Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 18 Feb 2020
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Denny Siregar

“Jantungmu Kena..”

Begitu kata temanku seorang dokter spesialis jantung. Kaget ? Pasti. Karena selama ini saya sama sekali tidak merasa sakit apa-apa. Tapi sesudah melewati beberapa tes, kesimpulannya seperti itu.

Kardiovaskular sering disebut sebagai silent killer, atau pembunuh senyap. Itu karena orang yang mengidapnya tidak sadar bahwa pembuluh darahnya yang berhubungan sama jantung mampet. Seperti selang yang buntu karena kerak, keraknya harus dibersihkan supaya aliran darah ke jantung bisa lancar.

Tapi ini kan bukan selang yang mudah dibersihkan dengan bahan kimia. Ini pembuluh jantung yang sangat tipis dan kecil. Jalan terbaik adalah memasang ring, supaya melebarkan jalan aliran darah ke jantung.

Masalahnya, tidak banyak yang sadar dengan hal ini. Karena mereka merasa sehat. Dan setiap kali ada penyumbatan, mereka menganggapnya masuk angin. Karena badan kurang enak, mereka lalu olahraga dengan keras. Yang terjadi darah memompa dengan keras tapi salurannya buntu.

Akibatnya kalau gak stroke, ya lewat..

Ashraf Sinclair, suami BCL, yang baru saja meninggal dalam usia 40 tahun adalah orang yang rajin olahraga, hidup sehat dan tidak merokok. Tapi ada kemungkinan dia kena kardiovaskular.

Loh, kenapa ?

Karena, menurut seorang Profesor di bidang jantung, penyebab utama kardio adalah Gen. Jadi kalau orang tua kita punya riwayat kardio, ya anaknya kemungkinan besar juga kena.

Penyebab kardio paling utama menurutnya adalah darah tinggi, kolesterol, dan kekentalan darah yang berlebih. Gabungan ini menyebabkan kerak pada saluran pembuluh jantung. Dan obatnya hanya satu, setiap hari selama seumur hidup, minum obat untuk mengatasi itu.

Ashraf mungkin tidak menyadari itu, karena merasa sehat. Di IG nya bahkan dia bilang sesuatu tentang sit up 20 ribu kali dalam waktu 30 menit. Padahal, kalau sudah kena penyumbatan, olahraga tidak boleh terlalu keras atau kompetitif.

Ingat Adjie Massaid kan ?

Adjie juga meninggal karena masalah sama. Mungkin dia merasa badannya gak enak, sehingga main futsal. Padahal futsal itu olahraga berat banget, mirip basket. Akhirnya, dia pingsan di lapangan bola dan meninggal.

Adjie dan Ashraf punya pola yang sama. Hidup sehat, olahragawan dan tidak merokok. Mereka “dibunuh” juga secara senyap.

Jadi, kalau sudah usia 40 tahunan, lebih baik cek ke dokter jantung apakah punya risiko penyumbatan. Kalau sudah kena, ya rutin minum obat setiap hari seumur hidup. Kalau ngga, mirip Adian Napitupulu yang sudah 5 ring, tapi mungkin gak disiplin minum obatnya.

Ini semua hanya perkiraan saja. Dokter, terutama yang spesialis jantung mungkin bisa memberikan penjelasan yang lebih akurat. Saya hanya bicara berdasar pengalaman dalam sisi orang awam.

Terakhir, saya harus terima kasih kepada orang-orang yang sudah berusaha keras supaya saya baik-baik saja. Kepada seorang teman dokter wanita di Surabaya yang mengingatkan saya dan memberikan tes gratis.

Kepada dokter-dokter di Medistra yang berjibaku supaya saya masuk rumah sakit. Kepada seorang Profesor Ahli yang mengoperasi saya dan tidak mau dibayar. Dan kepada seorang tokoh besar yang memaksa saya untuk operasi, karena tahu saya bandel dan keras kepala.

Saya tidak bisa menyebut nama kalian, karena saya menghormati privacy. Saya hanya bisa menyebut kalian “para malaikat di bumi” karena bekerja dalam senyap sesenyap pembunuh di jantung saya, sehingga saya masih bisa menulis sampai kini..

