Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bupati Kupang Resmi Melapor PT PGGS & PT PKGD ke Komnas HAM dan Ombusdman RI

Bupati Kupang Resmi Melapor PT PGGS & PT PKGD ke Komnas HAM dan Ombusdman RI

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 29 Agu 2018
  • visibility 34
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, gardaindonesia.id-Sebagai Akibat tidak diresponnya surat dari Bupati Kupang,Ayub Titu Eki kepada pemerintah pusat; dalam hal ini Presiden Joko Widodo dan Pihak Kementerian tentang keberataannya terhadap perusahaan yang berinvestasi pada sektor garam di wilayah Kabupaten Kupang.

Maka pada Rabu/29 Agustus 2018, Ayub Titu Eky berinisiatif sendiri mendatangi kantor Komnas HAM dan Ombudsman Republik Indonesia untuk melapor P.T. Panggung Guna Ganda Semesta dan P.T. Puncak Keemasan Garam Dunia atas HGU (Hak Guna Usaha) yang diklaim 2 (dua) perusahaan ini dalam melakukan investasi industri garam di wilayah Kabupaten Kupang.

Bupati kesal, karena HGU yang dikantongi kedua perusahaan ini justru belakangan menuai banyak pro kontra di masyarakat, ditambah; perusahaan ini tidak bisa menunjukan batas-batas HGU sebagaimana yang di klaim.

Kedatangan Bupati saat itu juga di dampingi beberapa tokoh penting, antara lain, Tonci W. Benusu, selaku Koordinator Aliansi Masyarakat Adat Penolak HGU, Herson Tameno, mewakili masyarakat kelurahan Babau, Silvanus Top, mewakili masyarakat Desa Bipolo Kec. Sulamu, Donikson Laisnima mewakili masyarakat desa Nunkurus Kec. Kupang Timur, Amseo Karolus Benusu, mewakili masyarakat Babau, Jorhans Nome, SH selaku sekjen Pemangku Adat Kabupaten Kupang (se-daratan Timor), Pdt. Yusuf Nakmofa, mewakili Sinode GMIT, Bil Nope, selaku Ketua Pusat Anti Korupsi Undana dan Gabriel Goa, Koordinator KOMPAK (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Nusa Tenggara Timur).

Kedatangan Tim yang menolak HGU Perusahaan itu disambut Komisioner Komnas HAM, Munafrizal Manan. Pada pertemuan tersebut Pihak Komnas HAM menilai sikap Bupati yang hadir bersama masyarakat merupakan hal yang belum pernah terjadi, bahkan Komnas HAM memberi apresiasi terhadap Bupati dan Tim. Kondisi serupa juga terjadi di kantor Ombudsman RI.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 4 (empat) jam itu; seluruh tim yang mewakili masyarakat termasuk PAKU Undana diberi kesempatan menjelaskan sendiri kepada KOMNAS HAM. Bupati Ayub Titu Eki menjelaskan kepada pihak Komnas HAM bahwa sebenarnya Pemerintah dalam masa kepemimpinannya sama sekali tidak membatasi perusahaan manapun yang ingin melakukan investasi khusus industri garam di wilayah tersebut. Hanya saja, menurut Ayub masyarakat setempat harus dihargai sebagai warga negara yang memiliki adat dan budaya timor yang dipegang selama ini. Bupati justru mempersilahkan perusahaan untuk melakukan kegiatan sepanjang masyarakat tidak dikorbankan.

Usai melakukan pertemuan dengan KOMNAS HAM, tim tersebut langsung menuju Ombudsman Republik Indonesia untuk menyampaikan hal serupa sekaligus menyerahkan seluruh dokumen pendukung sebagai bukti untuk di tindaklanjuti.

Kepala Pusat Anti Korupsi Undana, Bil Nope menjelaskan, PAKU Undana sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang hukum dengan kajian-kajian akademik akan terus memantau dan melihat sejauhmana pemerintah bisa menyelesaikan persoalan ini. PAKU Undana sendiri juga telah mendatangi KOMNAS HAM dan Ombudsman RI dalam kasus ini untuk menyampaikan ada mal-administrasi yang diduga kuat dilakukan pihak Koorporasi di Kupang.

