di rumah tangga, atau sebagai murid hanya dianggap sebagai target jumlah yang harus dipenuhi oleh sekolah agar ‘bisnis tetap berjalan’.

Mari kita merenung sejenak untuk membicarakan harapan dan pendapat anak agar bisa didengar. Mari kita kesampingkan ego sebagai orang tua ataupun lembaga yang mengabaikan kepentingan anak, terlebih lagi jika mengeksploitasi anak, apalagi menganggap anak dijadikan lahan mengeruk uang.

Kasus yang kadang sering kita dengar di lingkup sekolah yaitu adanya pungutan liar, negosiasi biaya bahkan jual beli meja kelas menunjukkan anak hanya dilihat sebagai potensi mengeruk uang di mata sebagian sekolah, sedangkan di mata sebagian orang tua anak hanya sebagai penghias rumah tangga mereka, saat tetangga, saudara tahu bahwa anak mereka berada di sekolah favorit maka imbalan yang pantas adalah kerapkali pujian-pujian bagi orangtuanya.

Lagi-lagi psikologis anak tertekan dengan harus memantaskan diri sesuai yang diharapkan orang tua. Begitupun sekolah yang dibutakan untuk melengkapi sarana prasarana juga kompetisi gedung tertinggi antar sekolah sehingga menarik iuran terus menerus dan mengorbankan hak dan prestasi siswa dalam arti sesungguhnya – malah fokus terhadap pembangunan infrastruktur bukan terhadap pembangunan karakter anak-anaknya.

Sekolah juga harus berbenah, pernahkah meminta pendapat murid di mana harus meletakkan tempat bermain, kelas, laboratorium, masjid? Pernahkah diajak duduk bersama menyusun kebutuhan-kebutuhan mereka? Pernahkah diajak duduk bersama untuk memutuskan kebijakan sekolah?

Maka disinilah sekolah harus partisipatif, karena ukuran kesuksesan bukan banyaknya gedung tinggi ataupun ruang kelas tetapi kemampuan siswa yang berkembang tanpa adanya eksploitasi juga penerapan cara penguatan siswa yang salah dengan cara sogokan-sogokan harus dihapuskan. Agar orang tua paham dan benar-benar menerima anak dengan keunikan dan kemampuannya masing masing, bukan hanya memaksa anak terus menerus berhias diri padahal hatinya menangis demi membanggakan orangtuanya masing masing!

Anak perlu ditanyakan apa minat dan bakatnya dan dukung ia agar terus berkembang.

Anak yang dipandang sebagai ziinatun hayat (perhiasan dunia) ataupun qurrota ayun (penyejuk hati) selalu dalam catatan dimana anak tersebut harus mampu berperilaku solih (baik) bukan anak yang melakukan penyimpangan-penyimpangan akibat dari pola pendidikan yang salah, dan pola pendidikan dan pengasuhan yang salah inilah yang mengakibatkan jangka panjangnya bisa saja anak menjadi aduwwun (musuh) ataupun fitnatun (ujian), oleh karenanya perlu dididik dan diajari dengan benar.

Jika menilik dari konsep Watson yang melihat bahwa belajar mengharuskan interaksi dan respon secara natural dan aktif maka sebenarnya ada yang salah dalam pola pengasuhan dan pendidikan di sebagian keluarga juga sekolah di Indonesia. Belum ada upaya secara sadar dan sukarela dari mereka sendiri murid dan anak untuk mengembangkan kognitif, afektif, dan psikomotorik, yang terjadi sebaliknya yaitu penekanan sebagian orangtua ataupun lembaga.

Memaksakan persepsi orangtua kepada anak jelas tidak bisa, karena simpel saja orang tua ataupun sekolah tidak akan pernah bisa memaksa anak untuk menjadi sesuai dengan kemauan mereka (walaupun tujuan sama tetapi perlu upaya bersama bukan memaksakan). Jadi iya, visi-misi sekolah ataupun di lingkup keluarga boleh sama tetapi penerapan strategi dan metodenya jelas harus berbeda (atau tidak sama rata) pada setiap anak, karena setiap anak memiliki keunikan masing masing (murid boleh berseragam tetapi jiwa dan karakter mereka beragam, jangan selalu disamakan).

Maka dengan diskusi dan membangun konsekuensi logis bersama secara otomotis mengajarkan anak dengan logika dan kedewasaan bukan hanya hukuman-hukuman dan sogokan-sogokan yang terkesan memaksakan! Dari upaya aktif diskusi dan membangun konsekuensi logis maka akan bertahap tertanam dari dini tanggung jawab dan kedisiplinan, dan itu butuh upaya sadar secara aktif partisipatif dari sekolah dan masyarakat sehingga anak dan murid benar-benar dianggap ada dan didengar pendapatnya.

Anak akan menjadi aduwwun (musuh ) dan fitnatun (ujian) jika dibesarkan dengan sogokan-sogokan, bullying, hukuman fisik dan psikis yang bisa menyebabkan trauma panjang dan akan merubah tingkah laku anak yang cenderung menabrak norma sosial kedepannya.