Biarlah Tuhan yang membalasnya. Saya hanya bisa menyediakan secangkir kopi..

Seruput..(*)

(*/Penulis merupakan pengarang dan pegiat media sosial)
Editor (+rony banase)
Foto oleh : instagram Ashraf

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Finalisasi Data Korban Bencana NTT Tahap I 30 April, Verifikasi II 3 Mei

    Finalisasi Data Korban Bencana NTT Tahap I 30 April, Verifikasi II 3 Mei

    • calendar_month Kam, 29 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan batas akhir penyampaian data korban bencana seharusnya pada Senin, 26 April 2021. Namun, masih ada beberapa kabupaten yang belum memasukkan data-data tersebut. Hal ini tentu sangat memalukan. Demikian penegasannya saat penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap I pasca-bencana Siklon Tropis Seroja dari BNPB kepada […]

  • CSR Pertamina di Kupang, Latih Petani Ubah Rumput Laut Jadi Cat Anti Karat

    CSR Pertamina di Kupang, Latih Petani Ubah Rumput Laut Jadi Cat Anti Karat

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Desa Tablolong dikenal sebagai salah satu sentra nelayan rumput laut terbaik di Kupang bahkan Nusa Tenggara Timur. Mayoritas warganya menggantungkan hidup pada budidaya dan pengolahan rumput laut berkualitas food grade.   Kupang | Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melalui Integrated Terminal (IT) Tenau terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program […]

  • Kejar Luaran Paten/Paten Sederhana, Sentra KI PNK Helat Workshop

    Kejar Luaran Paten/Paten Sederhana, Sentra KI PNK Helat Workshop

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sentra Hak Kekayaan Intelektual Politeknik Negeri Kupang (PNK) menghelat workshop penyusunan dokumen permohonan Paten/Paten Sederhana bagi dosen lingkup Politeknik Negeri Kupang pada 14—15 September 2023 di Hotel Naka. Menghadirkan narasumber Ir. Ikhsan, M.Si. selaku Pemeriksa Paten Utama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Selain […]

  • Hakim Vonis Oknum Anggota DPRD Belu Marthen Naibuti 1 Bulan Penjara

    Hakim Vonis Oknum Anggota DPRD Belu Marthen Naibuti 1 Bulan Penjara

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Terdakwa, oknum anggota DPRD Belu fraksi Gerindra, Marthen Martins Naibuti/MMNB divonis terbukti bersalah oleh Hakim, Junus Dominggus Seseli, S.H. dalam sidang perkara yang dihelat di Pengadilan Negeri Kelas 1B Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 4 Agustus 2021 pukul 15.00 WITA. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/07/31/usai-diperiksa-penyidik-polres-anggota-dprd-belu-resmi-jadi-tersangka/ Terdakwa Marthen Naibuti divonis bersalah karena […]

  • Mutasi Lingkup Pemkot Kupang, Wali Kota Kupang Lantik 36 Pejabat Struktural

    Mutasi Lingkup Pemkot Kupang, Wali Kota Kupang Lantik 36 Pejabat Struktural

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 36 Pejabat Struktural Lingkup Pemerintah Kota Kupang dilantik/diambil Sumpah Jabatan oleh Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. pada Jumat, 10 Januari 2020 di Lantai I Balai Kota Kupang. Hadir dalam prosesi pelantikan tersebut antara lain Pj. Sekda Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata, M.Si, Asisten Pemerintahan […]

  • Kemen PPPA Kawal Kasus Aniaya Siswi SMP Pontianak Hingga Tuntas

    Kemen PPPA Kawal Kasus Aniaya Siswi SMP Pontianak Hingga Tuntas

    • calendar_month Kam, 11 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kemen PPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) berkomitmen akan mengawal kasus penganiayaan yang menimpa Siswi AY (14) SMP di Kota Pontianak, Kalimantan Barat hingga selesai. Disamping itu juga menemukan jalan terbaik bagi korban dan pelaku yang sama-sama masih berusia anak. Tim dari KemenPPA bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan […]

expand_less