Sementara itu, Koordinator KOMPAK NTT, Gabriel Goa yang juga selaku Direktur PADMA Indonesia, menyatakan siap untuk membantu dan mengawal persoalan ini hingga tuntas. Beberapa langkah; kata Gabriel sudah dilakukan dan menunggu kejelasan pihak Ombudsman dan KOMNAS HAM (*/tim+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret Generasi Sandwich di NTT : Banyak Ketergantungan, Sedikit Menopang

    Potret Generasi Sandwich di NTT : Banyak Ketergantungan, Sedikit Menopang

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Angel Zushelma Hartono
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Angel Zushelma Hartono, BPS Provinsi NTT Masih ingat film 1 Kakak 7 Ponakan? Film ini berkisah tentang Moko–seorang arsitek muda yang baru menamatkan kuliah. Moko mengalami peristiwa tak terduga yang mengubah hidupnya secara drastis. Kehidupan Moko berbalik arah usai kakak serta kakak iparnya meninggal dalam waktu berdekatan yang membuatnya secara tidak langsung mengambil […]

  • Gerakan Putih Pramono Anung–Rano Karno untuk Pilgub Jakarta

    Gerakan Putih Pramono Anung–Rano Karno untuk Pilgub Jakarta

    • calendar_month Jum, 30 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Gerakan putih sudah menggema sejak semalam, seiring merebaknya kabar Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mengusung pasangan calon di Pilkada DKI Jakarta, tanpa didahului deklarasi terlebih dahulu. PDI Perjuangan akhirnya mengusung pasangan Pramono Anung-Rano Karno untuk kontestasi Pilkada Jakarta 2024. Pasangan PA-KAR langsung mendaftar pada hari kedua pembukaan pendaftaran pasangan calon di KPU Provinsi setempat, mendahului […]

  • Tanam Padi di Desa Tuleng Alor, Gubernur VBL Dorong Petani Tanam Tiga Kali

    Tanam Padi di Desa Tuleng Alor, Gubernur VBL Dorong Petani Tanam Tiga Kali

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Alor-N.T.T., Garda Indonesia | “Karena itu, petani merupakan profesi yang sentral di mana sangat menentukan kehidupan manusia. Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar manusia ini,” kata Gubernur VBL saat melakukan Kunjungan Kerja dan Kegiatan Penanaman Padi secara Simbolis di Desa Tuleng, Kabupaten Alor, pada Jumat, 31 Juli 2020. […]

  • Johni Asadoma Menapaki Gubernur NTT Kesembilan

    Johni Asadoma Menapaki Gubernur NTT Kesembilan

    • calendar_month Jum, 19 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 59
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Irjen. Pol. Drs. Johanis Asadoma, S.I.K., M.Hum. merupakan purnawirawan Polri jabatan terakhir Analis Kebijakan Utama Bidang Minister Divhubinter Polri. Pati Polri yang akrab disapa Johni Asadoma, lulusan Akpol 1989 ini berpengalaman dalam bidang brimob. Pria kelahiran Denpasar, 8 Januari 1966 (usia 58 tahun),  ayah dari Veronica Gabriela Margareth Asadoma dan Daniel […]

  • BMKG Klarifikasi Hoaks Kecepatan Angin 45 knots pada 17—20 Maret

    BMKG Klarifikasi Hoaks Kecepatan Angin 45 knots pada 17—20 Maret

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Beredar himbauan di pesan whatsapp dan media sosial lain bahwa yang memiliki pohon besar di dekat rumah tolong di tebang karena bakal akan badai besar mulai tanggal 17 Maret 2019 dengan puncak badai berupa angin kencang sebesar 45 knots pada 18—19 Maret dan berakhir pada Rabu/20 Maret 2019 Kepala Stasiun BMKG […]

  • Wagub NTT : Sumber Listrik PLTD Akan Habis, Geotermal Jadi Solusi

    Wagub NTT : Sumber Listrik PLTD Akan Habis, Geotermal Jadi Solusi

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Wagub NTT, Johni Asadoma pun mengungkapkan bahwa energi fosil sumber pembangkit listrik untuk PLTD yang digunakan sekarang akan habis.   Kupang | Energi baru terbarukan (EBT), yakni energi yang bersumber dari alam yang dapat diperbaharui secara terus menerus dan tidak akan habis, serta ramah lingkungan. Jenis energi seperti ini penting untuk diusahakan demi menjaga lingkungan […]

expand_less