Anak itu melihat figur baik di rumah ataupun sekolah, yang akan dijadikan acuan dalam setiap tahap perkembangan dan pertumbuhan kehidupannya mulai dari pembiasaan, penanaman pengertian sampai kepada bisa bijak dan menjadi guru bagi dirinya sendiri. Jika yang menjadi role model baik personal atau kelembagaan bagus, maka akan membentuk karakter kuat dan juga bagus bagi anak dan murid, tetapi jika yang muncul adalah upaya eksploitasi demi nafsu, ego pribadi orangtua dan lembaga juga mafia-mafia pendidikan maka karakter anak dan murid yang terbentuk bisa berbahaya bagi kemajuan bangsa dan negara.

Dari itulah anak bisa menjadi hiasan saat berkembang di alam bebas mereka dengan membentuk jati diri yang mandiri dengan tetap ada arahan, partisipatif dan konsultatif positif dari lingkungan, lembaga dan keluarga sehingga bermanfaat dan jadi kebanggaan masyarakat yang secara garis lurus merupakan keuntungan tersendiri bagi diri, keluarga, masyarakat dan negara. Demi SDM unggul Indonesia! (*)

(*/Penulis merupakan Dosen dan Pengamat Komunikasi Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Editor: Derry Fahrizal Ulum Foto oleh Rony Banase

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Got Top 5 Best Talent’ Ayo Vote! Clarita Salem Jadi Putri Pariwisata Indonesia

    ‘Got Top 5 Best Talent’ Ayo Vote! Clarita Salem Jadi Putri Pariwisata Indonesia

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menjadi kebanggaan masyarakat NTT jika salah satu peserta asal NTT dapat meraih gelar dalam ajang Putri Pariwisata Indonesia; Clarita Mawarni Salem—Putri Pariwisata NTT 2019, kini menjalani karantina sejak 31 Agustus—6 September 2019 dan siap dan tengah berjuang mengharumkan nama NTT. Saat dihubungi via pesan Whatsapp pada Kamis, 5 September 2019 pukul […]

  • Eky Gonang, Dokter & Konsultan Kampanye Politik Bersertifikat

    Eky Gonang, Dokter & Konsultan Kampanye Politik Bersertifikat

    • calendar_month Sab, 1 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Eky Gonang, seorang dokter juga menggeluti dunia digital marketing, baru saja menyelesaikan program MBA Political Marketing dari SBM ITB dan LSI. Dokter Eky, sapaan akrabnya, menjadi konsultan politik wilayah NTT, kini memperoleh sertifikat tersebut. Dokter Eky bersama tim berpengalaman, telah mengerjakan beberapa proyek kampanye politik berbasis digital sejak tahun 2018. Mini MBA Political Marketing merupakan kelanjutan […]

  • Pariwisata Terdampak Covid-19, IMO-Indonesia Siap Gaungkan Destinasi Wisata

    Pariwisata Terdampak Covid-19, IMO-Indonesia Siap Gaungkan Destinasi Wisata

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keprihatinan atas semakin meluasnya Wabah Novel Coronavirus (Covid-19-red) yang pertama kali dilaporkan terjadi di Wuhan ‘Tiongkok’, menjadi atensi dunia yang ditangani oleh WHO dengan menjalin komunikasi mengenai standar-standar penanganan serta pencegahannya kepada seluruh Negara saat ini. Hal tersebut menimbulkan dampak yang luar biasa hampir di seluruh sektor, Negara yang sudah dinyatakan […]

  • Pariwisata & Penerbangan Terdampak, Presiden: Ini Momentum Transformasi

    Pariwisata & Penerbangan Terdampak, Presiden: Ini Momentum Transformasi

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik telah merilis angka pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi akibat pandemi Covid-19. Penurunan ekonomi juga dirasakan mayoritas negara-negara yang tengah berupaya memulihkan diri dari dampak yang ditimbulkan oleh pandemi. Presiden Joko Widodo, saat memimpin rapat terbatas untuk membahas penggabungan BUMN di sektor aviasi dan pariwisata pada Kamis, 6 Agustus 2020, […]

  • Dulu Menangkan Prabowo, Kini Siap Menangkan Simon-Andry

    Dulu Menangkan Prabowo, Kini Siap Menangkan Simon-Andry

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Maumere | Relawan yang menamakan diri ‘Beta Siaga’ Maumere, Kabupaten Sikka menyatakan mendukung kepada Simon Petrus Kamlasi (SP) dan Adrianus Garu (Andry Garu) atau SIAGA untuk pemilihan gubernur NTT pada 27 November 2024. Ketua Beta Siaga Maumere, Frederich Fransiskus Baba Djoedye atau biasa dipanggil Nong Irfan mengatakan, relawan Beta Siaga Maumere telah dibentuk sejak dua […]

  • Berobat Gratis Mulai 1 Agustus 2021, Masyarakat Jangan Takut ke Faskes

    Berobat Gratis Mulai 1 Agustus 2021, Masyarakat Jangan Takut ke Faskes

    • calendar_month Sab, 31 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pencanangan program pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah diluncurkan pada Senin 26 Juli 2021, dan mulai berlaku pada Minggu, 1 Agustus 2021. Setiap warga yang sakit dan memiliki identitas kependudukan Belu silakan datang ke rumah sakit dan puskesmas terdekat tanpa harus merasa cemas dan […]

expand_less